Kericuhan Warnai Pleno KPU Papua yang Tengah Diskors

Kompas.com - 11/05/2019, 12:34 WIB
Saksi dari Partai Berkarya, Bertus Kogoya (pakai topi) bersitegang dengan Sekretaris KPU Lanny Jaya Eribur Kogoya (batik merah) di tengah Pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi Papua yang tengah diskors (11/05/2019) KOMPAS.com/Dhias SuwandiSaksi dari Partai Berkarya, Bertus Kogoya (pakai topi) bersitegang dengan Sekretaris KPU Lanny Jaya Eribur Kogoya (batik merah) di tengah Pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi Papua yang tengah diskors (11/05/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com — Interupsi mewarnai rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi Papua yang berlangsung di Hotel Grand Abe, Kota Jayapura, Sabtu (11/05/2019).

Interupsi dilakukan oleh para saksi partai politik yang menanggapi pembacaan hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 di Kabupaten Lanny Jaya.

Para saksi menyampaikan bahwa ada perbedaan data perolehan suara caleg DPR dan DPRP, antara yang dibacakan oleh Komisioner KPU Lannya Jaya dan yang mereka miliki.

Baca juga: Situng dari Papua Baru 7,7 Persen, Ini Penjelasan KPU


Saksi partai politik yang menyatakan kehilangan suara adalah Partai Hanura, PKS, PAN, Golkar, Berkarya, PDI-P, PSI, dan Gerindra.

Merespons interupsi tersebut, Bawaslu Papua merekomendasikan pleno diskors untuk dilakukan penyandingan data.

Data yang diminta dari para saksi parpol adalah data DA-1 yang merupakan hasil rekapitulasi tingkat distrik.

Akan tetapi, sebagian besar dari saksi parpol yang menyatakan kehilangan suara mengaku tidak memiliki dokumen DA-1 karena tidak diberikan oleh PPD saat rekapitulasi tingkat distrik.

Para saksi mengaku hanya memegang data C-1 yang merupakan hasil rekapitulasi di TPS.

Hanya Partai Golkar, Hanura, dan PDI-P yang memiliki dokumen DA-1.

Baca juga: Real Count KPU, Jokowi-Maruf Menang Telak di Kabupaten Jayapura Papua

Meski demikian, komisioner KPU Papua, Melkianus Kambu, yang menjadi pimpinan sidang tetap menskors pleno.

Saat masa skors sempat terjadi kericuhan antara saksi Partai Berkarya Bertus Kogoya dan Sekretaris KPU Lanny Jaya, Eribur Kogoya.

Eribur Kogoya yang sedang melintas di belakang Bertus Kogoya mencoba menyapa yang bersangkutan, tetapi Bertus justru merespons dengan makian.

Kemudian, Ketua KPU Papua Theodorus Kossay yang berada di atas mimbar turun dan memisahkan mereka.

Bertus Kogoya yang merupakan mantan Wakil Bupati Lanny Jaya periode 2011-2016 mengaku kesal dengan Eribur Kogoya karena tidak bekerja dengan baik sehingga banyak data perolehan suara yang berubah.

"Saya untuk dua distrik saja sudah dapat sekitar 11.000, masa di sini jadi nol. Saya ini putra daerah dan mantan wakil bupati, tidak mungkin nol, ini penghinaan," kata dia.

Tidak lama kemudian, saksi dari PSI Leo Himan bersitegang dengan komisioner KPU Papua, Melkianus Kambu, dan Ketua Bawaslu Papua Metusalach Infandi.

Dalam keributan tersebut, Leo meminta KPU dan Bawaslu Papua untuk mengakomodasi keberatan mereka tentang bukti DA-1 yang tidak mereka miliki.

Namun, Melkianus Kambu berkeras bahwa hal tersebut adalah aturan yang mengikat dan bukti C-1 hanya digunakan saat sengketa pemilu sudah mencapai Mahkamah Konstitusi (MK).

Keributan bisa diatasi karena aparat keamanan langsung turun dan memisahkan mereka.

Hingga pukul 13.05 WIT skors belum dicabut dan suasana di ruang pleno mulai tenang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X