Tersangka KPK, Wali Kota Tasikmalaya Menangis Saat Rapat Paripurna di DPRD

Kompas.com - 14/05/2019, 15:34 WIB
Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, terlihat menangis kembali pasca-tersangka KPK saat Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (14/5/2019). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHAWali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, terlihat menangis kembali pasca-tersangka KPK saat Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (14/5/2019).


TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, yang saat ini berstatus tersangka di KPK, menangis saat menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (14/5/2019).

Sebelumnya, kepala daerah yang menjabat periode kedua itu menangis saat diangkat puluhan petugas Satpol PP di kantornya beberapa waktu lalu.

"Saya mengucapkan terima kasih dan meminta maaf kepada semuanya yang hadir di sini para wakil rakyat Kota Tasik. Maaf, saya terharu," terang Budi, usai memberikan sambutan terakhir sembari terseguk, saat Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa siang.

Baca juga: Wali Kota Tasikmalaya Sebut Geng Motor Berulah Waktu Sahur Saat Polisi Lengah

Perkataan Budi yang terbata-bata itu pun membuat suasana rapat paripurna hening.

Terlihat dua wakil ketua DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDI-P Muslim dan Golkar Nurul Awalin, menutup kedua matanya sembari menundukkan wajahnya.

"Ya, tadi gitu," singkat Nurul, seusai rapat paripurna selesai.

Budi sendiri menghadiri rapat paripurna terkait Laporan Kegiatan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kota Tasikmalaya tahun 2018.

Paripurna hari kedua itu mengagendakan penyampaian LKPJ dari Pemkot Tasikmalaya langsung oleh kepala daerah.

Selain Budi, hadir Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf, yang sejak kemarin selalu setia mendampinginya hadir di tiap acara pasca-diperiksa tersangka oleh KPK, Kamis (9/5/2019).

Diberitakan sebelumnya, Budi Budiman, milih menjalankan aktivitasnya sebagai wali kota Tasikmalaya, pasca-tidak ditahan KPK meski sudah berstatus tersangka.

Budi memilih akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala daerah jika dirinya resmi ditahan KPK atau adanya putusan inkrah di pengadilan.

Baca juga: Setelah Tak Ditahan KPK, Wali Kota Tasikmalaya Rotasi dan Mutasi Pegawai

Budi disangka terlibat dalam kasus suap terkait dana alokasi khusus (DAK) Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018.

Budi disangka memberikan uang Rp 400 juta kepada Yaya Purnomo selaku pegawai di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

Budi disangka melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

Regional
Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Regional
Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Regional
Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Regional
Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Regional
Pemkab Karawang Siapkan Sanksi bagi Perusahaan yang Lalai Terapkan Protokol Kesehatan

Pemkab Karawang Siapkan Sanksi bagi Perusahaan yang Lalai Terapkan Protokol Kesehatan

Regional
11 Ibu Hamil Positif Covid-19 Tanpa Gejala Diisolasi di Rusunawa Bener Yogyakarta

11 Ibu Hamil Positif Covid-19 Tanpa Gejala Diisolasi di Rusunawa Bener Yogyakarta

Regional
21 Tenaga Medis Positif Covid-19, 4 Fasilitas Kesehatan di Manokwari Ditutup

21 Tenaga Medis Positif Covid-19, 4 Fasilitas Kesehatan di Manokwari Ditutup

Regional
Pria Ini Culik Bayi Kekasihnya gegara Gagal Menikah, Lari dari Jambi Tertangkap di Jakarta

Pria Ini Culik Bayi Kekasihnya gegara Gagal Menikah, Lari dari Jambi Tertangkap di Jakarta

Regional
Ini Motif Pelaku Tabrak Gerbang Mapolresta Tasikmalaya dan Berupaya Rebut Senjata Petugas

Ini Motif Pelaku Tabrak Gerbang Mapolresta Tasikmalaya dan Berupaya Rebut Senjata Petugas

Regional
Pilkada Kabupaten Malang, Seorang Bakal Calon dari Jalur Independen Positif Covid-19

Pilkada Kabupaten Malang, Seorang Bakal Calon dari Jalur Independen Positif Covid-19

Regional
Terlilit Pinjaman Online, Kepala Toko Alfamart Nekat Bobol Brankas Sendiri

Terlilit Pinjaman Online, Kepala Toko Alfamart Nekat Bobol Brankas Sendiri

Regional
Pemilik Showroom Motor Diculik, Uang di ATM Rp 30 Juta Dikuras

Pemilik Showroom Motor Diculik, Uang di ATM Rp 30 Juta Dikuras

Regional
Gubernur Kalbar: Saya Akan Tetap Sanksi Maskapai Sekalipun Ditegur Menteri

Gubernur Kalbar: Saya Akan Tetap Sanksi Maskapai Sekalipun Ditegur Menteri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X