Ini Alasan Saksi Curiga Saat Bertemu Bahar bin Smith "Palsu" di Bali

Kompas.com - 10/05/2019, 05:00 WIB
Bahar bin Smith tampak menggunakan kemeja hitam masuk ruang sidang. KOMPAS.com/AGIEPERMADIBahar bin Smith tampak menggunakan kemeja hitam masuk ruang sidang.

BANDUNG, KOMPAS.com - Korban penganiayaan Bahar bin Smith sempat mengaku-ngaku sebagai habib saat di Bali. MKU mengaku sebagai Alatas dan CAJ mengaku sebagai Bahar bin Smith.

Aksi kedua pemuda ini diungkap oleh dua saksi Hamid Isnaeni dan Nurcholis yang didatangkan kuasa hukum terdakwa Bahar bin Smith di Pengadilan Negeri Bandung yang digelar di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Kamis (9/5/2019).

Baca juga: Cerita Saksi soal Pemuda yang Mengaku sebagai Bahar Bin Smith di Bali

Kedua saksi sebetulnya belum pernah bertemu Bahar secara langsung, namun mereka mengetahui Bahar hanya dari media sosial dan YouTube.

Namun, saat di Bali, MKU dan CAJ pertama kali bertemu dengan Hamid Isnaeni di Bali, mereka mengaku-ngaku sebagai habib baik kepada saksi Hamid dan Nurcholis.

Dalam pertemuan itu, sebetulnya kedua saksi sempat menaruh curiga kepada dua pemuda tersebut.

Namun, para saksi saat itu mengaku masih berprasangka baik sampai akhirnya kecurigaan para saksi terjawab ketika MKU menghubungi saksi ketika pulang dari Bali bahwa mereka telah membohongi para saksi.

Panitia penyelenggara kabur

Ketika bertemu dua pemuda itu, Hamid sempat mengajak mereka ke tokonya di daerah Kuta Bali.

Di toko Hamid, mereka pun berbincang-bincang. Namun, ada yang membuat curiga Hamid saat itu, yakni soal tujuan mereka ke Bali.

Baca juga: Serunya Perdebatan Bahar bin Smith dengan Saksi Ahli di Persidangan...

MKU yang mengaku Alatos, mengatakan bahwa mereka ke Bali lantaran ada undangan pengajian, namun gagal lantaran panitia penyelenggara yang menurut MKU, kabur.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X