Cara Banten Tekan Angka Pengangguran, Rekrut Korban Tsunami hingga Dirikan SMK

Kompas.com - 16/05/2019, 23:36 WIB
Gubernur Banten, Wahidin Halim. Dok. Pemprov BantenGubernur Banten, Wahidin Halim.

SERANG, KOMPAS.com - Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, tingkat pengangguran di Provinsi Banten menurun dalam satu terakhir. Provinsi Banten juga tidak lagi menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia.

"Sekarang Banten peringkat tiga, Jawa Barat malah yang paling tinggi," kata Wahidin di rumah dinasnya di Kota Serang, Kamis (16/4/2019).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten sebesar 7,58 persen pada Februari 2019. Angka tersebut menurun sekitar satu persen dibanding Agustus 2019 lalu yang mencapai 8,52 persen.

Mantan Wali Kota Tangerang tersebut mengatakan, tingginya tingkat pengangguran terbuka di Banten sebelumnya lantaran tingginya persaingan dalam mencari kerja di Banten. Selain itu, banyak lulusan sekolah yang ilmunya sudah tidak banyak dibutuhkan oleh perusahaan.

"Strategi kita sekarang adalah perbanyak pendidikan vokasi. Kita banyak bangun sekolah di daerah-daerah, contohnya di Lebak, yang punya jurusan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh industri," kata Wahidin.

Baca juga: Gubernur Banten Minta Kemenhub Cabut Izin 2 Bus karena Ugal-ugalan

Untuk mengetahui tenaga kerja seperti apa yang dibutuhkan oleh perusahaan, Wahidin mengatakan, dilakukan komunikasi terlebih dahulu dengan perusahaan yang akan menanamkan modal di Banten. Komunikasi dilakukan saat mereka mengurus perizinan.

"Kelemahan kita dulu adalah kurangnya keterbukaan informasi, sekarang kita lakukan, kita tanya tenaga kerja seperti apa yang mereka butuhkan, supaya kita siapkan," ujar dia.

Rekrut 200 anak korban tsunami

Cara lain untuk mengurangi tingkat pengangguran di Provinsi Banten, kata Wahidin, adalah dengan melakukan perekrutan langsung oleh perusahaan dengan difasilitasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten.

Melalui cara ini, kata Wahidin, pihaknya sudah sukses mengantarkan ratusan calon tenaga kerja ke dunia industri. Salah satunya adalah tenaga kerja yang berasal dari anak korban tsunami Selat Sunda.

"200 anak korban bencana tsunami sudah direkrut langsung. Selain menekan angka pengangguran, ini menjadi solusi pemulihan yang lebih cepat dibandingkan program lainnya, karena cukup satu bulan bekerja mereka sudah dapat penghasilan dari gaji," kata dia.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Alhamidi menerangkan, perekrutan kerja anak korban tsunami tersebut memang menjadi permintaan Pemprov kepada perusahaan-perusahaan yang rutin melaporkan kebutuhan tenaga kerjanya dan perusahaan menyanggupinya.

Baca juga: Raih Suara Terbanyak di Banten, Rano Karno Dongkrak Suara PDI-P

Menurutnya, perekrutan tenaga kerja yang difasilitasi Disnakertrans Banten maupun melalui program skil development center (SDC) atau pelatihan berbasis kompetensi penempatan kerja tersebut, sudah berlangsung sejak tahun 2018 dan prosesnya setiap minggu. Mereka langsung ditempatkan di perusahaan.

"Ditargetkan tahun ini kita bisa merekrut 10.000 calon tenaga kerja. Hingga kini, tercatat sudah sebanyak 764 tenaga kerja yang sudah terserap hanya untuk 3 perusahaan saja. Sedangkan melalui program SDC sudah lebih dari 500 tenaga kerja terserap," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jambi

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jambi

Regional
Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Padamkan Listrik

Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Padamkan Listrik

Regional
Kisah Desa Menari di Lereng Telomoyo

Kisah Desa Menari di Lereng Telomoyo

Regional
Gunakan Senapan Angin, Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Gunakan Senapan Angin, Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Regional
SPBU Terbakar di Bukittinggi, Api Diduga dari Mobil yang Isi BBM dengan Tangki Tambahan

SPBU Terbakar di Bukittinggi, Api Diduga dari Mobil yang Isi BBM dengan Tangki Tambahan

Regional
Para Bacalon Wali Kota Samarinda Penjaringan PDI-P Ramai-ramai Siapkan Isi Tas

Para Bacalon Wali Kota Samarinda Penjaringan PDI-P Ramai-ramai Siapkan Isi Tas

Regional
Kongres Sampah Jateng Hasilkan Rekomendasi Pembentukan Satgas Sampah

Kongres Sampah Jateng Hasilkan Rekomendasi Pembentukan Satgas Sampah

Regional
Korban Gempa Maluku Diminta Bayar Biaya Rumah Sakit, Kadis Kesehatan Sarankan Berobat di Posko Kesehatan

Korban Gempa Maluku Diminta Bayar Biaya Rumah Sakit, Kadis Kesehatan Sarankan Berobat di Posko Kesehatan

Regional
Seberangi Rel Tak Berpalang Pintu, Mobil Avanza Ringsek Tertabrak Kereta

Seberangi Rel Tak Berpalang Pintu, Mobil Avanza Ringsek Tertabrak Kereta

Regional
Waspadai Hujan Lebat Selama 2 Hari yang Berpotensi Sebabkan Banjir di Sumut

Waspadai Hujan Lebat Selama 2 Hari yang Berpotensi Sebabkan Banjir di Sumut

Regional
Pilkada Samarinda, Ketua DPD Gerindra Kaltim Ikut Penjaringan PDI-P

Pilkada Samarinda, Ketua DPD Gerindra Kaltim Ikut Penjaringan PDI-P

Regional
Ratusan Ikan Mati Mendadak di Maluku, LIPI Minta Tak Dikaitkan dengan Gempa

Ratusan Ikan Mati Mendadak di Maluku, LIPI Minta Tak Dikaitkan dengan Gempa

Regional
Kasus Pembunuhan Pria Dalam Plastik di Cianjur Terungkap, 7 Pelaku Ditangkap

Kasus Pembunuhan Pria Dalam Plastik di Cianjur Terungkap, 7 Pelaku Ditangkap

Regional
Selain Nasdem, Denny Indrayana Juga Ambil Formulir Pendaftaran Cagub ke Partai Demokrat

Selain Nasdem, Denny Indrayana Juga Ambil Formulir Pendaftaran Cagub ke Partai Demokrat

Regional
Pasca-penusukan Wiranto, Ma'ruf Amin Sebut Penanganan Terorisme Harus dengan Cara 'Soft'

Pasca-penusukan Wiranto, Ma'ruf Amin Sebut Penanganan Terorisme Harus dengan Cara "Soft"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X