7 Fakta Kasus Mutilasi di Kota Malang, Dimutilasi Setelah Meninggal hingga Tulisan "Sugeng" di Telapak Kaki

Kompas.com - 16/05/2019, 15:25 WIB
Jajaran Polres Malang Kota bersama Polda Jawa Timur saat olah TKP di lokasi ditemukannya potongan tubuh wanita korban mutilasi di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang, Rabu (15/5/2019) KOMPAS.com/ANDI HARTIKJajaran Polres Malang Kota bersama Polda Jawa Timur saat olah TKP di lokasi ditemukannya potongan tubuh wanita korban mutilasi di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang, Rabu (15/5/2019)

KOMPAS.com - Polisi menangkap terduga pelaku berinsial S yang diduga melakukan mutilasi seorang perempuan di Kota Malang, pada hari Rabu (15/5/2019).

Di depan polisi, pelaku berinisial S tersebut mengaku memotong jasad perempuan karena diminta oleh korban.

Seperti diketahui, warga sekitar Pasar Besar Kota Malang menjadi gempar usai ditemukan 6 potongan tubuh manusia di lantai 2 pasar tersebut.

Selain tubuh korban, polisi juga menemukan secarik kertas dan tulisan kata "Sugeng" di telapak kaki korban.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Bagian tubuh korban ditemukan terpencar di lantai 2

Anjing pelacak Unit K-9 Polres Malang Kota yang diterjunkan untuk melacak jejak pelaku mutilasi tubuh wanita yang ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang, Rabu (15/5/2019)KOMPAS.com / ANDI HARTIK Anjing pelacak Unit K-9 Polres Malang Kota yang diterjunkan untuk melacak jejak pelaku mutilasi tubuh wanita yang ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang, Rabu (15/5/2019)

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengatakan, enam potongan tubuh yang ditemukan terdiri dari dua kaki, dua tangan, satu kepala, dan satu tubuh. Enam potongan tubuh tersebut ditemukan terpencar.

Dari hasil penyelidikan, potongan tubuh itu polisi mengungkap korban adalah seorang perempuan.

"Sementara kita sudah bawa ke kamar mayat dan kita sudah melakukan pemeriksaan kepada saksi," katanya saat dikonfirmasi, Selasa.

Baca Juga: 6 Potongan Tubuh Seorang Wanita Ditemukan Terpencar, Diduga Korban Mutilasi

2. Kronologi penemuan potongan tubuh di lantai 2 pasar

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri saat meninjau TKP penemuan potongan tubuh wanita di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang, Rabu (15/5/2019)KOMPAS.com/ANDI HARTIK Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri saat meninjau TKP penemuan potongan tubuh wanita di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang, Rabu (15/5/2019)

Asfuri mengatakan, potongan tubuh tersebut ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB oleh seorang warga yang curiga karena mencium bau busuk.

Warga tersebut segera melaporkan bau busuk itu kepada pihak keamanan dan ditemukan potongan tubuh tersebut.

Potongan dua kaki dan dua tangan ditemukan tergeletak di bawah tangga. Sedangkan potongan kepala ditemukan terbungkus plastik putih.

Bagian tubuh korban ditemukan di dalam toilet sekitar delapan meter dari tangga.

"Mencium bau menyengat, dilaporkan ke security membawa alat mau dibersihkan. Setelah sampai TKP ada potongan kaki tangan dan kepala. Setelah dicek kembali ternyata di dalam toilet ada potongan tubuh korban," jelasnya.

Asfuri mengatakan, korban diduga berusia sekitar 34 tahun. Polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut.

Baca Juga: Kasus Mutilasi Tubuh Wanita, 4 Hari Pedagang Cium Bau Busuk

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Lengkap Ajudan Gubernur Maluku Pukul Petugas Bandara Pattimura

Cerita Lengkap Ajudan Gubernur Maluku Pukul Petugas Bandara Pattimura

Regional
Dapat Nomor Urut 1, Akhyar-Salman Disambut Tradisi Upah-upah

Dapat Nomor Urut 1, Akhyar-Salman Disambut Tradisi Upah-upah

Regional
Orangtua Darah Tinggi, TKI Parti Liyani Tak Pernah Beri Tahu Sedang Lawan Bos Bandara Changi

Orangtua Darah Tinggi, TKI Parti Liyani Tak Pernah Beri Tahu Sedang Lawan Bos Bandara Changi

Regional
Beras Bansos Bercampur Plastik, Bupati Cianjur: Saya Benar-benar Malu

Beras Bansos Bercampur Plastik, Bupati Cianjur: Saya Benar-benar Malu

Regional
Ganjar Soal Konser Dangdut di Tegal: Kebangetan, Apalagi Dilakukan Pemimpin

Ganjar Soal Konser Dangdut di Tegal: Kebangetan, Apalagi Dilakukan Pemimpin

Regional
Kalap, Pria Ini Tusuk Selingkuhan Istrinya dengan Badik hingga Tewas

Kalap, Pria Ini Tusuk Selingkuhan Istrinya dengan Badik hingga Tewas

Regional
Cerita Pria yang Dituduh Mencuri, Ditahan dan Disiksa hingga Dihukum Secara Tidak Adil

Cerita Pria yang Dituduh Mencuri, Ditahan dan Disiksa hingga Dihukum Secara Tidak Adil

Regional
TKI Parti Liyani Menang Lawan Bos Bandara Changi, Keluarga: Kami Bersyukur kepada Allah

TKI Parti Liyani Menang Lawan Bos Bandara Changi, Keluarga: Kami Bersyukur kepada Allah

Regional
Fakta Meninggalnya Suami Bupati Bogor, Pengobatan Kanker Terhambat karena Pandemi Covid-19

Fakta Meninggalnya Suami Bupati Bogor, Pengobatan Kanker Terhambat karena Pandemi Covid-19

Regional
Bupati dan Wakilnya Sama-sama Ikut Pilkada Rembang, Ini Nomor Urutnya

Bupati dan Wakilnya Sama-sama Ikut Pilkada Rembang, Ini Nomor Urutnya

Regional
Sederet Fakta Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Ilegal dan Polisi Tak Berani Bubarkan

Sederet Fakta Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Ilegal dan Polisi Tak Berani Bubarkan

Regional
KontraS Tagih Janji Gubernur Sumut soal Penyelesaian Konflik Agraria

KontraS Tagih Janji Gubernur Sumut soal Penyelesaian Konflik Agraria

Regional
Pertamina Hulu Kaltim Klaster Baru Covid-19 di Balikpapan, 109 Pekerja Positif Corona

Pertamina Hulu Kaltim Klaster Baru Covid-19 di Balikpapan, 109 Pekerja Positif Corona

Regional
9 Mahasiswa Peserta Aksi Hari Tani Nasional di Makassar Ditahan, Ini Alasan Polisi

9 Mahasiswa Peserta Aksi Hari Tani Nasional di Makassar Ditahan, Ini Alasan Polisi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Relawan Meninggal karena Corana | Jefri Dibunuh gara-gara Judi Game Online

[POPULER NUSANTARA] Polisi Relawan Meninggal karena Corana | Jefri Dibunuh gara-gara Judi Game Online

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X