Hadapi Lebaran hingga Kebutuhan THR, BI Maluku Siapkan Rp 1,03 Triliun

Kompas.com - 14/05/2019, 21:00 WIB
Ilustrasi: Siti Aisah menghitung uang receh yang siap ditukarkan oleh warga di Jalan Veteran, Surabaya, Selasa (14/8/2012). Penukaran uang receh untuk kebutuhan lebaran terus meningkat. Untuk setiap nominal uang yang ditukaran penyedia jasa mendapat komisi sepuluh persen.

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Ilustrasi: Siti Aisah menghitung uang receh yang siap ditukarkan oleh warga di Jalan Veteran, Surabaya, Selasa (14/8/2012). Penukaran uang receh untuk kebutuhan lebaran terus meningkat. Untuk setiap nominal uang yang ditukaran penyedia jasa mendapat komisi sepuluh persen.

AMBON,KOMPAS.com - Kantor Bank Indonesia Perwakilan Maluku mempersiapkan kebutuhan uang layak edar untuk kebutuhan perbankan dan masyarakat di Maluku sebesar Rp 1,03 triliun.

Persiapan uang layak edar senilai Rp 1,03 trilun oleh Bank Indonesia ( BI) Perwakilan Maluku ini guna mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama bulan ramadhan hingga menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah/2019 mendatang.

Selain itu, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan libur panjang serta kenaikan gaji dan pembayaran THR bagi para ASN maupun pegawai swasta di Maluku.


Baca juga: 85 Lokasi Penukaran Uang Dibuka di Sulawesi Selatan hingga 5 Juni

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kompas.com dari Kantor BI Perwakilan Maluku, kebutuhan uang (outflow) untuk masyarakat dan perbankan di Kota Ambon periode ramadhan hingga idul fitri 2019 sebesar Rp 844,6 miliar.

Angka ini diprediksi mengalami kenaikan sebesar Rp 121, 7 miliar jika dibandingkan dengan outflow di tahun sebelumnya.

Asisten Direktur Kepala Tim Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku Teguh Triyono mengatakan, kebutuhan uang layak edar sebesar Rp 1,03 triliun yang disiapkan terdiri dari uang pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 sebesar Rp 977,6 miliar dan uang pecahan Rp 20.000 sebesar Rp 60.4 miliar.

Baca juga: BI Kediri Layani Penukaran Uang Baru untuk Lebaran hingga 28 Mei

Dia menjelaskan, untuk menghadapi lonjakan transaksi, Kantor BI Perwakilan Maluku telah bekerjasama dengan sebanyak 21 bank di Kota Ambon yang siap melayani penukaran uang.

“Dan sepanjang dibutuhkan Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku juga beroperasi sesuai jam layanan operasional ditambah dengan kegiatan kas keliling di kota Ambon,” kata Teguh, Selasa (14/5/2019).

Saat ini kata dia, pihaknya juga tengah menjajaki kerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah Maluku (BPDM) untuk melayani penukaran uang layak edar bagi masyarakat di tiga wilayah di Maluku yakni di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Namrole, Buru Selatan dan di Bula dan Geser, Kabupaten Seram Bagian Timur.

Dia pun meminta agar perbankan yang bekerjasama dengan BI Perwakilan Maluku dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat baik di kantor maupun melalui ATM.

Guna mengantisipasi peredaran uang palsu menjelang lebaran, BI Perwakilan Maluku juga terus melakukan sosialisasi di masyarakat serta berkoordinasi dengan pihak perbankan dan aparat kepolisian.

Baca juga: Jelang Lebaran, Ada 17 Tempat Layanan Penukaran Uang di Jalan Tol Jatim

Dia mengatakan, tahun ini Kantor BI Perwakilan Maluku terus berupaya untuk memadukan pelayanan tunai dan non tunai dalam rangka mewujudkan less-cass society guna menumbuhkan kesadaran masyarakat dan pengusaha agar semakin sering menggunakan alat pembayaran dengan menggunakan kartu.

“Terutama uang elektronik sebagai alternatif melakukan transaksi selain dengan uang kertas dan uang logam,” ujarnya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Ibu Kota Baru Bukan di Hutan Bukit Soeharto

Ibu Kota Baru Bukan di Hutan Bukit Soeharto

Regional
RSKIA Kota Bandung Senilai Rp 750 Miliar Siap Beroperasi Tahun Depan

RSKIA Kota Bandung Senilai Rp 750 Miliar Siap Beroperasi Tahun Depan

Regional
Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Regional
Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Regional
Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Regional
Mahasiswa Minta KPK Tak 'Gantung' Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Mahasiswa Minta KPK Tak "Gantung" Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Regional
Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Regional
Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Regional
Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Regional
Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Regional
Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Regional
Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Regional
Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Regional
Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Regional
Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X