6 Fakta Kerusuhan Lapas Narkotika Langkat, Ratusan Napi Kabur hingga Dipicu Oknum Petugas Lapas Pukul Napi

Kompas.com - 17/05/2019, 07:23 WIB
 Kerusuhan terjadi di Lapas Narkoba, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat pada Kamis (16/5/2019), 200-an warga binaan kaburHandout Kerusuhan terjadi di Lapas Narkoba, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat pada Kamis (16/5/2019), 200-an warga binaan kabur

KOMPAS.com - Polisi terus memburu para narapidana Lapas Narkotika Langkat yang kabur pasca-kerusuhan, pada Kamis (16/5/2019).

Kapolda Sumatera Utara ( Sumut) Irjen Agus Andrianto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Aceh untuk mengantisipasi narapidana Lapas Narkotika Langkat yang kabur, masuk ke wilayah Aceh.

Sementara itu, sejumlah ruangan dan fasilitas di Lapas Hinai, Langkat hangus dibakar napi.


Berdasarkan penyelidikan sementara, kerusuhan dipicu atas aksi pemukulan seorang oknum petugas lapas terhadap warga binaan.

Berikut ini fakta lengkap kerusuhan Lapas Narkotika Hinai di Langkat:

1. Napi bakar ruangan dan kendaraan di lapas

Api.Shutterstock Api.

Kericuhan terjadi di Lapas Narkotika Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (16/5/2019).

Dari video yang didapatkan Kompas TV, tampak para narapidana yang ada di dalam lapas merusak sebuah mobil ambulans dan membakar sejumlah benda.

"Hanya ruangan saja, lantai satu dan lantai dua namun sudah berhasil dipadamkan pakai Damkar. Nanti akan diperbaiki," kata Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan kepada Kompas com melalui telepon, Kamis (16/5/2019).

Baca Juga: Kapolres Langkat: 2 Ruangan Lapas Narkotika Hinai Dibakar Narapidana

2. Ratusan napi kabur dari lapas saat kerusuhan

Ilustrasi.Shutterstock Ilustrasi.

Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan mengatakan, pasca-kericuhan itu sejumlah narapidana kabur.

Namun, petugas kepolisian dibantu anggota TNI segera melakukan penyekatan untuk narapidana yang masih berada di dalam lapas agar tidak kabur. Sedangkan untuk para napi yang kabur masih dilakukan pegejaran.

"Sudah kami lakukan penyekatan supaya mereka tidak keluar. Kami juga melaksanakan razia untuk menangkap napi yang sudah melarikan diri," ujar Doddy seperti dikutp dari Kompas TV, Kamis.

Menurut Kepala Trantib Lapas Narkotika Langkat, Sunardi, ada sekitar 500 narapidana yang kabur pascakericuhan di lapas tersebut, Kamis (16/5/2019).

"Ditaksir yang lari itu ada 500 orang lebih. Kita tidak bisa dekat, di luar lapas banyak orang itu," katanya, seperti dikutip dari TribunMedan, Kamis.

Baca Juga: 500 Napi Kabur Pascakericuhan Lapas Narkotika Langkat

3. Sweeping para napi yang kabur, 98 telah ditangkap kembali

Ilustrasi polisiKOMPAS.com/Achmad Faizal Ilustrasi polisi

Hingga Kamis (16/5/2019) pukul 20.00 WIB, sebanyak 98 narapidana yang kabur pasca-kerusuhan yang disertai pembakaran dua ruangan dan perusakan beberapa fasilitas, sudah tertangkap.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakannya, 98 narapidana tersebut sementara ini dititipkan di beberapa tempat, yakni 6 orang di Polres Langkat, 5 orang di Polsek Stabat, 21 orang di Polsek Hina, 58 orang di Rutan Tanjung Pura dan 8 orang di Polsek Tanjung Pura.

Pihaknya saat ini masih melakukan pendataan terhadap narapidana yang kemungkinan kabur sehingga belum bisa menyebutkan berapa banyak yang masih berkeliaran alis belum tertangkap.

Pencarian terhadap para narapidana yang belum tertangkap ini terus dilakukan.

"Ini masih didata. Karena itu berapa banyak yang kabur, tunggu pendataan dulu," kata Tatan, kepada Kompas.com, Kamis.

Baca Juga: Polisi: 98 Narapidana Lapas Narkotika Langkat Sudah Tertangkap

4. Polisi cegah napi kabur ke wilayah Aceh

Ilustrasi polisi lalu lintasKOMPAS.com/Yohanes de Britho Neonnub Ilustrasi polisi lalu lintas

Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Agus Andrianto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Aceh untuk mengantisipasi narapidana Lapas Narkotika Langkat yang kabur, masuk ke wilayah Aceh.

"Kami sudah kontak Polda Aceh untuk sweeping dan razia untuk mengantisipasi warga binaan lari ke Aceh," ujar Agus seperti dikutip dari Kompas TV, Kamis (16/5/2019).

Agus mengatakan, saat ini personel polisi Sumut juga tengah melakukan razia dan pengejaran untuk menangkap para narapidana yang kabur.

