Tim Kompas Survei Kesiapan Jalur Mudik-Balik Arteri Pantura

Kompas.com - 15/05/2019, 15:37 WIB
Ketua Tim B Mudik Gesit Kompas, Haris Firdaus berbincang dengan Asmar Staf Pasar Kue Weru Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, Selasa (14/5/2019). Mereka berupaya memetakan titik titik potensi kemacetan di sepanjang jalur pantura di tengah rencana kebijakan pemerintah tentang satu jalur di tol trans jawa mendatang. Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONKetua Tim B Mudik Gesit Kompas, Haris Firdaus berbincang dengan Asmar Staf Pasar Kue Weru Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, Selasa (14/5/2019). Mereka berupaya memetakan titik titik potensi kemacetan di sepanjang jalur pantura di tengah rencana kebijakan pemerintah tentang satu jalur di tol trans jawa mendatang.


CIREBON, KOMPAS.com – Tim Mudik Gesit Harian Kompas bersama tim Litbang melakukan survei kesiapan jalur mudik dan balik 2019.

Mereka akan menyusuri dan meninjau sejumlah titik-titik utama baik di dalam maupun di luar tol. Proses survei dijadwalkan berlangsung selama satu pekan.

Survei ini dikerjakan oleh tiga tim. Tim A bertugas menyusuri jalur Pantura Tol Trans Jawa. Tim B bertugas menyusuri jalur Pantura non-tol atau arteri, sementara Tim C akan menyusuri jalur Tol Trans Sumatera.

Haris Firdaus, ketua Tim B menyampaikan, masing-masing tim bertugas untuk memetakan seberapa jauh pemerintah melakukan persiapan infrastruktur, kondisi jalan, serta fasilitas-fasilitas di sepanjang jalur mudik dan balik.

Baca juga: Jelang Mudik, Normalisasi Jembatan dan Pelintasan Kereta Capai 90 Persen

Khusus untuk di arteri Pantura, Haris menitikberatkan pada kesiapan jalur Pantura untuk mendukung rencana satu arah yang direncanakan pemerintah.

Rencana itu membuat seluruh kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta akan menggunakan jalur arteri Pantura.

“Nah, kami ingin melihat, seberapa siap jalur Pantura ini untuk menampung beban tambahan itu. Karena, kami tahu bahwa jalur Pantura ini infrastrukturnya tentu saja tidak sebagus Tol Trans Jawa. Begitu juga dengan beberapa kondisi jalan, dan sebagainya,” kata Haris, kepada Kompas.com.

Jurnalis Harian Kompas yang bertugas di wilayah Yogyakarta ini memastikan pemetaan ini juga melihat titik-titik rawan atau potensi kemacetan.

Perjalan pertama dari Jakarta menuju Cirebon, lanjut dia, sempat menemukan beberapa hambatan antara lain Kali Malang Bekasi dan Sentra Grosir Cikarang yang macet cukup panjang.

Hal serupa Haris dan tim temukan di jalur arteri Pantura, Kabupaten Cirebon. Dia melihat ada potensi pelambatan laju kendaraan dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan sebaliknya, di sekitar kawasan Pasar Kue, Kecamatan Weru.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Penumpang Sempat Lari Sebelum Helikopter TNI AD Meledak di Kendal

2 Penumpang Sempat Lari Sebelum Helikopter TNI AD Meledak di Kendal

Regional
Bupati Banyumas Wacanakan ASN Wajib Gunakan Sepeda ke Kantor

Bupati Banyumas Wacanakan ASN Wajib Gunakan Sepeda ke Kantor

Regional
Fakta Lengkap Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, Gelar Misi Latihan hingga 4 Orang Meninggal

Fakta Lengkap Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, Gelar Misi Latihan hingga 4 Orang Meninggal

Regional
Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Regional
Saksi Mata: Helikopter TNI AD Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Saksi Mata: Helikopter TNI AD Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Regional
Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Regional
Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Regional
Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Regional
Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Regional
Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Regional
2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

Regional
Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Regional
Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X