Cerita Mahasiswa Unej Irsan Lolos di DPRD, Pagi Garap Skripsi dan Malam Kampanye

Kompas.com - 11/05/2019, 15:47 WIB
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember,  Jawa Timur, Muhammad Irsan Marwanda Bachtiar (22), Warga Kelurahan Dabasah, Kecamatan kota, Kabupaten Bondowoso, terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bondowoso Periode 2019-2024 KOMPAS.com/ Ahmad WinarnoMahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember, Jawa Timur, Muhammad Irsan Marwanda Bachtiar (22), Warga Kelurahan Dabasah, Kecamatan kota, Kabupaten Bondowoso, terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bondowoso Periode 2019-2024

BONDOWOSO, KOMPAS.com- Mahasiswa semester 8 Fakultas Teknik Universitas Jember, Jawa Timur, Muhammad Irsan Marwanda Bachtiar (22), warga Kelurahan Dabasah, Kecamatan kota, Kabupaten Bondowoso, terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bondowoso periode 2019-2024.

Pada pemilu legislatif lalu, Irsan maju sebagai calon anggota legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dengan nomor urut tujuh, dari daerah pemilihan satu yang meliputi Kecamatan Kota Bondowoso, Tenggarang, dan Wonosari.

Irsan melenggang sebagai anggota DPRD Kabupaten Bondowoso setelah memperoleh 5.462 suara.

“Alhamdulillah, ini amanah yang cukup berat yang diberikan kepada saya. Tentu ini tidak mudah,” katanya saat ditemui Kompas.com, Sabtu (11/05/2019).

Baca juga: 6 Fakta Kisah Caleg Muda Lolos Pileg, Modal Rp 3 Juta hingga Masih Kerjakan Skripsi

Irsan nekat maju sebagai calon anggota legislatif karena melihat kota kelahirannya Bondowoso yang masih dililit kemiskinan dan tertinggal.

“Sebenarnya berangkat dari keprihatinan melihat kota tempat saya tinggal yang masih tertinggal, akhirnya saya memberanikan diri maju sebagai caleg,” tambahnya.

Dengan status sebagai mahasiswa, Irsan harus pintar-pintar membagi waktu antara mengurusi tugas akhir dengan kampanye.

“Saat musim kampanye lalu, saya harus benar- benar memutar kepala untuk mengatur waktu. Jadi saya bagi. Pagi sampai siang saya fokus mengerjakan tugas akhir skripsi, dan sore hingga larut malam, baru berkampanye dan bertemu masyarakat,” terangnya.

Irsan sengaja memilih PDI Perjuangan sebagai kendaraan politiknya, karena ia mengagumi sosok presiden pertama, Soekarno.

“Saya cocok dengan garis perjuangan PDI Perjuangan, yang membela rakyat kecil. Selain itu, karena juga ayah saya ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso,” katanya.

Meski ayahnya saat ini menjabat sebagai wakil bupati Bondowoso, namun Irsan menegaskan, tetap akan mengkritik kebijakan Pemkab Bondowoso apabila tidak memihak kepada masyarakat Bondowoso.

“Kalau di rumah, beliau orangtua saya, tetapi ketika nanti saya masuk ke kantor DPRD, maka saya harus proporsional. Kalau kebijakannya tidak pro rakyat, ya saya akan kritik,” tegasnya.

Ketika disinggung banyaknya politisi muda yang terjerat kasus korupsi, Irsan menegaskan, itu akan menjadi pelajaran bagi dirinya, agar tidak tergoda dan berbuat hal yang sama. “Tentu itu akan menjadi pelajaran penting bagi saya, agar tidak jatuh di lubang yang sama,” pungkasnya.

Baca juga: Cerita Caleg Muda PAN, Lolos di DPRD dengan Modal Silaturahmi hingga Sempat Dikira Minta Sumbangan

Sementara Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Heri Masduki, membenarkan jika Irsan merupakan Anggot DPRD Bondowoso terpilih yang paling muda. “Anak ini luar biasa, saya tahu persis bagaimana perjuangannya ketika berkampanye kepada masyarakat. Meski ayahnya seorang Wakil Bupati, tapi Irsan tidak pernah memanfaatkan jabatan orang tuanya itu,” terangnya.

Heri berharap, dengan munculnya politisi muda seperti Irsan, akan memberikan nuansa yang berbeda di kancah perpolitikan. (K90-13)

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X