Ini Kronologi Tawuran 2 Kelompok Pemuda di Jembatan Siak Pekanbaru

Kompas.com - 17/05/2019, 07:07 WIB
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto memimpin kegiatan pengamanan dan penyisiran pasca tawuran dua kelompok pemuda di kawasan Jembatan Siak IV, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Riau, Kamis (16/5/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGKapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto memimpin kegiatan pengamanan dan penyisiran pasca tawuran dua kelompok pemuda di kawasan Jembatan Siak IV, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Riau, Kamis (16/5/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus tawuran dua kelompok pemuda di kawasan Jembatan Siak IV, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Riau, Kamis (16/5/2019).

Tawuran itu mengakibatkan dua orang pemuda terluka senjata tajam.

Lalu, apa pemicu tawuran dua kelompok pemuda ini?

Baca juga: Polisi Amankan 2 Pemuda dan Senjata Tajam Pasca-tawuran di Pekanbaru

Berikut penjelasan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis.

Sekitar pukul 19.00 WIB, seorang pemuda bernama Memo Riski mengendarai sepeda motor menyenggol Robi Antonio, yang sedang berjalan kaki hendak memasang lampu colok di depan Masjid Istiqomah di Jalan Sembilang, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru. Atas kejadian itu, terjadi keributan antara Memo dan Robi.

"Keributan tersebut dapat diselesaikan oleh kedua belah pihak secara damai," sebut Sunarto.

Namun, sekitar pukul 19.40 WIB, lanjut dia, datang lebih kurang 10 orang pemuda dari kelompok Pemuda Pesisir dari Jalan Pesisir, melakukan pengeroyokan terhadap Robi Antonio. Korban mengalami luka di bagian lengan sebelah kanan akibat senjata tajam.

Setelah itu, para Pemuda Pesisir mendatangi seorang pemuda bernama Adityo, yang baru selesai melaksanakan shalat magrib di Masjid Istiqomah.

Saat itu, Adityo dipukul secara bersama-sama yang mengakibatkan luka robek di bagian kepala akibat hantaman benda tumpul.

Baca juga: Tawuran Dua Kelompok Pemuda di Pekanbaru Berawal dari Salah Paham

Melihat adanya keributan, warga di sekitar lokasi kejadian langsung menolong Adityo dan kemudian mengejar pelaku pengeroyokan.

Para pelaku berhasil melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.

Namun, salah satu sepeda motor pelaku tertinggal dan warga yang geram langsung membakar sepeda motor merek Yamaha NMax warna hitam.

Selanjutnya, sambung Sunarto, datang Pemuda Bom Lama dari Jalan Sembilang Ujung, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir, dengan membawa parang dan benda tajam lainnya langsung mendatangi Jalan Siak IV untuk mencari pelaku pengeroyokan terhadap Adityo.

Aksi saling serang kedua kelompok pemuda tersebut tak bisa dihindari. Kedua kubu tawuran yang sebagian membawa senjata tajam dan kayu.

Empat orang korban terluka

Sunarto mengatakan, dalam peristiwa tawuran itu ada empat orang korban luka-luka.

"Dua orang dirawat di RS Ibnu Sina atas nama Rudi Antonio (26) dan Adityo (24). Dua korban di rawat di RSUD Arifin Ahmad atas nama Firmansyah (44) dan Revi alias Eket (32)," kata Sunarto.

Sebelumnya, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto mengatakan bahwa saat ini masih dilakukan penyelidikan terhadap pelaku yang melukai para korban tersebut.

"Masih kami selidiki siapa pelakunya. Tim reserse sedang bekerja. Untuk situasi saat ini sudah kondusif," ungkap Susanto pada wartawan di lokasi kejadian, Kamis.

Baca juga: Dua Kelompok Pemuda Tawuran di Jembatan Siak, Pekanbaru

Diberitakan sebelumnya, dua kelompok pemuda terlibat tawuran di kawasan Jembatan Siak IV, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Riau, Kamis (16/5/2019) malam.

Saat tawuran terjadi, situasi mencekam. Dimana kedua kubu saling serang yang sebagian membawa senjata tajam.

Jembatan Siak IV yang menjadi penghubung Kecamatan Rumbai Pesisir ke pusat Kota Pekanbaru, ditutup karena warga juga ketakutan melintas.

