Viral Takjil Tutut Disebut Berformalin, Omzet Pedagang Turun hingga Mengaku Tak Diambil Sampel BPOM Bandung

Kompas.com - 15/05/2019, 11:23 WIB
Pedagang tutut di Sumedang Evi Suryani di kantor Sekretariat IJTI Sumedang-Majalengka, kompleks GIM Sumedang, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019) malam. KOMPAS.com/AAM AMINULLAHPedagang tutut di Sumedang Evi Suryani di kantor Sekretariat IJTI Sumedang-Majalengka, kompleks GIM Sumedang, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019) malam.

SUMEDANG, KOMPAS.com - Pedagang tutut (Siput) di wilayah Taman Telor, Sumedang kota, Jawa Barat mengaku tidak merasa diambil sampel oleh BPOM Bandung pada Senin (13/5/2019) kemarin.

Diketahui, makanan buka puasa jenis tutut yang dijajakan pedagang di sekitar Taman Telor, Sumedang kota, Jawa Barat, positif mengandung zat berbahaya jenis formalin.

Dari 20 sampel makanan dan takjil buka puasa yang dicek BPOM Bandung, Senin (13/5/2019) sore, hanya makanan jenis tutut yang mengandung zat berbahaya. Sisanya negatif.

Pemilik outlet tutut di Taman Telor, Evi Suryani mengatakan, pada Senin itu tidak ada pihak BPOM Bandung yang datang ke outletnya untuk mengambil sampel.

Baca juga: Dinkes Bandung Barat Tunggu Hasil Uji Lab Tutut Beracun

"Saya tidak merasa diambil sampel oleh BPOM, tapi tidak tahu juga soalnya memang waktu itu tidak ada yang izin minta untuk mengambil sampel. Termasuk ke pegawai saya, katanya juga tidak ada," ujarnya kepada Kompas.com di kantor Sekretariat IJTI Sumedang, komplek Graha Insun Medal, Selasa (14/5/2019) malam.

Terlepas dari uji sampel oleh BPOM Sumedang itu, kata Evi, selama 8 tahun berjualan tutut di Sumedang tidak pernah berlaku curang, dengan sengaja menggunakan bahan formalin.

"Demi Allah selama produksi tutut, tidak pernah saya menggunakan bahan formalin. Buktinya selama ini, semua pelanggan saya tidak pernah ada yang komplen atau ngeluh apa pun," tuturnya.

Evi menyebutkan, untuk bahan tututnya sendiri tiap minggu dia dipasok oleh peternak tutut dari Waduk Cirata, Saguling, Kabupaten Bandung Barat.

Baca juga: Bupati Sukabumi Tetapkan KLB untuk Kasus Keracunan Makanan Tutut

"Tutut yang dikirim juga saya terima dalam kondisi hidup. Jadi tidak mungkin juga yang masok ke saya itu tututnya pakai formalin," sebutnya.

Evi menambahkan, dengan adanya pemberitaan di media online, cetak dan televisi, pihaknya merasa dirugikan. Karena sejak viral di media, termasuk ramai dibahas di media sosial, omset tututnya merosot tajam.

"Hari ini, saya jualan hanya laku Rp 100.000. Padahal sebelumnya, jualan dari pukul 11.00 sampai pukul 23.00 itu omzet saya bisa mencapai Rp 2 juta," sebutnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota Brimob yang Gugur Ditembak MIT Mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Anggota Brimob yang Gugur Ditembak MIT Mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Regional
Budidaya Ular, Rifal Habiskan Rp 1,6 Juta Beli Ayam dan Tikus untuk Pakan

Budidaya Ular, Rifal Habiskan Rp 1,6 Juta Beli Ayam dan Tikus untuk Pakan

Regional
Siswa Kaget, Sedang Latihan Upacara, Atap Ruang Kelas Ambruk

Siswa Kaget, Sedang Latihan Upacara, Atap Ruang Kelas Ambruk

Regional
Tenda dan Baliho HUT Mamuju Tengah Porak-poranda Diterjang Angin Kencang dan Hujan

Tenda dan Baliho HUT Mamuju Tengah Porak-poranda Diterjang Angin Kencang dan Hujan

Regional
Ingin Miliki Hafiz dan Dai, Santri Ponpes Diajak Jadi Anggota Polri

Ingin Miliki Hafiz dan Dai, Santri Ponpes Diajak Jadi Anggota Polri

Regional
12.000 Guru Gelar Apel Akbar, Sepakat UN Dihapus

12.000 Guru Gelar Apel Akbar, Sepakat UN Dihapus

Regional
Butuh Waktu 3 Jam, Petugas Damkar di Sumedang Evakuasi Sarang Tawon

Butuh Waktu 3 Jam, Petugas Damkar di Sumedang Evakuasi Sarang Tawon

Regional
Operasi Tinombala, Satu Anggota Brimob Gugur Tertembak di Bagian Belakang dan Perut

Operasi Tinombala, Satu Anggota Brimob Gugur Tertembak di Bagian Belakang dan Perut

Regional
Mudik Natal dan Tahun Baru, Gardu di 3 Gerbang Tol Solo-Ngawi Ditambah

Mudik Natal dan Tahun Baru, Gardu di 3 Gerbang Tol Solo-Ngawi Ditambah

Regional
Pertamina Ambil Sampel Koloni Kerang Hijau di Karawang

Pertamina Ambil Sampel Koloni Kerang Hijau di Karawang

Regional
Natal dan Tahun Baru, 20.000 Kendaraan Diprediksi Lewati Tol Solo-Ngawi

Natal dan Tahun Baru, 20.000 Kendaraan Diprediksi Lewati Tol Solo-Ngawi

Regional
Etek Lawu, Komunitas Pedagang Sayur Keliling Beromzet Rp 1,5 M Per Hari

Etek Lawu, Komunitas Pedagang Sayur Keliling Beromzet Rp 1,5 M Per Hari

Regional
Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Regional
Banyak Temui TKI Telantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Banyak Temui TKI Telantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Regional
Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X