LPA NTB Akan Bantu Pulihkan Hak Siswa SMAN 1 Sembalun yang Tidak Diluluskan

Kompas.com - 17/05/2019, 09:16 WIB
Joko Jumadi (paling kanan) saat diskusi soal hukum di Universitas Mataram KOMPAS. Com/Fitri.RJoko Jumadi (paling kanan) saat diskusi soal hukum di Universitas Mataram

MATARAM, KOMPAS.com-Aldi, siswa kelas XII IPS, SMAN 1 Sembalun Lombok Timur, yang tidak diluluskan karena kritis terhadap kebijakan kepala sekolah, kini tidak sendiri. Makin banyak pihak yang simpati dan mau membantunya.

Aldi yang kedua orangtuanya adalah petani sederhana di kaki Rinjani itu tidak lagi menghadapi kenyataan pahit.

Dianggap kerap menentang dan melawan kebijakan kepala sekolahnya yang baru satu tahun menjabat, Aldi dinyatakan tidak lulus sekolah di tingkat SMA.


Baca juga: 3 Alasan Aldi Irpan Tak Diluluskan oleh SMAN 1 Sembalun Lombok

Joko Jumadi, Ketua Divisi Advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Jumat (16/5/2019) malam kepada Kompas.com mengatakan, LPA NTB sangat menyesalkan apa yang terjadi pada Aldi.

Joko mengaku sangat heran jika masih ada sekolah yang tidak meluluskan siswanya, apalagi hanya karena siswa itu kritis.

Menurutnya, cara-cara yang diterapkan kepala sekolah itu harus diuji, apakah keputusan tersebut telah tepat dilakukan dan apakah langkah dan prosesnya telah benar.

Selain itu, apakah keputusan itu tidak melanggar Perda nomor 8 Tahun 2015 Tentang Perlindungan Perempuan dan Anak.

"Ini agak aneh apa yang dialami Aldi ini. Kita akan melihat apakah ada unsur unsur pidana yang dilakukan kepala sekolah setelah mengeluarkan keputusan tersebut, akan dilihat apakah keputusan itu sepihak atau keputusan dewan sekolah dan bagaimana prosesnya. Kita akan melihat dan mengujinya, apalagi kepala sekolah ini kelihatannya sangat ngotot tidak meluluskan siswanya sendiri, ada apa?" tekannya.

LPA akan melihat apakah keputusan kepala sekolah sudah benar secara prosedural dan subtantif, akan diuji, mengigat apa yang dialami Aldi adalah masalah hak asasi seseorang karena terkait dengan masa depannya.

"Tidak boleh karena rasa suka atau tidak suka, bisa meluluskan dan membuat anak tidak diluluskan, itu mencoreng dunia pendidikan kita," kata Joko.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X