Sudah 3 Kali Ikut Manasik, Ibu Asal Madura Gagal Berangkat Haji

Kompas.com - 10/05/2019, 15:15 WIB
Ina Binti Halil Jutahir (58), jemaah calon haji asal Dusun Aersoji, Desa Pagendingan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, gagal berangkat haji tahun ini. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN Ina Binti Halil Jutahir (58), jemaah calon haji asal Dusun Aersoji, Desa Pagendingan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, gagal berangkat haji tahun ini.

Kepala BRI Syariah Pamekasan, Eka Sapta ketika dikonfirmasi menjelaskan nasabah haji atas nama Ina, di dalam server bank tertera belum melakukan perekaman kesehatan, sehingga bank tidak bisa memasukkan uang pelunasan haji.

Menurutnya, tugas bank hanya menginput keuangan jika server bank sudah menyatakan tidak ada masalah dengan semua persyaratan.

"Kalau urusan tes kesehatan dan persyaratan lainnya bukan di kami. Semuanya ada di Kemenag. Kalau dalam server kami bisa melunasi, maka tinggal input saja ke rekening haji pemerintah," kata Eka Sapta.

Baca juga: Menag: Tambahan 10.000 Kuota Haji Dibagi untuk Seluruh Provinsi

Sementara itu Kepala Kemenag Pamekasan, Afandi, ketika diklarifikasi menjelaskan urusan input pelunasan biaya haji adalah tugas bank dan bukan tugas Kemenag. Jika ada masalah di sistem, biasanya pihak bank akan melaporkan ke Kemenag Pamekasan.

Menurutnya tidak hanya nasabah di BRI saja yang mengalami gangguan sistem seperti yang dialami Ina. melainkan bank yang lain juga mengalami hal yang sama. Namun pihak bank biasasanya melaporkan ke Kemenag.

"BRI Syariah Pamekasan tidak pernah memberitahu kami jika ada nasabah haji tidak bisa diinput. Bank yang lain aktif ke kami. Sehingga jika ada kekurangan persyaratan, cepat ditangani. BRI ini, tahun kemarin juga bermasalah," ungkap Afandi.

Baca juga: Penambahan Kuota Haji dan Kerjasama Ekonomi dengan Saudi, Ini Perintah Jokowi ke Para Menteri

Meskipun sudah dinyatakan tidak bisa melunasi pembiayaan di tahap pertama, pihak Kemenag masih akan berupaya semaksimal mungkin untuk bisa memberangkatkan Ina tahun ini.

Jika masih ada peluang, sistem yang ditutup untuk pelunasan di Siskohat akan diupayakan dibuka kembali.

"Kami akan berupaya agar Ina bisa berangkat. Kami kecewa BRI Syariah yang mau lepas tanggungjawab karena uang jemaah sudah ada di bank. Persyaratan sudah lengkap, tapi tidak bisa dilunasi karena masalah sistem. BRI jadi catatan bagi kami," ujar Afandi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X