Cegah Cacar Monyet, Penumpang dari Singapura Diperiksa "Thermal Detection"

Kompas.com - 13/05/2019, 16:26 WIB
Kantor Karantina dan Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) telah memasang thermal detector untuk mendeteksi suhu badan penumpang demi mengantisipasi wabah penyakit cacar monyet. KOMPAS.com/ HADI MAULANAKantor Karantina dan Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) telah memasang thermal detector untuk mendeteksi suhu badan penumpang demi mengantisipasi wabah penyakit cacar monyet.

BATAM, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, pihaknya bersama kantor Karantina dan Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) telah memasang thermal detector (alat pendeteksi suhu tubuh) di pelabuhan feri internasional.

Upaya itu untuk mencegah masuknya wabah penyakit cacar monyet ( monkeypox) yang diduga menyerang satu warga Afrika yang kebetulan mengunjungi Singapura.

Alat pendeteksi suhu tubuh tersebut dipasang pelabuhan feri internasional Batam Centre dan Harbour Bay. Kedua pelabuhan itu terbilang padat arus keluar masuk kapal feri.

"Setiap penumpang yang masuk melalui pelabuhan feri internasional, kami lakukan pemeriksaan suhu tubuhnya, dan apabila ada yang terinfeksi langsung dilakukan pemeriksaan khusus," kata Didi, Senin (13/5/2019).


Baca juga: Waspada Penyakit Monkeypox, Dinas Kesehatan Riau Minta Dilakukan Pengawasan di Bandara dan Pelabuhan

Sampai saat ini, lanjut Didi, belum ada temuan penumpang yang terkena cara monyet. Namun demikian, pihaknya tetap bersiaga dan terus memeriksa setiap penumpang yang masuk melalui pelabuhan feri internasional.

Selain warga luar, warga Batam yang ingin berpergian atau masuk ke Batam dari Singapura dan Malaysia juga tetap diperiksa.

Bahkan untuk mengantisipasi merebaknya virus ini, Dinkes Batam juga menyiapkan 6 ruang isolasi, yakni 2 ruangan di RSUD Embung Fatimah dan 4 di RSBP Sekupang.

"Mudah-mudahan wabah ini tidak masuk ke Batam," harapnya.

Baca juga: 6 Fakta Ratusan KPPS Gugur, Jumlah Korban hingga 13 Penyakit Penyebabnya

Didi menjelaskan, virus ini sebenarnya bukan berasal dari Singapura. Virus cacar monyet ini awalnya menjangkiti salah satu warga Afrika yang berada di Singapura.

Namun saat ini yang bersangkutan sudah dikarantina oleh otoritas kesehatan Singapura.

Catatan:

Redaksi sudah mengoreksi ketidakakuratan data di artikel dan keterangan foto. Sebelumnya, disebutkan bahwa penyakit cacar monyet (monkeypox) meluas di Singapura. Kenyataannya adalah bahwa hanya ada satu warga Afrika terkena suspect cacar monyet dan sudah ditangani otoritas kesehatan setempat. Kami mohon maaf atas ketidakakuratan ini. Terima kasih

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Regional
Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Regional
60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X