PVMBG Sebut Gunung Karangetang pada Level III atau Siaga

Kompas.com - 14/05/2019, 13:37 WIB
Gunung Karangetang tampak jelas mengeluarkan asap putih tebal di kawah utama dan bertekanan gas kuat lebih kurang 400 meter. Sedangkan kawah dua juga mengeluarkan asap putih sedang dengan tekanan gas sedang 150 meter. Dokumen Pos Pengamatan Gunung Api KarangetangGunung Karangetang tampak jelas mengeluarkan asap putih tebal di kawah utama dan bertekanan gas kuat lebih kurang 400 meter. Sedangkan kawah dua juga mengeluarkan asap putih sedang dengan tekanan gas sedang 150 meter.

MANADO, KOMPAS.com - Dalam sehari Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, mengalami gempa vulkanik dangkal 1-3 kali. Namun, aktivitasnya berfluktuasi.

Selain itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, terekamnya gempa fase banyak berkisar 2-5 kali kejadian per hari.

"Kejadian itu sejak 4 hari terkahir. Gempa fase banyak dan gempa vulkanik dangkal yang terjadi itu berfluktuasi," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Hendra Gunawan, saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (14/5/2019) siang.


Baca juga: Tanah Bergerak di Sukabumi Masih Berpotensi Terjadi, Ini Imbauan PVMBG

Tak hanya itu, lanjut Hendra, Gunung Karangetang juga mengeluarkan asap.

"Secara visual tinggi asap berwarna putih dari kawah berkisar 50-200 meter di atas kawah puncak, ketebalan asap tipis hingga sedang," katanya.

Ia juga mengatakan, sampai saat ini tingkat aktivitas Gunung Karangetang pada level III atau siaga.

Untuk itu, ia mengimbau dan merekomendasikan agar warga, pengunjung atau wisatawan tidak mendekati dan melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan).

Baca juga: Gunung Karangetang Terus Keluarkan Asap, Ini Penjelasan PVMBG

Serta area perluasan sektoral dari kawah dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 kilometer, yaitu wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Kali Saboang.

Kemudian, warga di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X