Risma Akan Bangun Museum Pendidikan di Aset Tanah Milik China yang Telah Dikembalikan

Kompas.com - 16/05/2019, 16:35 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima proses penyerahan aset tanah dan bangunan yang diberikan oleh Kakanwil DJKN Provinsi Jawa Timur Etto Sunaryanto di ruang kerja Wali Kota Surabaya, Kamis (16/5/2019). KOMPAS.com/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima proses penyerahan aset tanah dan bangunan yang diberikan oleh Kakanwil DJKN Provinsi Jawa Timur Etto Sunaryanto di ruang kerja Wali Kota Surabaya, Kamis (16/5/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Surabaya akhirnya mendapatkan “hadiah” tanah beserta bangunannya yang merupakan aset milik China di Surabaya.

Aset yang ada di Jalan Genteng Kali Nomor 10, Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng, Surabaya, itu, diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Provinsi Jawa Timur, Etto Sunaryanto kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di ruang kerja Wali Kota Surabaya, Kamis (16/5/2019).

Baca juga: 31 Mei 2019, Risma Akan Resmikan Underpass Bundaran Satelit Surabaya

Proses penyerahan aset itu ditandai dengan penandatanganan surat penyerahan oleh Kakanwil DJKN Etto Sunaryanto kepada Wali Kota Risma.

Setelah diserahkan, aset tersebut langsung diberi papan keterangan bahwa tanah tersebut merupakan aset Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya rencananya akan langsung merenovasi dan merawat gedung itu untuk dijadikan Museum Pendidikan, Rumah Matematika, dan Rumah Bahasa.

Kakanwil DJKN Etto Sunaryanto mengatakan, aset yang diserahkan kepada Pemkot Surabaya itu milik asing, yakni China.

Baca juga: Resmikan Puskesmas di Pemukiman Padat Penduduk, Ini Kata Risma

Keputusan penyerahan aset ini tertuang dalam surat keputusan Kementerian Keuangan nomor 96/KM.6/2019, tentang penyelesaian Status Kepemilikan Aset Bekas Milik Asing/Tionghoa SMP/SMA Taman Siswa.

"Jadi namanya penetapan status bekas aset milik asing China yang dulu lama terselesaikan dan sekarang sudah kami selesaikan. Dan ditetapkan sebagai milik Pemkot Surabaya atau digunakan untuk penyelenggaraan Pemkot Surabaya," kata Etto.

Menurut Etto banyak aset di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Surabaya yang digunakan oleh pihak lain. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan satu per satu supaya bisa kembali ke tangan pemerintah.

"Di Surabaya masih ada di beberapa tempat. Proses ini memang butuh waktu karena timnya juga lengkap, mulai dari kejaksaan, kepolisian, dan lembaga-lembaga lainnya," tegasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X