Ditunjuk Presiden Jadi Kepala BKKBN, Bupati Kulon Progo: Setelah Ketemu Sekab, Baru Bisa Cerita

Kompas.com - 14/05/2019, 10:04 WIB
Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERABupati Kulon Progo Hasto Wardoyo

KULON PROGO, KOMPAS.com — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Jokowi melontarkan hal ini di sela-sela keterangan pers peresmian Tol Pandaan-Malang, Jawa Timur.

Hasto menyambut terbuka keinginan Presiden. Menurutnya, keputusan siapa pun yang ditunjuk harus siap mengemban tugas baru itu.

"Kita ini kalau dapat amanah ya bismillah, kalau tidak dapat ya alhamdulillah. Sejak dulu ya begitulah menyikapinya," kata Hasto di rumahnya, Senin (13/5/2019) menjelang tengah malam.

Baca juga: Bupati Kulon Progo Ingatkan Warga Tidak Bermusuhan karena Beda Pilihan

Dokter kebidanan ini mengakui, sampai sekarang dirinya tahu penunjukan dirinya sebagai orang nomor satu di BKKBN itu melalui pesan singkat WA dari seorang pejabat di lingkungan Kementerian Kesehatan RI.

Pesan itu berupa foto surat petikan penunjukan dirinya sebagai kepala BKKBN. Surat itu memiliki kop berlambang bintang warna coklat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terdapat tulisan "Presiden Republik Indonesia" dengan dua poin. Pertama, pengangkatan Hasto sebagai Kepala BKKBN terhitung sejak tanggal pelantikan.

Dalam poin itu dijelaskan, sebagai Kepala BKKBN memiliki wewenang dan hak keuangan, administrasi dan fasilitas lain setingkat jabatan struktural eselon I.

Hasto berharap semua pihak menunggu kepastian ini sampai dirinya menerima surat keputusan itu.

"Surat belum ada yang saya terima. Jadi belum bisa, hanya lisan tapi dengan surat," kata Hasto.

Baca juga: Bupati Kulon Progo Ingin Kekhasan Batik Geblek Renteng Menghias Underpass di NYIA

Hasto mengungkapkan, dirinya mendapat undangan Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Jakarta, Selasa siang ini.

Ia tidak bisa memastikan apakah ini terkait dengan bocoran SK yang sempat tersebar di media sosial ini.

"Ranah sekretaris kabinet. Saya ditelepon Pak Pramono Anung untuk ke sana. Saya ke sana jam 07.00, mungkin (setelah itu) baru bisa cerita. Sekarang belum bisa. Mestinya memang terkait dengan surat ini. Sumber dari Seskab. Tidak ada diskusi panjang lebar via telepon. Maka jawaban saya sabar ya," kata Hasto.

Kebutuhan Kepala BKKBN memang sudah lama karena kekosongan jabatan itu. Posisi ini setara eselon I.

Hasto mengakui perlu persiapan matang bila benar menerima keputusan itu, terutama karena perbedaan dari sebelumnya memimpin sebuah daerah selanjutnya harus memimpin sebuah direktorat.

Persiapan lain, tentu harus memastikan bagaimana berbagai program ekonomi kerakyatan di Kulon Progo masih akan berlanjut, terlebih mengingat daerah ini baru mekar.

"Sempat galau juga, soalnya banyak program. Banyak inisiasi program yang harus diselesaikan. Harus banyak kesiapan," katanya.

Hasto mengungkapkan isu di kependudukan dan keluarga berencana menurutnya memang penuh tantangan dari hulu ke hilir. Di dalamnya terkait isu kesehatan, pengangguran, hingga bagaimana mewujudkan keluarga prasejahtera menjadi sejahtera.

Baca juga: Warga Cemas dengan Bandara Baru, Bupati Kulon Progo Bilang Mari Berpikir Rasional

Di sisi hulu tentu harus bisa menekan angka kematian ibu hamil dan bayi, keberhasilan kontrasepsi, hingga menekan angka stunting. Di antara beberapa upayanya ialah dengan mengelola pola melahirkan agar tidak terlalu dekat kelahiran satu dengan berikutnya.

Sementara di sisi hilir, kata Hasto, kependudukan bicara tentang bonus demografi pada rentang 2020-2030 yang diperkirakan sampai 46 persen.

Hasto mengartikan ini sebagai 2 orang usia produktif menanggung 1 orang usia tidak produktif.

Keberhasilan mengelola bonus demografi ini merupakan modal pembangunan pada masa depan. Sebaliknya, ketidakmampuan mengelolanya justru jadi beban pembangunan.

"Saya kira isu-isu itu yang sangat berkaitan," kata Hasto.

Hasto Wardoyo lahir di Kulon Progo, 55 tahun silam. Ia dikenal sebagai dokter kebidanan dan pengusaha bidang jasa kesehatan. Hasto menjadi bupati sejak 2011. Ini periode kedua ia menjabat hingga 2022.

Hasto terkenal dengan berbagai program yang mengangkat perekonomian Kulon Progo. Program terobosannya adalah niat untuk terus menumbuhkan startup yang berbasis kerakyatan di daerahnya dan bukan memunculkan startup yang mengakumulasi uang sehingga mencipta kapitalis berikutnya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.