[KLARIFIKASI] Dituding Telantarkan Jenazah, Ini Penjelasan Lion Air

Kompas.com - 16/05/2019, 03:30 WIB
 Pesawat Jenis B 737-8 MAX Milik Lion Air Diparkir di Bandara Ngurah RaiDok. Angkasa Pura I Pesawat Jenis B 737-8 MAX Milik Lion Air Diparkir di Bandara Ngurah Rai
klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

KOMPAS.com — Kabar seputar maskapai penerbangan Lion Air menelantarkan jenazah yang akan diterbangkan dari Jakarta menuju Batam merebak ke publik. Informasi ini salah satunya diunggah di media sosial Instagram pekan ini.

Unggahan berisi tangkapan layar ungkapan seseorang atas kekecewaannya terhadap pelayanan jasa maskapai penerbangan Lion Air tersebut viral.

Menanggapi hal ini, Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro memberikan penjelasan.

Narasi yang beredar:

Unggahan tangkapan layar di Instagram tersebut disukai lebih dari 180.000 akun lain.

Narasi yang ada dalam konten tersebut seperti ini:

Tangkapan layar berisi kabar Lion Air menelantarkan jenazah tujuan BatamInstagram Tangkapan layar berisi kabar Lion Air menelantarkan jenazah tujuan Batam
Teruntuk Penerbangan LION AIR.
Hari ini engkau sangat tak manusiawi dan seperti tak punya hati, kami terbangkan Seorang jenazah dari Jakarta atas nama akila, beserta ayahnya dan ibunya, tetapi engkau tinggal jenazah itu tanpa ada pemberitahuan sama sekali dengan keluarga, andai kalian tak mampu tolong bicarakan, karna kami tidak menumpang cuma", tapi membayar Rp 10.500.000 hanya untuk satu anak itu.

Sangat tidak manusiawo apa yang engkau lakukan, sangat tidak bermoral apa yang engkau buat, sangat tidak bertanggung jawab apa yang terlah dilakukan.

Sampai saat ini tak ada jawaban kalian atas apa yang telah dilakukan.

Penelusuran Kompas.com:

Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pihaknya telah menjalankan prosedur operasi standar dan prinsip penerimaan kargo HUM (human remains) pada penerbangan rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa (14/5/2019).

"Berdasarkan data reservasi yang dilaporkan oleh pihak ketiga kepada Lion Air, untuk pendamping terbang dengan Lion Air nomor JT-378 yang berangkat pukul 13.17 WIB dan mendarat pada 14.33 WIB," kata Danang kepada Kompas.com, Rabu (15/5/2019).

Sementara itu, penerbangan HUM telah dipersiapkan sesuai nomor surat muatan udara (SMU) 20197170 dengan booking code menggunakan Batik Air penerbangan ID-6862 pukul 16.54 WIB dijadwalkan tiba pada 18.10 WIB.

Menurut dia, tak ada pemberitahuan pihak ketiga sebagai pengurus tentang perbedaan reservasi pendamping dan HUM tersebut.

Setelah petugas Lion Air mengetahui terdapat perbedaan reservasi nomor penerbangan, jenazah tetap tidak bisa dipindahkan.

"HUM tidak dapat dipindahkan ke kargo pesawat Lion Air karena JT-378 sudah final (siap diberangkatkan)," ujar Danang.

Danang menjelaskan, sebelum HUM masuk ke acceptance desk, petugas di bandara keberangkatan telah memastikan terkait aktual sesuai reservasi pembelian tiket penumpang dan kargo.

Prosedur tersebut dilakukan untuk menentukan ruang kargo, jadwal keberangkatan, nomor penerbangan, dan kemasan harus sesuai syarat pengangkutan jenazah melalui angkutan udara.

"Lion Air sudah memberikan keterangan kepada pihak pendamping (keluarga) atas perbedaan waktu kedatangan di Batam. Lion Air menyampaikan rasa keprihatinan atas kejadian yang timbul," tutur Danang.

