Lokomotif KA Pangrango Tambahan Cocok di Pegunungan dan Terjang Banjir

Kompas.com - 14/05/2019, 12:41 WIB
PT KAI meluncurkan KA Pangrango tambahan relasi Bogor-Sukabumi jelang mudik lebaran 2019 di Stasiun Bogor, Selasa (14/5/2019). KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAHPT KAI meluncurkan KA Pangrango tambahan relasi Bogor-Sukabumi jelang mudik lebaran 2019 di Stasiun Bogor, Selasa (14/5/2019).


BOGOR, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi meluncurkan relasi kereta api Bogor-Sukabumi KA Pangrango tambahan di Stasiun Bogor, Selasa (14/5/2019).

Hal itu untuk mengantisipasi melonjaknya penumpang tujuan Bogor-Sukabumi saat masuk mudik lebaran 2019.

Selain itu, hadirnya KA Pangrango tambahan ini juga untuk memudahkan akses masyarakat yang ingin bepergian mengingat jalur Bogor-Sukabumi kerap kali mengalami kemacetan.

Baca juga: Jelang Lebaran 2019, PT KAI Tambah Perjalanan KA Pangrango Bogor-Sukabumi

Executive Vice President PT KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta Dadan Rudiansyah menyebut, KA Pangrango tambahan ini ditarik menggunakan Lokomotif CC300 yang diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (Inka).

Kelebihan dari Lokomotif CC300 ini, sebut Dadan, sangat cocok digunakan di medan pegunungan yang berkelok dan menanjak seperti di jalur kereta Bogor-Sukabumi.

Selain itu, CC300 dinilai lebih mampu menerjang banjir, sebab batas toleransi ketinggian air maksimal 25 sentimeter.

"Ini didesain lebih tinggi. Yang biasa kita pakai itu kalau ada air 10 sentimeter itu bisa kena langsung motornya. Kalau sekarang lebih tinggi, jadi lebih kuat," sebut Dadan.

Baca juga: Transportasi Dari dan Ke YIA, Bisa Pakai KA Bandara, Damri, hingga SatelQu

Dadan menuturkan, pihaknya juga melakukan pemantauan di beberapa titik rawan bencana di jalur kereta Bogor-Sukabumi.

Kata Dadan, ada sembilan titik rawan longsor dan amblas di jalur tersebut.

Dirinya menambahkan, KA Pangrango tambahan ini memiliki kapasitas penumpang sebanyak 474 tempat duduk dalam satu rangkaian.

Rinciannya, kata Dadan, 50 tempat duduk untuk satu kereta eksekutif dan 424 untuk empat kereta ekonomi.

Untuk harga tiket KA Pangrango tambahan ini sama dengan harga KA Pangrango eksisting, yaitu Rp 80 ribu untuk eksekutif dan Rp 35 ribu untuk ekonomi.

"Minat masyarakat yang menggunakan kereta api sangat positif. Rata-rata okupansi KA Pangrango pada akhir pekan mencapai 97 persen, sementara hari kerja 86 persen. Dengan adanya tambahan jadwal ini, kami berharap masyarakat dapat mudah melakukan perjalanan dari Bogor ke Sukabumi maupun sebaliknya," tutup Dadan. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesal E-KTP Tak Kunjung Jadi, Perempuan Ini Ngamuk Sambil Bawa Pisau

Kesal E-KTP Tak Kunjung Jadi, Perempuan Ini Ngamuk Sambil Bawa Pisau

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kontak Senjata di Depan Kantor Bupati Intan Jaya | Ajudan Gubernur Maluku Aniaya Petugas Bandara

[POPULER NUSANTARA] Kontak Senjata di Depan Kantor Bupati Intan Jaya | Ajudan Gubernur Maluku Aniaya Petugas Bandara

Regional
Gara-gara Utang Judi Game Online Rp 766 Juta, Jefri Diculik dan Dianiaya hingga Tewas, Ini Kronologinya

Gara-gara Utang Judi Game Online Rp 766 Juta, Jefri Diculik dan Dianiaya hingga Tewas, Ini Kronologinya

Regional
Dari Arisan RT, 20 Warga Kulon Progo Terpapar Corona, Virus Menyebar hingga ke Pasar Tradisional

Dari Arisan RT, 20 Warga Kulon Progo Terpapar Corona, Virus Menyebar hingga ke Pasar Tradisional

Regional
Fakta Brigadir Kiki Pukul Petugas Bandara, Korban Pendarahan di Hidung, Berujung ke Jalur Hukum

Fakta Brigadir Kiki Pukul Petugas Bandara, Korban Pendarahan di Hidung, Berujung ke Jalur Hukum

Regional
Anggota DPRD Tegal Gelar Pentas Dangdutan Timbulkan Kerumunan, Ganjar: Tahan Diri

Anggota DPRD Tegal Gelar Pentas Dangdutan Timbulkan Kerumunan, Ganjar: Tahan Diri

Regional
Bakal Paslon Tak Lolos karena Status Mantan Koruptor, Ratusan Pendukung Demo KPU Dompu

Bakal Paslon Tak Lolos karena Status Mantan Koruptor, Ratusan Pendukung Demo KPU Dompu

Regional
Kisah Pilu Kakek Mauria, Tak Bisa Melihat karena Matanya Digigit Serangga, Butuh Biaya Berobat

Kisah Pilu Kakek Mauria, Tak Bisa Melihat karena Matanya Digigit Serangga, Butuh Biaya Berobat

Regional
Detik-detik Tahanan Narkoba Tewas Ditembak, Hampir Tabrak Petugas BNNP

Detik-detik Tahanan Narkoba Tewas Ditembak, Hampir Tabrak Petugas BNNP

Regional
Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Regional
Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Regional
KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

Regional
Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Regional
Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X