Baca Juga: Polisi Waspadai Napi Lapas Narkotika Langkat Kabur ke Aceh

5. Diduga masalah pemukulan seorang napi oleh petugas

IlustrasiPIXABAY.com Ilustrasi

Pemukulan yang dilakukan petugas menimbulkan reaksi dari para napi lainnya yang akhirnya memicu kericuhan di Lapas Narkotika Hinai, Langkat. 

"Pada saat penangkapan, petugas lapas melakukan pemukulan terhadap warga binaan. Jadi waktu itu warga binaan menolong dan menyelamatkan," ujar Irjen Agus Andrianto seperti dikutip dari Kompas TV, Kamis (16/5/2019).

Sementara itu, petugas masih melakukan sweeping untuk menangkap kembali narapidana yang kabur.

Baca Juga: Ini Penyebab Kericuhan Lapas Narkotika Langkat

6. Kapolda minta para napi yang kabur segera menyerahkan diri

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto (kiri) dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, beberapa waktu lalu dalam sebuah kesempatan.  Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengeluarkan maklumat tentang imbauan kepada masyarakat Sumatera Utara dalam berunjuk rasa. Di dalamnya juga disebutkan, unjuk rasa bertujuan makar diancam hukuman seumur hidup.KOMPAS.com/Dewantoro Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto (kiri) dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, beberapa waktu lalu dalam sebuah kesempatan. Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengeluarkan maklumat tentang imbauan kepada masyarakat Sumatera Utara dalam berunjuk rasa. Di dalamnya juga disebutkan, unjuk rasa bertujuan makar diancam hukuman seumur hidup.

Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Agus Andrianto mengimbau kepada para Napi Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas) Narkotika Klas III Hinai, Kabupaten Langkat yang kabur untuk segera menyerahkan dirinya.

Sementara itu, pihaknya tetap akan melakukan pencarian dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam mencari para narapidana yang kabur tersebut.

"Jalani sisa hukuman. Lari bukan menyelesaikan masalah dan justru menambah masalah baru. Jadi serahkan diri, daripada menyesal belakang hari," ungkapnya, Kamis (16/5/2019).

Baca Juga: Kapolda Sumut Himbau Ratusan Napi yang Kabur Menyerahkan Diri

Sumber: KOMPAS.com (Dewantoro, David Oliver Purba)

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER DI KOMPASIANA] Insiden Asrama Papua | Anak (Baru) Ibu Kota | Spider-Man Lepas dari MCU

[POPULER DI KOMPASIANA] Insiden Asrama Papua | Anak (Baru) Ibu Kota | Spider-Man Lepas dari MCU

Regional
Hukuman Kebiri Kimia Belum Ada Juknis, Kejati Jatim Tunggu Petunjuk Jaksa Agung

Hukuman Kebiri Kimia Belum Ada Juknis, Kejati Jatim Tunggu Petunjuk Jaksa Agung

Regional
Sirkulasi 'Eddy' Picu Gelombang Setinggi 4 Meter di Sejumlah Wilayah

Sirkulasi "Eddy" Picu Gelombang Setinggi 4 Meter di Sejumlah Wilayah

Regional
50 Warga Dievakuasi Akibat Guguran Lava Gunung Karangetang

50 Warga Dievakuasi Akibat Guguran Lava Gunung Karangetang

Regional
Leprid Apresiasi Keberhasilan Hendi dalam Membina Ribuan UMKM

Leprid Apresiasi Keberhasilan Hendi dalam Membina Ribuan UMKM

Regional
Di Lhokseumawe, setiap Jumat Wajib Pakai Bahasa Aceh

Di Lhokseumawe, setiap Jumat Wajib Pakai Bahasa Aceh

Regional
Gubernur Bali Minta Pelindo III Stop Reklamasi di Pelabuhan Benoa

Gubernur Bali Minta Pelindo III Stop Reklamasi di Pelabuhan Benoa

Regional
Pemerkosa 9 Anak Dapat Hukuman Kebiri Kimia dan Baru Pertama di Mojokerto

Pemerkosa 9 Anak Dapat Hukuman Kebiri Kimia dan Baru Pertama di Mojokerto

Regional
Pemilik Kapal Ungkap Penyebab KM Mina Sejati Karam Pasca-pembantaian ABK

Pemilik Kapal Ungkap Penyebab KM Mina Sejati Karam Pasca-pembantaian ABK

Regional
Kasus di Asrama Mahasiswa Papua, 5 TNI Diskors dan Diseret ke Pengadilan Militer

Kasus di Asrama Mahasiswa Papua, 5 TNI Diskors dan Diseret ke Pengadilan Militer

Regional
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Cilacap dan Kebumen, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Cilacap dan Kebumen, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit untuk Eksekusi Hukuman

Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit untuk Eksekusi Hukuman

Regional
2 Jenazah Ditemukan pada Mobil Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan

2 Jenazah Ditemukan pada Mobil Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan

Regional
Perusahaan Datangkan Kapal Cari Korban Pembantaian KM Mina Sejati

Perusahaan Datangkan Kapal Cari Korban Pembantaian KM Mina Sejati

Regional
Cuaca Buruk, Pencarian Kapal Kargo yang Hilang di Perairan Pulau Buru Dihentikan

Cuaca Buruk, Pencarian Kapal Kargo yang Hilang di Perairan Pulau Buru Dihentikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X