Saat ini, pihak maskapai swasta tersebut masih mengumpulkan data, informasi, serta keterangan lain mengenai perkembangan pemberitaan dan dari berbagai pihak yang terlibat untuk dipelajari lebih lanjut.

Selengkapnya, baca juga: Viral Disebut Tinggalkan Jenazah, Begini Penjelasan Lion Air



HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Hutan Bukit Kondo di Taman Nasional Gunung Rinjani Terbakar

Hutan Bukit Kondo di Taman Nasional Gunung Rinjani Terbakar

Regional
Ribuan Orang Bakal Banjiri Kota Semarang Bulan Depan

Ribuan Orang Bakal Banjiri Kota Semarang Bulan Depan

Regional
Pleidoi Bahar Bin Smith Ditolak, Jaksa Menilai Penasihat Hukum Kurang Cermat Urai Tuntutan

Pleidoi Bahar Bin Smith Ditolak, Jaksa Menilai Penasihat Hukum Kurang Cermat Urai Tuntutan

Regional
PAN Siapkan 3 Nama untuk Bertarung di Pilgub Sumbar 2020

PAN Siapkan 3 Nama untuk Bertarung di Pilgub Sumbar 2020

Regional
Kecewa Anak dan Cucunya Ditelantarkan, Pria Ini Bunuh Menantunya

Kecewa Anak dan Cucunya Ditelantarkan, Pria Ini Bunuh Menantunya

Regional
Fakta Pabrik Korek Api yang Terbakar, Pekerja Digaji Rp 500 Ribu per Bulan hingga Pekerjakan Anak

Fakta Pabrik Korek Api yang Terbakar, Pekerja Digaji Rp 500 Ribu per Bulan hingga Pekerjakan Anak

Regional
Beredar Kabar Jenazah Mantan Striker Persis Ditemukan, SRI Susuri Semua Pantai Kulon Progo

Beredar Kabar Jenazah Mantan Striker Persis Ditemukan, SRI Susuri Semua Pantai Kulon Progo

Regional
Selingkuh, Tiga ASN Papua Barat Akan Disidang Kode Etik

Selingkuh, Tiga ASN Papua Barat Akan Disidang Kode Etik

Regional
Abang Angkat Pelaku Pembunuhan Balita 1,8 Tahun Dijerat Pasal Berlapis

Abang Angkat Pelaku Pembunuhan Balita 1,8 Tahun Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Pria Ini Tawarkan Istri untuk Layanan Seks Menyimpang Bertarif Rp 3 Juta

Pria Ini Tawarkan Istri untuk Layanan Seks Menyimpang Bertarif Rp 3 Juta

Regional
Anak Korban Tragedi Truk Terjun ke Jurang Terpukul, Mengaku sedang Mendaftar SMK...

Anak Korban Tragedi Truk Terjun ke Jurang Terpukul, Mengaku sedang Mendaftar SMK...

Regional
2 Hari Terombang-ambing di Laut, 3 Nelayan Ditemukan Selamat

2 Hari Terombang-ambing di Laut, 3 Nelayan Ditemukan Selamat

Regional
Sinar Api Kembali Muncul dari Kawah Gunung Karangetang

Sinar Api Kembali Muncul dari Kawah Gunung Karangetang

Regional
Kronologi Bocah 6 Tahun Digigit 2 Anjing Milik Villa di Sleman, Ayah Khawatir Anaknya Kena Rabies

Kronologi Bocah 6 Tahun Digigit 2 Anjing Milik Villa di Sleman, Ayah Khawatir Anaknya Kena Rabies

Regional
Terpeleset di Sungai Ciliwung, Seorang Bocah Ditemukan Meninggal Dunia

Terpeleset di Sungai Ciliwung, Seorang Bocah Ditemukan Meninggal Dunia

Regional

Close Ads X