Sudah 3 Kali Ikut Manasik, Ibu Asal Madura Gagal Berangkat Haji

Kompas.com - 10/05/2019, 15:15 WIB
Ina Binti Halil Jutahir (58), jemaah calon haji asal Dusun Aersoji, Desa Pagendingan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, gagal berangkat haji tahun ini. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN Ina Binti Halil Jutahir (58), jemaah calon haji asal Dusun Aersoji, Desa Pagendingan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, gagal berangkat haji tahun ini.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Perasaan kecewa dan kesal, campur aduk dialami Ina Binti Halil Jutahir (58), jemaah calon haji asal Dusun Aersoji, Desa Pagendingan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan. Ibu lima anak ini dipastikan tidak bisa berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini, meskipun dalam sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat), namanya  diumumkan berangkat tahun 2019.

Gagalnya Ina berhaji diduga karena dua kemungkinan, yaitu kelalaian bank penerima simpanan (BPS) BRI Syariah Cabang Pamekasan yang tidak menginput uang tabungan pelunasan haji di rekening Ina, ke sistem rekening haji pemerintah.

Baca juga: Sebagian Besar Calon Haji dari Banyumas Berisiko Tinggi

Kemungkinan kedua adalah kelalaian Kementrian Agama Kabupaten Pamekasan, karena tidak pro aktif membantu Ina memperoleh kepastian waktu, untuk melaksanakan haji tahun ini.

Anak kandung Ina, Uswatun Hasanah mengatakan sejak mendapatkan kabar bahwa ibunya akan berangkat haji tahun ini, ia segera mencari uang untuk melunasi pembiayaan. Pelunasan biaya haji, ditentukan tanggal 1 sampai 15 April 2019 oleh pemerintah. Informasi itu, diterima keluarga Ina dari yayasan penyelenggara haji yang menampung Ina.

"Tanggal 1 April, Ibu mulai membayar setoran pelunasan biaya ke BRI Syariah Pamekasan. Kata pihak bank pelunasan belum bisa dilakukan, karena sistem bank masih error. Keesokan harinya Ibu datang lagi tapi juga belum bisa diinput dana pelunasan. Alasannya karena belum melakukan perekaman kesehatan," ujar Uswatun Hasanah kepada Kompas.com, Jumat (10/5/2019).

Baca juga: Kuota Haji Ditambah 10.000, Ini Pembagiannya untuk Setiap Provinsi

Setelah mengetahui tidak bisa melunasi biaya haji karena belum tes kesehatan, Ina kemudian tes kesehatan ke Puskesmas yang ditunjuk oleh pemerintah. Bahkan Ina juga harus melakukan tes kesehatan ke dokter spesialis jantung.

Setelah tes kesehatan, Ina sudah tiga kali mengikuti manasik haji bersama jemaah calon haji lainnya di yayasan penyelenggara haji. Bahkan saat pembuatan paspor, Ina ikut bersama rombongan lainnya ke Surabaya.

"Semua persyaratan sudah diikuti dan dijalani. Tapi seminggu yang lalu, kabar Ibu tidak bisa berangkat haji kami terima dari Kemenag. Kami cek di Siskohat masih tertera berangkat tahun 2019," jelas perampuan yang akrab dipanggul Uus tersebut.

Uus kemudian mendatangi kantor Kemenag Pamekasan untuk memastikan kembali, apakah ibunya bisa berangkat tahun ini atau tidak. Oleh Kemenag Pamekasan, Uus diminta cek ulang ke BRI Syariah.

Baca juga: Calon Jemaah Lansia Dapat Alokasi Khusus dari Tambahan 10.000 Kuota Haji

 

Saat datang ke pihak bank, keterangan pihak bank masih sama yaitu tidak bisa diinput karena alasan sistem haji. Ina dianggap tidak melunasi biaya haji dan melewati tenggat waktu pelunasan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Heli TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Heli TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Regional
Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Regional
Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Regional
2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

Regional
Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Regional
Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Regional
Kasus 3 Anggota TNI yang Keroyok Pelajar SMA Diselesaikan Secara Kekeluargaan, tapi...

Kasus 3 Anggota TNI yang Keroyok Pelajar SMA Diselesaikan Secara Kekeluargaan, tapi...

Regional
Gubernur Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Kadis: yang Tidak Mengerti Jangan Ikut Komentar

Gubernur Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Kadis: yang Tidak Mengerti Jangan Ikut Komentar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Juni 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Juni 2020

Regional
Sembuh dari Corona, 7 Warga Purwakarta Dijemput dengan Kuda

Sembuh dari Corona, 7 Warga Purwakarta Dijemput dengan Kuda

Regional
Detik-detik Sopir Angkot Tewas Ditikam Pemuda Mabuk, Pelaku Tersinggung Korban Geber Gas Mobil

Detik-detik Sopir Angkot Tewas Ditikam Pemuda Mabuk, Pelaku Tersinggung Korban Geber Gas Mobil

Regional
Geger Video Penampakan Pocong, Polisi Tangkap 2 Orang Penyebar Hoaks

Geger Video Penampakan Pocong, Polisi Tangkap 2 Orang Penyebar Hoaks

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Juni 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X