Pembuat Video Adu Domba TNI-Polri Buat dan Sebar Video Minta Maaf

Kompas.com - 14/05/2019, 15:50 WIB
Tim gabungan membawa IAS dari ruang penyidikan ke dalam mobil minibus menuju Kantor Polda Jabar, Senin malam (13/5/2019). Proses penanganan kasus IAS pria yang membuat dan menyebar video provokatif dilimpahkan ke Polda Jabar. Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONTim gabungan membawa IAS dari ruang penyidikan ke dalam mobil minibus menuju Kantor Polda Jabar, Senin malam (13/5/2019). Proses penanganan kasus IAS pria yang membuat dan menyebar video provokatif dilimpahkan ke Polda Jabar.


CIREBON, KOMPAS.com – IAS (49), pria yang membuat dan menyebarkan video berisi ujaran kebencian dan provokasi adu domba antara TNI-POLRI, meminta maaf.

Melalui video yang berdurasi 1 menit 13 detik, IAS mengakui apa yang dia sampaikan sebelumnya adalah sebuah kesalahan dan kekeliruan.

Video permintaan maaf IAS tersebar di sejumlah grup aplikasi WhatsApp.

Baca juga: Ini Alasan IAS Buat Video Adu Domba TNI-Polri

Polres Cirebon melimpahkan proses penanganan hukum IAS, pria yang menyebarkan video bernada provokatif ke Polda Jawa Barat Senin malam (13/5/2019) di kantor Polres Cirebon.

Beberapa jam usai pelimpahan tersebut, video berisi permintaan maaf IAS menyebar di sejumlah aplikasi grup WhatsApp.

Tampak dalam video, pria yang berstatus pengasuh di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Cirebon mengenakan baju koko berwarna putih dengan peci berwarna hitam.

Pakaian tersebut sama dengan pakaian yang dia kenakan saat proses pemindahan dirinya ke Polda Jabar.

Baca juga: Ini Alasan IAS Buat Video Adu Domba TNI-Polri

Melalui video itu, IAS yang juga berstatus dosen, menyampaikan minta maaf telah keliru memahami apa yang Kapolri sampaikan saat upacara pengamanan pemilu.

IAS juga minta maaf atas kalimat yang bernada provokatif mengadu domba antara TNI-POLRI.

Terakhir IAS menyoroti kalimatnya sendiri yang mendoakan keburukan akan terjadi pada seseorang yang angkuh dan sombong dengan ancaman penyakit.

Di depan ruang pemeriksaan, kuasa hukum IAS Ibrahim Kadir Tuasamu menjawab pertanyaan Kompas.com yang mencari tahu respon IAS pasca ditangkap dan diperiksa polisi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X