Musang Sulawesi Satwa Misterius Kembali Terekam Kamera

Kompas.com - 15/05/2019, 20:21 WIB
Musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii), satwa yang dianggap paling misterius kembali terekam camera trap di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW). KOMPAS.COM/BTNBNW/EPASS-projectMusang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii), satwa yang dianggap paling misterius kembali terekam camera trap di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

GORONTALO, KOMPAS.comMusang sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii), satwa yang dianggap paling misterius kembali terekam kamera penjebak (camera trap) di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

Kamera yang dipasang di Gunung Poniki ini merekam keberadaan satwa ini sebanyak 1 kali pada 13 April 2019. Catatan ini menambah rekor perjumpaan yang secara intensif dilakukan pemantauan sejak 2 tahun terakhir.

Sejak 2017, Balai TNBNW telah mendeteksi kehadiran musang sulawesi sebanyak 22 kali di 3 lokasi Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN), SPTN 1 Limboto sebanyak 16 kali, SPTN 2 Doloduo 5 kali dan SPTN 3 Maleang 1 kali.

Baca juga: Cerita di Balik Foto Musang Sulawesi, Si Pemalu yang Misterius

 

Catatan kehadiran musang sulawesi ini diperoleh baik menggunakan kamera penjebak, laporan masyarakat, maupun perjumpaan langsung.

“Kegiatan monitoring satwa kunci ini merupakan bagian dalam pengembangan resort based management (RBM) di TNBNW,’ ujar Herman Lumenta, ketua tim monitoring, Rabu (15/5/2019).

Musang sulawesi adalah satu-satunya ordo karnivora asli Sulawesi dan tersebar terbatas hanya pada beberapa tempat di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Satwa pemalu ini menurut badan konservasi dunia (IUCN) berstatus rentan (vulnerable) akibat gangguan dan perubahan habitat serta perburuan.

Rangkaian perjumpaan di kawasan TNBNW ini menambah catatan wilayah persebaran satwa ini yang memang terbatas informasinya.

Perjumpaan kali ini kembali menegaskan bahwa taman nasional ini merupakan salah satu kawasan kunci dan terpenting bagi persebaran musang sulawesi.

“Kami mengharapkan monitoring satwa kunci dengan menggunakan model penelitian lain untuk memperdalam informasi yang telah diperoleh dari kamera penjebak tersebut,” kata Kepala Balai TNBNW, Supriyanto.

Supriyanto juga mengapresiasi kerja keras staf di tingkat resor sampai balai dan dukungan mitra dalam melaksanakan RBM ini sehingga kualitas dan kuantitas data TNBNW makin meningkat.

Baca juga: Kabar Gembira, Musang Sulawesi Terekam Kamera Setelah Misterius Bertahun-tahun

Pengamatan satwa kunci ini merupakan kerja sama Balai TNBNW, Enhancing the Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservation (E-PASS Project) dalam pengadaan kamera penjebak, Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia Program dalam teknis pelaksanaanya.

Saat ini, telah dilakukan survei kamera penjebak di bagian timur dan barat kawasan. Tahun ini juga akan dilakuakn survei lanjutan untuk bagian utara kawasan.

TNBNW yang memiliki luas 282.008,757 hektare merupakan kawasan konservasi darat terluas di Sulawesi yang berada di 2 wilayah administrasi, Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Selain musang sulawesi, kawasan ini juga menjadi habitat terbaik bagi 2 jenis anoa, Bubalus depressicornis dan Bubalus quarlessi, 2 jenis monyet, Macaca nigra dan Macaca nigrescens, babi rusa sulawesi (Babyrousa celebensis), maleo (Macrocephalon maleo), julang sulawesi (Rhyticeros cassidix), dan satwa lainnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Pegawai Pabrik Rokok di Madiun Positif Corona, Diduga Tertular Klaster Sampoerna

Satu Pegawai Pabrik Rokok di Madiun Positif Corona, Diduga Tertular Klaster Sampoerna

Regional
2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

Regional
Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Regional
Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi 'New Normal' di Jabar Selama 14 Hari

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi "New Normal" di Jabar Selama 14 Hari

Regional
2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X