5 Fakta Wabah Penyakit Misterius di Jeneponto, Tewaskan 3 Warga hingga 1 Dusun Terjangkit

Kompas.com - 10/05/2019, 11:04 WIB
Salah satu keluarga di Dusun Garongkong, Desa Tuju, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan terserang penyakit misterius. Kamis, (9/5/2019). KOMPAS.com / ABDUL HAQSalah satu keluarga di Dusun Garongkong, Desa Tuju, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan terserang penyakit misterius. Kamis, (9/5/2019).

KOMPAS.com — Sebanyak 70 warga Dusun Garongkong, Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, didiagnosis terjangkit penyakit misterius.

Menurut dinas kesehatan setempat, tiga warga meninggal dunia akibat wabah tersebut. Saat ini para ahli sedang melakukan penelitian untuk mengidentifikasi penyakit tersebut.

Plt Kadis Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Bachtiar Baso mengatakan, sejumlah warga yang terserang penyakit itu memiliki gejala demam serta nyeri di badan, siku, dan tulang belakang.

Namun, tak ada satu pun gejala penyakit, seperti zika, cikungunya, demam berdarah, malaria, hingga kencing tikus yang positif pada warga.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Tiga warga meninggal

IlustrasiTHINKSTOCK Ilustrasi

Saat dikonfirmasi Kompas.com, Bachtiar mengatakan, dari 70 warga yang didiagnosis mengalami penyakit misterius tersebut, sudah ada 3 warga yang meninggal dunia.

Selebihnya telah dirawat di Rumah Sakit Maryam, Kabupaten Takalar, dan sebagian lagi telah diperbolehkan pulang karena kondisinya dinyatakan sudah membaik.

Ia menyebut, penanganan warga yang telah dirawat berbeda-beda.

Mayoritas dokter menanganinya dengan tifus tiphoid. Namun, dia mengatakan tidak tertutup kemungkinan ada juga yang meningitis tifosa.

"Dari 70 orang yang demam itu didiagnosis ada ibu hamil yang meninggal. Penanganan yang dilakukan di Takalar ini penanganan tifus tapi sembuh. Ada juga yang tidak sembuh. Jadi bervariasi," ujarnya.

Baca Juga: Enam Bayi Terserang Penyakit Kulit Usai Diimunisasi

2. Para ahli selidiki penyakit misterius di Jeneponto

Ilustrasi doktermillionsjoker Ilustrasi dokter

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan telah mengumpulkan para ahli dan dokter spesialis di bidangnya.

Selain itu, tim dari Kementerian Kesehatan juga dilibatkan untuk memastikan penyebab penyakit misterius yang menjangkiti puluhan warga yang ada di Desa Tuju, Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Namun, dari pertemuan itu, para stakeholder di bidang kesehatan tersebut belum bisa menyimpulkan jenis dan penyebab penyakit tersebut.

Bachtiar Baso mengatakan, pihaknya telah mengirim para ahli tersebut ke wilayah Dusun Garongkong untuk meneliti penyakit itu.

"Dalam waktu dekat akan kami sebutkan penyakit itu. Hasil dari pertemuan kemarin, kami kembali mengutus tim ke sana," kata Bachtiar, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/5/2019).

Baca berita selengkapnya: Dinkes Sulawesi Selatan Kumpulkan Ahli Cari Tahu Penyebab Penyakit Misterius di Jeneponto

3. Warga desa alami gejala deman tinggi dan ngilu

Ilustrasi demamWavebreakmedia Ltd Ilustrasi demam

Hampir seluruh penduduk Dusun Garongkong terserang penyakit aneh dengan gejala demam tinggi, ngilu seluruh badan, dan batuk hingga sakit kepala.

Saat ini, puluhan warga kini terpaksa menjalani perawatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit di Kabupaten Jeneponto dan di Kota Makassar.

"Sudah dua bulan terakhir begini, pokoknya semua penduduk di sini mengalami gejala yang sama dan sudah empat orang yang meninggal dunia termasuk anak saya," kata Rahma, salah satu warga, saat ditemui Kompas.com, di rumahnya pada Kamis (9/5/2019).

Sementara itu, Bachtiar menjelaskan, ada beberapa kemungkinan terkait penyakit tersebut.

"Bisa saja ada dua kemungkinan meningitis tifosa atau japanese and sepalitis seperti yang berkembang di Bali sekarang. Secepatnya kami akan beri tahu," ujar dia.

Baca Juga: Kulitnya Melepuh, Seorang Bayi di Pamekasan Alami Penyakit Misterius

4. Dalam kondisi sakit, warga paksa diri untuk bekerja

Ilustrasi rumah sakitSHUTTERSTOCK Ilustrasi rumah sakit

Penduduk Desa Tuju memaksa diri untuk bekerja seperti biasanya meski dalam kondisi sakit. Sebagian besar warga di desa tersebut bekerja sebagai petani. Hal ini dilakukan demi menutupi kebutuhan sehari hari.

"Istri saya sudah lama kena penyakit dan sekarang sudah agak baikan, tetapi dua anak saya sekarang mulai kena juga termasuk saya. Tetapi saya terpaksa kerja karena mau makan apa kami kalau saya tidak kerja," kata Bahar.

Seperti diketahui, warga Desa Tuju dalam dua bulan terakhir terserang penyakit misterius. Wabah itu telah membuat tiga warga meninggal dunia.

Baca Juga: Banjir Belum Surut, Ini Keluhan Penyakit Warga Kembangan Utara

5. Warga harap pemerintah segera cari obatnya

Ilustrasi laboratoriumShutterstock Ilustrasi laboratorium

Warga hanya berharap pemerintah setempat segera menemukan jenis penyakit yang menjangkiti warga dan menemukan obatnya.

Wabah tersebut telah membuat warga resah. Sementara itu, dinas kesehatan masih berusaha mengidentifikasi penyakit tersebut.

"Kami akan membentuk tim gabungan untuk melakukan penyelidikan terkait jenis penyakit tersebut sebab hingga kini memang kami belum tahu jenis penyakitnya dan sudah termasuk kategori luar biasa," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Kabid P2P Dinkesprov Sulsel) Nurul, saat ditemui Kompas.com di Puskesmas Buludoang, Kabupaten Jeneponto, pada Kamis (9/5/2019).

Baca Juga: Dilanda Penyakit Misterius, Warga Satu Desa di Jeneponto Paksa Diri Beraktivitas

Sumber: KOMPAS.com (Abdul Haq, Himawan)

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Regional
Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Regional
Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Regional
Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Regional
Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Regional
Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Regional
Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Regional
Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Regional
Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Regional
Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Regional
Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Regional
Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Regional
Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Regional
'Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin'

"Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin"

Regional
Bentrok Warga Gara-gara Senjata Mainan, 1 Rumah dan Sepeda Motor Dibakar, 6 Orang Luka

Bentrok Warga Gara-gara Senjata Mainan, 1 Rumah dan Sepeda Motor Dibakar, 6 Orang Luka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X