Pengawas Pemilu di Magelang Melahirkan, Bayinya Diberi Nama "Siwaslu"

Kompas.com - 15/05/2019, 14:46 WIB
Bina Lutfia Sari (31), warga Dusun Pagiren, Desa Jambewangi, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, melahirkan seorang bayi yang kemudian diberi nama Siwaslu Ramadani. KOMPAS.com/IKA FITRIANABina Lutfia Sari (31), warga Dusun Pagiren, Desa Jambewangi, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, melahirkan seorang bayi yang kemudian diberi nama Siwaslu Ramadani.

MAGELANG, KOMPAS.com - Bina Lutfia Sari (31), warga Dusun Pagiren, Desa Jambewangi, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, melahirkan seorang bayi yang kemudian diberi nama "Siwaslu Ramadani".

Nama tersebut dianggap istimewa karena berkaitan erat dengan proses Pemilu 2019 yang sedang berlangsung saat ini.

Siwaslu merupakan singkatan dari Sistem Pengawasan Pemilu, yakni sebuah aplikasi untuk melaporkan hasil kegiatan pengawasan oleh pengawas pemilu dari lapangan melalui telepon seluler (ponsel). Ya, sang ibu adalah petugas atau Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) 18 Dusun Pagiren, Desa Jambewangi, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Lutfi bercerita, putri keduanya itu lahir dengan persalinan normal pada 6 Mei 2019 di bidan desa setempat, dengan berat 3,5 kilogram dan panjang 47 sentimeter.

Baca juga: Jasad Bayi Korban Banjir Bengkulu Ditemukan Puluhan Kilometer dari Rumahnya

 

Meski sempat mengalami pendarahan, namun proses persalinan berjalan lancar dan bayinya lahir selamat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keputusan menyematkan nama tersebut kepada putrinya itu berawal ketika ia bertugas melakukan pengawasan sejak masa kampanye hingga perhitungan suara di TPS-nya. Teman-teman sesama petugas kerap bercanda mengusulkan nama Siwaslu kepada bayinya jika telah lahir.

"Teman-teman suka bercanda, dikasih nama Siwaslu saja. Terus saya dan suami berfikir kalau nama ini lucu juga, unik, belum ada kan nama bayi Siswaslu," ucap istri dari Marzam (36) itu sembari terkekeh, saat ditemui Kompas.com, Rabu (15/5/2019).

Sedangkan nama belakang Ramadani diberikan karena lahir tepat di bulan Ramadhan 1440H/2019.

Bagi Lutfi nama itu tidak sekadar lucu dan unik tapi juga berkesan karena ia baru pertama kami menjadi petugas PTPS.

Ia merasakan bagaimana bekerja sepanjang hari mengawal seluruh proses pemilu di dusunnya di saat mengandung. Bahkan, Lutfi masih sempat mengajar mengaji di Taman Pendidikan Alqur'an (TPQ) Muslimat An-Nur dekat rumah pada sore hari.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.