Kompas.com - 10/05/2019, 16:28 WIB
Terpidana kasus tindak pidana pemilu, Caleg Gerindra, N.R Kurniasari keluar dari ruang sidang Pengadilan Negeri Sukoharjo usai mendengar putusan dari majelis hakim. Anggota aktif DPRD Kota Solo divonis dua bulan penjara dan denda Rp 5 juta dengan masa percobaan lima bulan dalam kasus berkampanye di masjid, Jumat ( 10/5/2019). KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI Terpidana kasus tindak pidana pemilu, Caleg Gerindra, N.R Kurniasari keluar dari ruang sidang Pengadilan Negeri Sukoharjo usai mendengar putusan dari majelis hakim. Anggota aktif DPRD Kota Solo divonis dua bulan penjara dan denda Rp 5 juta dengan masa percobaan lima bulan dalam kasus berkampanye di masjid, Jumat ( 10/5/2019).


SUKOHARJO, KOMPAS.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sukorharjo memvonis bersalah caleg DPR RI Dapil V Jawa Tengah dari Partai Gerindra, NR Kurnia Sari dengan hukuman dua bulan penjara dan denda Rp 5 juta dengan masa percobaan lima bulan.

"Pidana penjara tersebut tidak usah dijalani terdakwa jika dalam masa percobaan lima bulan terdakwa tidak melakukan tindak pidana lain," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Sukoharjo, Indriani, saat membacakan putusan anggota DPRD Kota Solo tersebut.

Putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Sukoharjo lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Baca juga: Pekan ini, Caleg Gerindra Disidang karena Kampanye di Tempat Ibadah

 

Sebelumnya, JPU Kejari Sukoharjo menuntut Kurnia Sari dengan hukuman lima bulan penjara dan denda Rp 10 juta dengan subsider dua bulan kurungan.

Terpidana Kurnia Sari terbukti bersalah melanggar Pasal 521 juncto Pasal 280 huruf H UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, terkait berkampanye di tempat ibadah. Sementara tuduhan politik uang senilai Rp 300.000, majelis hakim menilai tidak terbukti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terhadap vonis itu, Kurnia Sari menerimanya. Kurnia Sari mengaku lega dengan keputusan hakim.

"Kami terima putusan ini dan kami tidak mengajukan banding. Putusan yang disampaikan majelis hakim atas dasar alasan kemanusiaan," kata Kurnia Sari.

Menurut Kurnia Sari, saat ini dirinya memiliki tiga orang anak. Dua anak masih berumur balita dan satunya masih berumur tiga puluh hari.

Baca juga: Kampanye Pakai Mobil Dinas, Caleg Gerindra Divonis 1 Bulan Penjara

Kurnia Sari menyatakan, dirinya tidak bisa dipisahkan dengan anak-anaknya karena masih membutuhkan ASI ekslusif.

Ia pun mengaku lega lantaran dakwaan politik uang yang dituduhkan kepadanya tidak terbukti.

Selain itu, putusan kasus kampanye ditempat ibadah dinilainya adil karena dirinya tidak merugikan orang lain dan tidak membahayakan nyawa orang lain.

"Jadi putusan masa percobaan yang diberikan kepada saya sudah cukup adil," kata Kurnia Sari.  



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X