KPU Intan Jaya Papua Gelar Pleno Kabupaten di Jayapura, Bawaslu Sebut Tidak Diundang

Kompas.com - 14/05/2019, 16:57 WIB
Ilustrasi pemilu Kompas.com/ERICSSENIlustrasi pemilu

JAYAPURA, KOMPAS.com - KPU Kabupaten Intan Jaya menggelar pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat kabupaten di Kota Jayapura, Papua, Selasa (14/5/2019).

Namun, Anggota Komisioner Bawaslu Papua Ronald Richard Manoach mengaku tidak menerima undangan, sementara komisioner Bawaslu Intan Jaya masih berada di Kabupaten Nabire.

"Semua keputusan yang dilakukan oleh KPU Intan Jaya itu tidak sah dan catat prosedur, karena tidak melibatkan Bawaslu dan para saksi parpol," sebut Ronald, di Kota Jayapura, Selasa (14/05/2019).

Bawaslu Intan Jaya, terang Ronald, sejak awal telah mengupayakan agar pleno tingkat kabupaten digelar di Distrik Sugapa, namun dia menilai ada itikad tidak baik dari KPUD Intan Jaya yang dianggap berusaha menghindar.

Baca juga: Demo Pendukung Prabowo di Bawaslu Sulsel, Seorang Komisioner Diminta Bersumpah

Bahkan menurutnya, Komisioner KPUD Intan Jaya tanpa konfirmasi pergi ke Kabupaten Nabire dan kemudian dikejar oleh Komisioner Bawaslu Intan Jaya.

Di Nabire, pleno tidak juga digelar dan dari KPUD Intan Jaya mengajak Bawaslu ke Jayapura untuk menggelar pleno. Namun, ajakan tersebut ditolak.

"Setelah itu, sampai saat ini kami kehilangan kontak (tidak ada kejelasan). Akan tetapi, tiba-tiba KPU Intan Jaya, meminta kami untuk ikut pleno di tingkat provinsi. Ketua Bawaslu Intan Jaya dengan tegas telah menolak hal itu, karena memang pleno di tingkat kabupaten belum dilakukan. Dan yang sangat mengkagetkan kami, bahwa menurut informasi, Kabupaten Intan Jaya melakukan rapat pleno tersebut di Hotel Grand Abe hari ini," tutur Ronald.

Ronald menegaskan, bila KPUD Intan Jaya masih menjalankan pleno secara sepihak, maka akan ada konsekuensi hukum yang diterima.

Sementara, Ketua KPU Papua Theodrus Kossay mengatakan, pelaksanaan pleno Kabupaten Intan Jaya tidak bisa dilakukan di Sugapa karena faktor keamanan sehingga diputuskan untuk dipindah ke Nabire.

Namun, di Nabire, situasi tetap tidak kondusif seingga ada permintaan agar pleno dilakukan di Jayapura.

Baca juga: Pendukung Prabowo Bakal Duduki Kantor Bawaslu Sulsel Jika Tuntutannya Tidak Didengar

"Kami dengar laporan dari KPU Intan Jaya bahwa pleno di Intan Jaya situasinya tidak nyaman lalu mau pleno di Nabire. Begini di sana juga tidak nyaman ya sudah kami perintahkan untuk ke sini (Kota Jayapura) dan pleno di sini," ujar dia.

Namun, ia menyayangkan tindakan KPU Intan Jaya yang meggelar pleno tanpa melibatkan Bawaslu dan saksi parpol.

"Itu yang kami sayangkan, kami dengan Bawaslu sudah bicarakan, kalau mau ke sini itu sama-sama dengan Bawaslu dan pihak kemanannya. Lalu kalau sudah di sini dilakukan pleno dengan mengundang Bawaslu dan saksi-saksi, itu wajib hukumnya, kami harap mereka sudah bangun komunikasi dengan Bawaslu," kata Theodorus.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X