Kompas.com - 14/05/2019, 17:03 WIB
Kepala BBPJN XVIII Papua, Osman Marbun KOMPAS.com/Dhias SuwandiKepala BBPJN XVIII Papua, Osman Marbun

JAYAPURA, KOMPAS.com - Pasca penembakan di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, pembagunan Trans Papua terhambat karena situasi keamanan tidak kondusif.

Utamanya, hambatan terjadi untuk pembangunan jembatan di Distrik Mbua dan Mugi.

"Khusus di beberapa titik tersebut sampai saat ini kita belum bisa lakukan pekerjaan di lapangan masih tunggu kondisi kembali kondusif," ujar Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Papua, Osman Marbun, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (14/5/2019).

Baca juga: Baku Tembak dengan KKB Selama 5 Jam, Anggota TNI Tewas di Nduga Papua

Pembangunan jembatan, terang Osman, sudah dimulai sejak satu bulan yang lalu. Titiknya dari Distrik Kenyam menuju Mugi.

Total ada 30 jembatan yang dikerjakan menuju Distrik Mugi dan karena masalah gangguan keamanan maka dipastikan pengerjaannya tidak akan rampung tahun ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada 16 titik (jembatan) dari Kenyam (menuju Mugi) dan 14 titik dari arah Mbua. Harusnya semua jembatan itu rampung tahun ini, tapi sekarang tidak mungkin, kita minta perpanjangan waktu lah, minimal sampai 2020," kata Osman.

Baca juga: Baku Tembak dengan Polisi, Seorang Pimpinan KKB Aceh Timur Tewas

Saat ini untuk yang melakukan pekerjaan fisik dan pengamanan, sudah ada di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dan sementara sedang menyiapkan material terkait pembangunan jembatan di Nduga.

Total panjang dari 30 jembatan yang akan dikerjakan di Nduga adalah 310 meter, sedangkan jalannya sudah terbuka dengan kondisi jalan tanah.

Sebagai informasi, total panjang pembangunan jalan Trans Papua mencapai 2.343,90 KM. Khusus di 2019, penanganannya mencapai 55,56 KM.

Baca juga: Dua Prajurit TNI Terluka Saat Diserang KKB di Nduga Papua

Sebelumnya, Senin 13 Mei 2019, pihak Kodam XVII Cenderawasih mengkonfirmasi adanya baku tembak antara TNI dan KKB di Distrik Mugi.

Akibat kejadian tersebut, seorang TNI bernama Pratu Kasnun gugur karena mengalami luka tembak di bagian punggung.

TNI memastikan, KKB yang memulai aksi tersebut berasal dari kelompok pimpinan Egianus Kogoya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.