Narapidana Kabur Pasca-kerusuhan dan Pembakaran Rutan Siak

Kompas.com - 11/05/2019, 11:51 WIB
Petugas kepolisian melakukan pengamanan pasca kerusuhan dan pembakaran Rutan Kelas IIB Siak Sri Indrapura, Riau,  Sabtu (11/5/2019) dini hari. KOMPAS.com/IDON TANJUNGPetugas kepolisian melakukan pengamanan pasca kerusuhan dan pembakaran Rutan Kelas IIB Siak Sri Indrapura, Riau, Sabtu (11/5/2019) dini hari.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Sejumlah narapidana kabur saat kericuhan dan pembakaran Rutan Kelas IIB Siak Sri Indrapura, Riau, Sabtu (11/5/2019).

Kepala Kemenkumham Riau M Diah mengatakan, saat ini petugas kepolisian tengah mengejar para napi. 

Diah mengatakan, pihaknya masih mendata jumlah pasti narapidana yang kabur. Penghuni Rutan Siak berjumlah 648 narapidana.

"Sedang pendataan. Jadi petugas akan mendata berapa orang yang masih ada di dalam rutan dan termasuk yang diamankan di Polres Siak. Itu untuk memastikan jumlah napi yang kabur," jelas Diah, saat dihubungi wartawan via telepon, Sabtu.


Baca juga: Pembakaran Rutan Siak Diduga Dipicu Pemukulan Tahanan oleh Petugas

Diah mengatakan, ada 113 narapidan yang sempat kabur dan kini telah diamankan. Bahkan ada beberapa napi yang menyerahkan diri.

"Saat ini sudah ada 113 orang napi yang kabur diamankan. Semuanya sekarang diamankan di Polres Siak," ucap Kepala Kemenkumham Riau M Diah saat dihubungi wartawan via telepon, Sabtu.

Baca juga: Terdengar Suara Tembakan Saat Kericuhan di Dalam Rutan Siak yang Terbakar

Diah mengatakan, belum mendapatkan informasi adanya korban jiwa dalam kejadian itu. 

Petugas saat ini sedang melakukan evakuasi terhadap narapidana. Sebab, kondisi Rutan Siak sudah overload.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Rutan Rengat, Pekanbaru, Bengkalis. Mungkin ini tempat yang dekat dekat dari Siak untuk kita evakuasi (napi) ke sana yang sesuai daya rampung. Karena rutan kita banyak yang overload," ujar Diah.

Diberitakan sebelumnya, kericuhan terjadi di Rutan Kelas II Siak Sri Indrapura, Sabtu dini hari.

Kericuhan diduga dipicu pemukulan seorang tahanan oleh petugas lapas. Kejadian itu memancing amarah narapidana lainnya hingga membakar rutan tersebut. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
Kronologi Pria Bunuh Kepsek karena Dendam Diusir dari Desa Setelah Ceraikan Istri Siri

Kronologi Pria Bunuh Kepsek karena Dendam Diusir dari Desa Setelah Ceraikan Istri Siri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X