Berkah Ramadhan, Jacob Raih Omzet Rp 3 Juta Per Hari dari Berjualan Leumang

Kompas.com - 13/05/2019, 14:48 WIB
Jacob (47) sedang menyiapkan leumang untuk dijual sebagai penganan bebruka puasa di banda Aceh. Leumag biasa hanya bisa ditemui di bulan ramadan di Banda Aceh. Konsumennya tidak hanya di Banda Aceh tapi juga warga yang berdomisili diluar Banda Aceh bahkan berdomisi di luar negeri. *****KOMPAS.com/DASPRIANI Y ZAMZAMI Jacob (47) sedang menyiapkan leumang untuk dijual sebagai penganan bebruka puasa di banda Aceh. Leumag biasa hanya bisa ditemui di bulan ramadan di Banda Aceh. Konsumennya tidak hanya di Banda Aceh tapi juga warga yang berdomisili diluar Banda Aceh bahkan berdomisi di luar negeri. *****

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Setelah hanya sebagai lahan tempat tumpukan kayu dan barang bekas lainnya, kini tanah berumput seluas lebih kurang 30 meter persegi ini berdiri bangunan dengan atap seng yang sederhana.

Sudah masuk bulan puasa, pastinya lokasi ini menjadi tempat pembakaran Leumang Bambu, penganan berbuka puasa yang dinanti oleh warga.

M Jacob Jailani (47) pun segera memulai aktivitas berbeda.

“Kalau di luar Ramadhan saya buruh bangunan, tapi kalau Ramadhan membantu usaha ibu membakar leumang dan menjualnya sebagai penganan berbuka puasa," ujar Jacob sambil menyiapkan pembakaran dan bambu saat ditemui Kompas.com, Senin (13/5/2019).


Baca juga: Polisi Lamongan Bagi Takjil dan Helm Gratis kepada Pengendara Motor

Hampir setengah jam kemudian, bunyi gemeretak kayu yang menandakan tempurung kelapa kayu berubah jadi bara terdengar. Di sekelilingnya, seratusan batang bambu terjejer rapi, ukurannya sama.

Waktu menujukkan pukul 13.30 WIB. Cuaca di luar sangat terik. Delapan hari di bulan Ramadhan ini suhu di Kutaraja tak kurang dari 34 derajat celcius.

Kendati demikian, pria asal Uno, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, ini tetap dalam kondisi berpuasa. Batang-batang bambu ini sudah berisi beras ketan putih dan hitam dan sebagiannya berisi ubi kayu yang sudah dihaluskan.

Kemudian dia membakarnya untuk dijadikan penganan bernama Leumang. Selain bisa dimakan begitu saja, leumang biasa dimakan dengan selai srikaya, selai durian atau bahkan dengan menu rendang daging.

Beras ketan atau ubi kayu yang dihaluskan ini dibakar di dalam batang bambu, yang dalam bahasa Aceh disebut Buloh Trieng. Bambu yang dipilih adalah bambu yang memiliki penampang yang lebih tipis dibandingkan bambu biasanya.

Satu batang bambu buluh dipotong dengan panjang sekitar 40-80 sentimeter bahkan lebih. Bambu ini diisi beras ketan dan santan lalu dibakar pada bara api yang banyak dalam posisi berdiri dengan sudut kemiringan kira-kira 80 derajat.

Sebelum dimasukkan beras ketan atau ubi kayu, dinding bambu buluh itu dilapisi daun pisang muda atau lebih tipis sehingga memudahkan saat mengambil ketan yang telah masak di dalamnya.

Selama bulan Ramadhan, Jacob bisa memesan 3 kali buluh bambu, sekali pesan sebanyak 40-50 batang dengan harga Rp 2,1 juta.

Leumang memang menjadi satu di antara banyak penganan yang mudah ditemui jika Ramadhan saja. Untuk Kota Banda Aceh dan skitarnya, Leumang Wak Hapsah memang menjadi favorit warga.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Regional
Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Regional
Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Regional
Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Close Ads X