Sandiaga Tuding Ada Penggunaan Anggaran BUMN untuk Politik Uang Saat Pemilu

Kompas.com - 15/05/2019, 21:03 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, saat takziah di rumah salah satu petugas KPPS di Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya, Rabu (15/5/2019).KOMPAS.com/GHINAN SALMAN Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, saat takziah di rumah salah satu petugas KPPS di Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya, Rabu (15/5/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan, banyak mendapatkan laporan dugaan kecurangan dalam Pemilu 2019.

Salah satu modusnya, kata Sandi yaitu politik uang.

"Beragam modusnya, ada yang pakai anggaran BUMN, hingga modus uang dalam 400.000 amplop dan sebagainya. Saya harap ini bisa ditindaklanjuti," kata Sandi usai menggelar pertemuan di kantor Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi Jawa Timur di Surabaya, Rabu (15/5/2019).

Baca juga: Soal Autopsi Jenazah Petugas KPPS, Ini Kata Sandiaga


 

Namun, hingga saat ini dia belum akan bertindak karena masih berbaik sangka dengan penyelenggara pemilu.

"Kami masih berbaik sangka. Ini kan Ramadhan, tidak ada salahnya berbaik sangka," kata Sandi.

Sandiaga mengatakan, penyelenggara pemilu masih memiliki waktu untuk merespons laporan kecurangan pemilu hingga beberapa waktu ke depan.

"Harapan saya ada koreksi sehingga penyelenggara bisa menghadirkan pemilu yang jujur, adil dan berdaulat," jelasnya.

Baca juga: Prabowo Tolak Hasil Penghitungan Suara KPU, Ini Tanggapan Sandiaga

Di Surabaya, Sandiaga juga sempat mengunjungi keluarga ketua KPPS yang meninggal dunia, Noor Aida Hidayati (68), di Jalan Ngagel Utara, Surabaya.

Sandi juga menggelar pertemuan tertutup dengan beberapa ulama di Jawa Timur di kantor BPP Prabowo-Sandi Jawa Timur. 



Terkini Lainnya


Close Ads X