Seorang Ayah di Makassar Ditangkap karena Jadikan Anaknya Pengemis

Kompas.com - 14/05/2019, 19:32 WIB
S (44) baju hitam saat diamankan tim Jatanras Polrestabes Makassar terkait kasus eksploitasi anak di sekitar Jalan. A. P. Pettarani, Makassar, Minggu (12/5/2019) dini hari. Dok Polrestabes Makassar S (44) baju hitam saat diamankan tim Jatanras Polrestabes Makassar terkait kasus eksploitasi anak di sekitar Jalan. A. P. Pettarani, Makassar, Minggu (12/5/2019) dini hari.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kasus eksploitasi anak yang dilakukan oleh orangtua kandung kembali terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kali ini, Kepolisian Resor Kota Besar Makassar (Polrestabes Makassar) menangkap S (44) seorang buruh lepas yang menyuruh anak perempuannya menjadi pengemis.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengungkapkan, penangkapan S dilakukan oleh Tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes Makassar di sekitar Jalan A.P. Pettarani, Makassar, pada Minggu (12/5/2019) dini hari.

Baca juga: Gelembungkan Suara Caleg Gerindra di Bengkulu, 3 Anggota PPK Ditangkap Polisi

Indratmoko menyebut, motif dasar S menyuruh anak perempuannya yang masih duduk di bangku kelas 3 SD karena alasan ekonomi. Di samping itu, S yang bekerja sebagai buruh harian lepas sedang terlilit utang.

"Yah motifnya tentu faktor ekonomi lah, buat nambah kebutuhan dapur, selain itu dia sengaja memperkerjakan anaknya untuk mengemis di pinggir jalan untuk menambah- nambah uang untuk membayar utangnya," ungkapnya, Rabu (14/5/2019).

Diterangkan Indratmoko, S memanfaatkan momentum bulan ramadan menyuruh anaknya menjadi pengemis agar warga yang beragama muslim mau menyumbangkan hartanya ke anaknya yang masih di bawah umur.

Pengakuan S kepada polisi, tindakan anaknya tersebut baru pertama kali dilakukannya.

"Ngomongnya sih selama puasa aja, tapi masih kita dalami lagi. Kalau (modusnya) yang ini dia jual tisu, kadang mengamen," jelasnya.

Baca juga: 2 Orang Pelaku Penembakan Polisi di Palembang Terekam CCTV

Dari pemeriksaan polisi, sehari-hari anak S menjadi pengemis mulai pukul 17.00 Wita hingga pukul 02.00 Wita di sekitar pelataran lampu merah Jalan A.P. Pettarani-Boulevard Kota Makassar. Bahkan keduanya biasa beroperasi hingga pukul 05.00 Wita.

Penangkapan ini sendiri bermula ketika polisi yang sedang melakukan patroli menemukan anak S di sekitar lampu merah tersebut pada tengah malam. Tidak lama kemudian polisi mencari S dan menangkapnya tidak jauh dari lokasi mengemis. 

"Pelaku diamankan di dekat tkp yang asik makan di pinggir jalan," ungkapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longsor Batu di Purwakarta, Pemprov Jabar Tunggu Hasil Investigasi

Longsor Batu di Purwakarta, Pemprov Jabar Tunggu Hasil Investigasi

Regional
Kisah Sedih TKW Rustia Jadi Korban Perdagangan Manusia di Irak

Kisah Sedih TKW Rustia Jadi Korban Perdagangan Manusia di Irak

Regional
Senin Malam, Prabowo Bertemu Cak Imin, Ini yang Akan Dibahas

Senin Malam, Prabowo Bertemu Cak Imin, Ini yang Akan Dibahas

Regional
Tabrak Truk di Tol Trans Sumatra, Mahasiswa Kedokteran Unila Tewas

Tabrak Truk di Tol Trans Sumatra, Mahasiswa Kedokteran Unila Tewas

Regional
BMKG Sebut Angin Jadi Penyebab Kabut Asap Ekstrem di Palembang

BMKG Sebut Angin Jadi Penyebab Kabut Asap Ekstrem di Palembang

Regional
Kurikulum Pengelolaan Sampah Siap Diterapkan di Semua PAUD Karawang

Kurikulum Pengelolaan Sampah Siap Diterapkan di Semua PAUD Karawang

Regional
2 Teroris Ditangkap di Bali, Polisi Tingkatkan Keamanan di Bandara hingga Pusat Pariwisata

2 Teroris Ditangkap di Bali, Polisi Tingkatkan Keamanan di Bandara hingga Pusat Pariwisata

Regional
Bongkar Markas Diduga Milik KNPB, Polisi Temukan Ratusan Anak Panah dan Senapan Angin

Bongkar Markas Diduga Milik KNPB, Polisi Temukan Ratusan Anak Panah dan Senapan Angin

Regional
Video Saat Karaoke di Ruang Kerja Viral, Ini Tanggapan Bupati Malang

Video Saat Karaoke di Ruang Kerja Viral, Ini Tanggapan Bupati Malang

Regional
Ucapan Syukur Mbah Mitun Melihat Gubuknya yang Reyot Diperbaiki

Ucapan Syukur Mbah Mitun Melihat Gubuknya yang Reyot Diperbaiki

Regional
Babi Hutan Merusak 30 Hektar Lahan Warga di Ciamis

Babi Hutan Merusak 30 Hektar Lahan Warga di Ciamis

Regional
90 Persen Kasus Bunuh Diri akibat Depresi, Pahami Ciri-cirinya

90 Persen Kasus Bunuh Diri akibat Depresi, Pahami Ciri-cirinya

Regional
Fakta Nikah dengan Biaya Murah, Rio dan Karin Buat Cincin Kawin dari Batu Meteorit dengan Biaya Rp 500.000

Fakta Nikah dengan Biaya Murah, Rio dan Karin Buat Cincin Kawin dari Batu Meteorit dengan Biaya Rp 500.000

Regional
Palembang Diselimuti Kabut Asap Ekstrem, Alat Pemantau Kualitas Udara Mendadak Rusak

Palembang Diselimuti Kabut Asap Ekstrem, Alat Pemantau Kualitas Udara Mendadak Rusak

Regional
Angka Bunuh Diri Tinggi, Baru 9 Persen Penderita Depresi Dapat Pengobatan Medis

Angka Bunuh Diri Tinggi, Baru 9 Persen Penderita Depresi Dapat Pengobatan Medis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X