Pemda Cirebon Beri Santunan dan Penghargaan kepada 12 KPPS yang Meninggal

Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon menyerahkan piagam penghargaan dan santunan kepada perwakilan keluarga kedua belas anggota KPPS dan petugas keamanan di ruang paseban, Jumat (10/5/2019). Mereka meninggal dunia diduga karena kelelahan pasca menjalani tugas pemilu serentak lalu. Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHON Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon menyerahkan piagam penghargaan dan santunan kepada perwakilan keluarga kedua belas anggota KPPS dan petugas keamanan di ruang paseban, Jumat (10/5/2019). Mereka meninggal dunia diduga karena kelelahan pasca menjalani tugas pemilu serentak lalu.

CIREBON, KOMPAS.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon memberikan penghargaan dan santunan kepada 12 petugas pemilu yang gugur saat pelaksanaan pemilu serentak 2019. Penghargaan diberikan di ruang Paseban, kantor Pemda Cirebon, Jumat (10/5/2019).

Penghargaan langsung diserahkan Penjabat Bupati Cirebon Dicky Saromi, bersama Sekretaris Daerah Rahmat Sutrisno kepada 12 anggota keluarga atau ahli waris yang mewakili.

Keduanya menyalami satu persatu perwakilan keluarga sambil menyerahkan piagam penghargaan dan santunan sekaligus mengucapkan bela sungkawa serta terimakasih atas jasa dan upaya yang bersangkutan membantu menyukseskan pemilu.

Baca juga: Awal Puasa, Harga Bumbu Dapur di Cirebon Mulai Turun


12 warga yang meninggal bertugas sebagai Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara dan petugas keamanan di TPS.

“Selain penghargaan dalam bentuk uang, saya juga memberikan dalam bentuk piagam kepada petugas KPPS yang telah melaksanakan tugas tetapi harus dipanggil ke rahmatullah. Seluruhnya ada 12 orang.Tujuh orang hadir dan lima orang nanti kita susulkan,” kata Dicky kepada sejumlah jurnalis setelah memberikan penghargaan.

Dicky juga menyampaikan, pihaknya juga memberikan perhatian kepada petugas KPPS yang sakit, namun hingga saat ini ia belum memegang data jumlahnya.

Sementara itu Satria Widodo, yang mewakili keluarga Letkol Inf Ngadiono Supaat, anggota KPPS yang meninggal dunia diduga karena kelelahan, mengucapkan terimakasih atas penghargaan tersebut.

“Proses penyerahan berjalan lancar. Ini dapet piagam sama beberapa santunan dari Bupati. Saya mengucapkan terimakasih banyak atas perhatian pemda untuk korban yang meninggal dunia,” kata Satria.

Baca juga: Drugdag, Tradisi Pukul Bedug Sambut Ramadhan ala Keraton Cirebon

Kompas.com sempat menanyakan santunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada para korban. Satria menjawab, dirinya bersama keluarga sudah menghadiri pemanggilan tersebut, namun hingga hari ini santunan itu belum diterima.

“Kemarin kami sudah datang. Tapi kalo untuk masuknya belum. Belum ada kabar, belum menerima,” kata Satria.

Putra pertama dari tiga bersaudara pasangan (alm) Ngadiono Supaat dan Sri Mindarwati, berharap pemilu serentak 2019 ini dievaluasi agar tidak lagi memakan korban.

Melihat kerja Ngadiono Supaat, Satria menyebut pemilu kali ini paling berbeda dan melelahkan karena memiliki beban tugas dan waktu yang cukup banyak.

“Harapan saya, untuk jadi pelajaran yang sekarang. Dan ke depan diubah jadi lebih baik. Jangan sampai terulang lagi. Ini kan memakan korban banyak,” kata Satria.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X