Sidak Pangan, Belasan Sirup Kedaluwarsa Dimusnakan di Ember

Kompas.com - 15/05/2019, 16:11 WIB
Petugas gabungan dari Pemkot Surakarta memusnahkan sirup kadaluwarsa yang ditemukan dalam sidak keamanan pangan di kawasan Kawatan, Serengan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/5/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPetugas gabungan dari Pemkot Surakarta memusnahkan sirup kadaluwarsa yang ditemukan dalam sidak keamanan pangan di kawasan Kawatan, Serengan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/5/2019).


SOLO, KOMPAS.com - Tim gabungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta melaksanakan inspeksi mendadak ( sidak) keamanan pangan ke sejumlah toko grosir dan eceran di Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/5/2019).

Sidak dipimpin Kepala Bidang Data dan Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, Efi Setyawati Pertiwi, untuk mengantisipasi peredaran bahan makanan tidak laik konsumsi menjelang Lebaran 2019.

Sidak diawali dengan mendatangi toko grosir dan eceran di kawasan Kawatan, Kecamatan Serengan, Solo. Di sana, petugas menemukan sebuah kardus berisi sirup sudah kedaluwarsa dari masa berlakunya.

Baca juga: Gubernur Sumbar Sidak Harga Bawang Putih ke Pasar Raya

Seharusnya, masa berlaku sirup tersebut habis pada 14 Mei 2019, tetapi pemilik toko masih memajangnya di gudang.

Kardus berisi sirup itu diamankan petugas dan langsung dimusnahkan di tempat dengan cara menuangkan sirup ke ember.

"Ada 13 botol sirup yang sudah kedaluwarsa. Tadi langsung kami musnahkan di tempat," kata Efi, di sela sidak keamanan pangan di Solo, Jawa Tengah, Rabu.

Dari pengakuan pemilik toko, kata Efi, sirup kedaluwarsa tersebut telah dilaporkan kepada distributor sejak tiga atau enam bulan sebelum masa berlakunya habis. Tapi, hingga sekarang sirup tersebut belum juga diganti.

"Katanya (pemilik toko) sudah melaporkan tiga atau enam bulan sebelum masa habis sudah dilaporkan ke distributornya. Tapi, ternyata tidak diganti-ganti. Alasannya begitu," ungkap dia.

Baca juga: Sidak Takjil di Benhil, BBPOM Temukan Kerupuk Asinan Mengandung Pewarna Tekstil

Apa pun alasannya, Efi mengatakan, pihaknya tetap mengamankan dan memusnahkan makanan atau minuman kedaluwarsa untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Ratna, sang pemilik toko mengatakan, beberapa bulan sebelum masa berlaku makanan atau minuman yang ia jual habis langsung dilaporkan ke distributor. 

"Saya sudah minta ganti. Tapi tidak diganti-ganti sampai sekarang," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Regional
Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Regional
Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Regional
Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X