Napi Wanita Biang Kerusuhan Rutan Siak Segera Dikirim ke Nusakambangan

Kompas.com - 15/05/2019, 10:46 WIB
Proses evakuasi dan pemindahan ratusan tahanan dari Rutan Siak ke Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru KOMPAS.com/ CITRA INDRIANIProses evakuasi dan pemindahan ratusan tahanan dari Rutan Siak ke Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru

PEKANBARU, KOMPAS.com - Seorang wanita narapidana kasus narkoba menjadi biang kerusuhan Rutan Kelas II B Siak di Kabupaten Siak Sri Indrapura, Riau. Wanita berinisial Y itu, kedapatan memiliki narkotika diduga sabu.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meminta Y untuk dikirim saja ke Nusakambangan. Permintaan itu disampaikan Yasonna setelah meninjau Rutan Siak, Senin (13/5/2019).

Yasonna menyebut bahwa Y adalah bandar narkoba yang divonis 17 tahun penjara.

Bahkan, di dalam penjara, Y masih bisa mendapatkan narkoba tersebut. Sehingga dia akan dikirim ke Nusakambangan.

"Para kurir dan bandar narkoba dikirim saja ke Nusakambangan. Itu wanita (Y) kirim ke Nusakambangan," kata Yasonna pada wartawan, Senin.

Baca juga: Menkumham Yasonna Laoly Kaji Pembangunan Rutan Siak yang Rusak Dibakar Narapidana

Menananggapi hal itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Riau, M Diah akan melaksanakan perintah menteri Yasonna Laoly.

"Ya, kalau perintah pimpinan begitu akan kita laksanakan setelah dia (Y) selesai diproses di sini (rutan)," ucap Diah pada Kompas.com, Selasa (14/5/2019).

Dia mengatakan, Y saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Polres Siak, terkait kerusuhan yang berujung pembakaran dan kaburnya narapidana.

"Sekarang masih dalam pemeriksaan polisi. Kalau memang sudah selesai, kita akan laksanakan sesuai dengan perintah pimpinan," tandas Diah.

Sebagaimana diketahui, kerusuhan Rutan Siak berawal dari temuan narkotika diduga jenis sabu dari seorang wanita berinisial Y, Sabtu (11/5/2019).

Baca juga: Menkumham Minta Napi Rutan Siak yang Kedapatan Miliki Narkoba Dikirim ke Nusakambangan

Atas kejadian itu, petugas sipir rutan berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Siak untuk dilakukan razia dan pemeriksaan.

Setelah pemeriksaan kepolisian, petugas menemukan tiga orang narapidana yang diduga mengkonsumsi narkotika diduga jenis sabu.

Dari pengakuan pemakai, barang haram itu didapat dari Y, sehingga petugas mengamankan wanita tersebut.

Pada saat ketiga pemakai narkoba tersebut dibawa petugas, diduga adanya pemukulan yang memancing amarah narapidana lainnya.

Tak lama setelah itu, narapidana mengamuk dan terjadi kerusuhan. Bahkan bangunan rutan dibakar yang berujung kaburnya ratusan narapidana.

Hingga saat ini masih ada 9 narapidana yang dilakukan pencarian oleh petugas, dari 153 narapidana yang kabur.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

Regional
Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Regional
Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X