Jalur KA Khusus Dibangun Setelah Bandara Internasional Yogyakarta Beroperasi Penuh

Kompas.com - 10/05/2019, 15:25 WIB
Terminal penumpang Bandara Internasional, Kecamatan Temon, Kulon Progo, DI  Yogyakarta, terlihat semakin lengkap. Empat garbarata atau jembatan penumpang masuk pesawat sudah terpasang pada anjungan terminal. PT AngkasaPura I (Persero) mengaku bangga dengan garbarata ini. Pasalnya, ini produk lokal dari Cileungsi. Selain harga bersaing, garbarata dianggap memiliki teknologi lebih baik, karena mampu memanjang hingga 45 meter, kacanya menyerap panas dari sinar ultraviolet, juga sirkulasi udara di dalamnya dianggap baik dan calon penumpang bakal merasa sejuk di dalamnya. Tampak di kejauhan ornamen batik motif  kawung sebagai ornamen yang menunjukkan bahwa penumpang sudah tiba di Yogyakarta.KOMPAS.COM/DANI J Terminal penumpang Bandara Internasional, Kecamatan Temon, Kulon Progo, DI Yogyakarta, terlihat semakin lengkap. Empat garbarata atau jembatan penumpang masuk pesawat sudah terpasang pada anjungan terminal. PT AngkasaPura I (Persero) mengaku bangga dengan garbarata ini. Pasalnya, ini produk lokal dari Cileungsi. Selain harga bersaing, garbarata dianggap memiliki teknologi lebih baik, karena mampu memanjang hingga 45 meter, kacanya menyerap panas dari sinar ultraviolet, juga sirkulasi udara di dalamnya dianggap baik dan calon penumpang bakal merasa sejuk di dalamnya. Tampak di kejauhan ornamen batik motif kawung sebagai ornamen yang menunjukkan bahwa penumpang sudah tiba di Yogyakarta.

KULON PROGO, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan membangun jalur kereta api (KA) langsung menuju Bandar Udara Yogyakarta International Airport ( YIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

KAI menargetkan pembangunan berlangsung awal 2020 seiring dengan operasional penuh YIA.

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo mengungkapkan, KAI meminta pembebasan lahan selesai pada akhir 2019. Pembangunan fisik jalur kereta Kedundang-YIA pun bisa mulai awal 2020.

"KAI minta ini dibantu cepat agar di 2020 (jalur bandara YIA) bisa diselesaikan," kata Hasto di ruang kerjanya, Jumat (10/5/2019).


Baca juga: Terminal Penumpang Bandara Yogyakarta yang Bikin Kagum Penumpang...

Hasto mengatakan, KAI telah lama merencanakan pembangunan jalur kereta hingga YIA ini. Kereta akan melengkapi moda transportasi bagi para pengguna jasa bandara YIA.

Hasto menjelaskan, jalur kereta nanti berupa double track atau dua rel kereta sepanjang 5.000 meter. Pembangunan dimulai dari stasiun Kedundang di Desa Kulur, Kecamatan Temon.

Dari stasiun ini, rel akan dibangun menuju Pantai Glagah di Desa Glagah, lewat di dekat Pasar Galagah, lantas ke arah Barat, berakhir di terminal YIA.

Baca juga: Unik, Masjid Bandara Yogyakarta Tanpa Daun Pintu dan Jendela

KAI akan membangun rel tidak hanya di tanah tetapi juga ada yang melayang. Pembangunan model tersebut untuk menyiasati kontur kawasan yang dilewati kereta nanti.

"(Kereta bergerak) itu dari Kedundang ke YIA, lalu dari YIA ke kedundang, lurus saja," katanya.

Pembangunan jalur kereta menuju YIA masih dalam tahap revisi Amdal.

Hasto mengatakan, Pemerintah Provinsi DIY yang mengkaji hingga membuat dokumen amdal ini. Dokumen masih perlu perbaikan, kata Hasto.

Beberapa kalimat masih perlu direvisi mengingat pertanggungjawaban pembangunan pada warga dan kawasan terdampak.

Bersama dengan itu, proses aprisal dan sosialisasi bagi warga segera berlangsung sebagaimana dalam persyaratan Amdal.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Regional
Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Regional
Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Regional
Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Close Ads X