Sosialisasi Gencar, Jokowi-Ma'ruf Justru Kalah Telak di Sumbar, Kenapa?

Kompas.com - 13/05/2019, 09:54 WIB
KPU Sumbar melakukan pleno rekapitulasi suara, Jumat (10/5/2019) di Hotel Pangeran Padang. Rapat pleno ini dipastikan molor dari jadwal Kompas.com/PERDANA PUTRAKPU Sumbar melakukan pleno rekapitulasi suara, Jumat (10/5/2019) di Hotel Pangeran Padang. Rapat pleno ini dipastikan molor dari jadwal

PADANG, Kompas.com — Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumatera Barat Hendra Irwan Rahim mengaku pusing dengan hasil perolehan suara calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Sumbar.

Pada Pilpres 2014 Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla mendapatkan 23,1 persen. Namun, di Pilpres 2019 suara Jokowi yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin malah turun menjadi 14,1 persen.

"Saya pusing. Di mana salahnya Jokowi, apa yang tidak diperbuat Jokowi di Sumbar," kata Hendra yang dihubungi Kompas.com, Senin (13/5/2019).

Baca juga: Menang Telak di Sumatera Barat, Prabowo-Sandiaga Raih 85,9 Persen

Ketua DPD Golkar Sumbar itu menyebutkan, sosialisasi yang dilakukan Jokowi dan tim di Sumbar lebih gencar dibandingkan Pilpres 2014, tetapi hasilnya malah makin jeblok.

"Beberapa kali Jokowi mendatangi Sumbar, membangun Sumbar. Apa lagi yang kurang? Dukungan kepala daerah, dukungan ulama seperti Buya Masoed, Buya Shofwan, Buya Bagindo. Saya pikir semuanya sudah ada," kata Hendra.

Hendra menilai kekalahan telak Jokowi karena sebagian besar pemilih Sumbar tidak mengenal siapa calonnya sehingga memilih hanya berdasarkan ikut-ikutan saja.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Dr Asrinaldi, mengaku terkejut dengan hasil rekapitulasi suara yang menempatkan Jokowi-Ma'ruf Amin kalah telak dengan 14,1 persen.

"Hasil ini memang di luar prediksi banyak pihak karena sosialisasi Jokowi pada Pilpres 2019 ini lebih gencar dibandingkan 2014. Harusnya, suara Jokowi naik, tapi ini malah turun," kata Asrinaldi.

Baca juga: Selisih 2 Suara, Rekapitulasi Penghitungan Suara di Sumatera Barat Molor

Asrinaldi mencontohkan, perhatian Jokowi ke Sumbar yang cukup besar. Kemudian, ditambah dengan dukungan sejumlah kepala daerah dan ulama-ulama besar Sumbar.

Nyatanya, hal itu, kata Asrinaldi, belum mampu mendongkrak perolehan suara Jokowi di Sumbar.

Peneliti dari Laboratorium Ilmu Politik (LIP) Unand ini mengatakan, hasil ini menunjukkan bahwa keinginan masyarakat Sumbar agar Prabowo jadi presiden sangat besar.

"Keinginan masyarakat Sumbar sangat besar, tapi secara nasional belum tentu. Masih menunggu keputusan KPU," katanya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

77 Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia

77 Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia

Regional
30 Desa di Karawang Terendam Banjir, 9.514 Warga Mengungsi

30 Desa di Karawang Terendam Banjir, 9.514 Warga Mengungsi

Regional
Satu Pembina Pramuka Bersertifikat Tinggalkan 249 Siswa Saat Susur Sungai, Ini Alasannya

Satu Pembina Pramuka Bersertifikat Tinggalkan 249 Siswa Saat Susur Sungai, Ini Alasannya

Regional
3 Tersangka yang Miliki Ide Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa Malah Tak Ikut Kegiatan

3 Tersangka yang Miliki Ide Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa Malah Tak Ikut Kegiatan

Regional
Tempat Karaoke Paradiso di Cilacap Terbakar, Kerugian Capai Rp 1,2 M

Tempat Karaoke Paradiso di Cilacap Terbakar, Kerugian Capai Rp 1,2 M

Regional
3 Pembina yang Miliki Sertifikasi MKD Pramuka Tak Ikut Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa

3 Pembina yang Miliki Sertifikasi MKD Pramuka Tak Ikut Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa

Regional
Tak Mampu Ikuti Pelajaran, 3 Siswa SMAN 1 Sragen Mengundurkan Diri

Tak Mampu Ikuti Pelajaran, 3 Siswa SMAN 1 Sragen Mengundurkan Diri

Regional
Laporan Pencemaran Nama Baik Dicabut, Mantan Anak Buah Cium Tangan Gubernur Nurdin

Laporan Pencemaran Nama Baik Dicabut, Mantan Anak Buah Cium Tangan Gubernur Nurdin

Regional
Pendaftaran 2 Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang Jalur Independen Ditolak

Pendaftaran 2 Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang Jalur Independen Ditolak

Regional
Dipanggil Bawaslu karena Kampanye Petahana, Camat: Saya Baru Tahu Aturan Ini

Dipanggil Bawaslu karena Kampanye Petahana, Camat: Saya Baru Tahu Aturan Ini

Regional
Terungkap, Hanya 4 Pembina yang Dampingi 249 Siswa SMPN 1 Turi Susur Sungai

Terungkap, Hanya 4 Pembina yang Dampingi 249 Siswa SMPN 1 Turi Susur Sungai

Regional
Dampak Banjir di Jakarta, KA Tujuan Jateng dan Jatim Terlambat 3 Jam, Sebagian Belum Diberangkatkan

Dampak Banjir di Jakarta, KA Tujuan Jateng dan Jatim Terlambat 3 Jam, Sebagian Belum Diberangkatkan

Regional
Sering Kena Prank, Dinas Pemadam Kebakaran Ubah Layanan Call Center ke WhatsApp

Sering Kena Prank, Dinas Pemadam Kebakaran Ubah Layanan Call Center ke WhatsApp

Regional
Tiga Bakal Calon Bupati di Maluku Mendaftar lewat Jalur Independen

Tiga Bakal Calon Bupati di Maluku Mendaftar lewat Jalur Independen

Regional
Tempe Mendoan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Tempe Mendoan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X