Apalagi, keributan terjadi persis di pangkal jembatan dalam kondisi gelap, karena tidak ada lampu penerangan jalan.

Beruntung polisi dari jajaran Polresta Pekanbaru, Brimob Polda Riau dan TNI Kodim 0301/Pekanbaru cepat datang dan berhasil menguasai lokasi kejadian.

Petugas mengamankan dua orang pemuda dan dua senjata tajam jenis samurai dan parang.

Pasca tawuran itu, petugas tampak berjaga-jaga dengan dilengkapi rompi body protector dan membawa senjata api.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kirimkan Susu untuk Balita Korban Penganiayaan Sadis di Medan

Warga Kirimkan Susu untuk Balita Korban Penganiayaan Sadis di Medan

Regional
Perempuan Pekerja Kafe Dibunuh dan Mayatnya Dibuang di Kolam Buaya, Ini Motif Pelaku

Perempuan Pekerja Kafe Dibunuh dan Mayatnya Dibuang di Kolam Buaya, Ini Motif Pelaku

Regional
Pengakuan Siswi SMP yang Menikah dengan Remaja 17 Tahun: Saya Bingung Mau Ngapain Lagi...

Pengakuan Siswi SMP yang Menikah dengan Remaja 17 Tahun: Saya Bingung Mau Ngapain Lagi...

Regional
Ibu Hamil Nyaris Melahirkan Saat Antre Pencairan BPUM di Bank

Ibu Hamil Nyaris Melahirkan Saat Antre Pencairan BPUM di Bank

Regional
5 Demonstran Jadi Tersangka Perusakan DPRD Jember, AMJ: Kami Minta Maaf, Mereka Bukan Bagian Kami

5 Demonstran Jadi Tersangka Perusakan DPRD Jember, AMJ: Kami Minta Maaf, Mereka Bukan Bagian Kami

Regional
Hubungan Asmara Tak Direstui, Gadis Penjual Kopi Nekat Gantung Diri

Hubungan Asmara Tak Direstui, Gadis Penjual Kopi Nekat Gantung Diri

Regional
Angin Kencang Terjang Kabupaten Timor Tengah Utara, 7 Rumah Warga Rusak Berat

Angin Kencang Terjang Kabupaten Timor Tengah Utara, 7 Rumah Warga Rusak Berat

Regional
Dianiaya Paman dan Bibi gara-gara Kencing, Balita 4 Tahun Ini Trauma, Menangis Jika Ketemu Orang Asing

Dianiaya Paman dan Bibi gara-gara Kencing, Balita 4 Tahun Ini Trauma, Menangis Jika Ketemu Orang Asing

Regional
Nasib Sial Pemandu Karaoke, Menolak Diantar Pulang Tamu, Malah Dipukuli Sampai Pingsan

Nasib Sial Pemandu Karaoke, Menolak Diantar Pulang Tamu, Malah Dipukuli Sampai Pingsan

Regional
Longsor Terjang Caringin Sukabumi, Mushala Hancur, 2 Rumah Rusak, Ada Retakan Tanah di Areal Persawahan

Longsor Terjang Caringin Sukabumi, Mushala Hancur, 2 Rumah Rusak, Ada Retakan Tanah di Areal Persawahan

Regional
Belajar dari Erupsi 2010, Warga Lereng Merapi Dirikan Komunitas Siaga

Belajar dari Erupsi 2010, Warga Lereng Merapi Dirikan Komunitas Siaga

Regional
'Saya Kaget Waktu Dengar Ada yang Jatuh, Ketika Dilihat Ternyata Orang'

"Saya Kaget Waktu Dengar Ada yang Jatuh, Ketika Dilihat Ternyata Orang"

Regional
Kakek 60 Tahun dengan Keterbelakangan Mental Tewas Dipukuli Pakai Bambu oleh Tetangganya

Kakek 60 Tahun dengan Keterbelakangan Mental Tewas Dipukuli Pakai Bambu oleh Tetangganya

Regional
Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makasar Bertambah, Jadi 13 Orang

Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makasar Bertambah, Jadi 13 Orang

Regional
KASN: Aparatur Sipil Negara yang Suami atau Istrinya Maju Pilkada Serentak Wajib Cuti

KASN: Aparatur Sipil Negara yang Suami atau Istrinya Maju Pilkada Serentak Wajib Cuti

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X