Uji Coba Berakhir, "Headway" LRT Palembang Dipangkas Jadi 15 Menit

Kompas.com - 11/05/2019, 09:08 WIB
Suasana para penumpang LRT Sumatera Selatan. LRT Sumsel ini, rencananya akan beroperasi penuh pada Juni 2019 mendatang, setelah masa uji coba selesai. KOMPAS.com/AJI YK PUTRASuasana para penumpang LRT Sumatera Selatan. LRT Sumsel ini, rencananya akan beroperasi penuh pada Juni 2019 mendatang, setelah masa uji coba selesai.

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Masa uji coba operasi Light Rail Transit (LRT) Palembang, Sumsel akan berakhir pada Juni 2019 mendatang. Dengan berakhirnya masa uji coba itu, LRT Palembang ini akan beroperasi secara penuh.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, selama 11 bulan masa uji coba, LRT Palembang hanya menjalankan enam trainset untuk mengangkut penumpang. Namun, setelah masa uji coba berakhir, delapan trainset akan dioperasikan secara menyeluruh.

Dengan dioperasikannya seluruh rangkaian kereta, waktu tunggu kereta atau headway di setiap stasiun yang selama ini sekitar 30 menit akan dipangkas menjadi hanya 15 menit.

"Kita rencanakan tanggal 1 atau 7-8 Juni untuk suatu operasi yang level of service-nya jauh lebih baik dari sekarang. Kalau sekarang katakanlah headway-nya masih di atas 30 menit. Nanti akan kita tekan menjadi hanya 15 menit,” ujar Budi saat melakukan kunjungan kerja ke Palembang, Sumsel, Jumat (10/5/2019).

Baca juga: Hanya Gunakan 5 Rangkaian Kereta, Diklaim Jadi Penyebab LRT Palembang Belum Maksimal

Budi melanjutkan, setelah beroperasi secara penuh, rangkaian kereta LRT dari Stasiun Depo menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang hanya memakan waktu sekitar 42 menit, karena sudah delapan trainset kereta yang digunakan.

Beberapa stasiun juga akan dilakukan penyesuian pemberhentian, seperti di  Stasiun Pasar Cinde dan Stasiun DJKA, karena sering digunakan masyarakat untuk naik turun.

"Pemerintah pusat fokus dengan keberhasilan LRT Sumsel karena Palembang menjadi percontohan sekaligus kota pertama yang memiliki transportasi masal LRT. Kalau kota percontohan selalu membutuhkan peningkatan dan perbaikan karena menjadi tolak ukur pengembangan di kota lain sehingga terus melakukan penyesuaian," ujarnya.

Baca juga: Integrasi LRT Palembang dan BRT Hanya Satu Kali Bayar, Ini Tarifnya

Selama uji coba, Budi mengakui angkutan pendukung LRT di Palembang  belum maksimal. Sehingga pemerintah pun akan terus melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Termasuk dengan  mengoptimalkan feeder LRT yang memanfaatkan bus rapid transit (BRT) milik Pemkot Palembang yakni TransMusi dan Damri. 

"Sistem trayek feeder yang matang akan meningkatkan okupansi dan ketergantungan masyarakat dalam menggunakan LRT serta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi," jelasnya.

Wali Kota Palembang Harnojoyo menambahkan, mereka mendukung dengan menggerakkan seluruh manajemen transportasi BRT untuk melengkapi transportasi LRT.

Sehingga, LRT nantinya bisa menjadi transportasi utama dalam waktu beberapa tahun ke depan dengan sistem antarmoda yang terus dikembangkan. 

"Agar menyentuh ke pemukiman penduduk yang jauh dari tengah kota dan bermuara di LRT. Kami mendukung untuk persiapan antarmoda yang baik, diefektifkan supaya masyarakat Palembang lebih tertarik naik LRT ketimbang transportasi lainnya,” ujar Harno.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X