Deteksi Cacar Monyet, Bandara Pekanbaru Pasang Alat Pemindai Suhu Tubuh

Kompas.com - 14/05/2019, 10:28 WIB
Petugas KKP memasang Thermal Scanner atau pemindai suhu tubuh di pintu kedatangan internasional Bandara Internasional SSK II Pekanbaru, Riau, Senin (13/5/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGPetugas KKP memasang Thermal Scanner atau pemindai suhu tubuh di pintu kedatangan internasional Bandara Internasional SSK II Pekanbaru, Riau, Senin (13/5/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, telah dipasang thermal scanner atau pemindai suhu tubuh untuk mendeteksi virus monkeypox atau cacar monyet.

Alat canggih tersebut dioperasikan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di pintu kedatangan internasional.

Petugas medis KKP Bandara SSK II Pekanbaru dr Risnandar menjelaskan, thermal scanner fungsinya untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang yang datang dari negara terjangkit virus yang memasuki wilayah Indonesia melalui Bandara SSK II Pekanbaru.

"Alat ini mendeteksi suhu tubuh dimana penumpang yang suhu tubuhnya lebih atau sama dengan 38 derajat, penumpang bisa kita periksa. Diperiksa riwayat perjalanannya apakah ada ke negara terjangkit ataupun kontak erat dengan penderita yang sakit (monkeypox)," papar Risnandar saat berbincang dengan Kompas.com, Selasa (14/5/2019).

Baca juga: 5 Fakta Cegah Cacar Monyet di Kepri: Bandara dan Pelabuhan Diperketat, 6 Ruang Isolasi Disiapkan

Dia menyebutkan, alat thermal scanner sebenarnya sudah lama dipasang di Bandara SSK II Pekanbaru, mengingat adanya penerbangan langsung dari Singapura ke Pekanbaru.

"Sudah lama dipasang. Ini sudah menjadi alat kita. Bukan pada saat ada isu virus Monkeypox di Singapura itu," jelas Risnandar.

Sejauh ini, lanjut dia, belum ditemukan penumpang yang datang dari luar negeri yang terjangkit virus monkeypox ataupun virus lainnya.

Meski demikian, pihaknya akan terus mewaspadai dan antisipasi masuknya penyakit menular tersebut melalui Bandara SSK II Pekanbaru.

Sementara itu, kasus monkeypox yang ditemukan di Singapura, menurut Risnandar, korban bukan warga setempat.

"Setahu saya bukan (warga Singapura). Jadi dia orang Nigeria yang berkunjung ke Singapura. Penyakit monkeypox terutama berasal dari negara-negara di Afrika Barat, Sierra Leone dan kemudian Afrika Tengah dan Sudan. Di Indonesia tidak ada," ucap Risnandar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X