Tersangkut Kasus Penipuan Jual-Beli Tanah, Caleg DPRD Gresik Ditahan

Kompas.com - 09/05/2019, 20:48 WIB
Rutan Klas IIB Gresik, yang berada di Jalan Raya Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik. KOMPAS.com / HAMZAHRutan Klas IIB Gresik, yang berada di Jalan Raya Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik.

GRESIK, KOMPAS.com - Seorang calon anggota legislatif ( caleg) dari Partai Nasdem, Mahmud (54), harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Gresik yang berada di Jalan Raya Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik.

Mahmud tersandung kasus dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen jual-beli tanah, antara dirinya dengan PT Bangun Sarana Baja (BSB) selaku pelapor.

Kasus itu terjadi saat Mahmud masih menjabat sebagai Kepala Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, pada medio 2018 lalu.

Baca juga: 6 Fakta Kisah Caleg Muda Lolos Pileg, Modal Rp 3 Juta hingga Masih Kerjakan Skripsi

Ia kemudian ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan PT BSB ke Polda Jatim, nomor 444/IV/2018/UM/SPKT, Rabu 11 April 2018. Mahmud ditetapkan tersangka oleh Polda Jatim pada Februari 2019.

Semasa menjabat sebagai Kepala Desa Banyuwangi, ia ditengarai menerima uang Rp 15 miliar dari pelapor untuk membeli tanah masyarakat setempat.

Namun, dalam praktik jual-beli itu banyak tersandung masalah, sehingga kasus ini kemudian dilaporkan ke Polda Jatim.

"Benar, pada Selasa (7/5/2019) sore kami menerimanya (tersangka Mahmud), titipan dari Kejari (Kejaksaan Negeri) Gresik," ujar Kepala Rutan Klas IIB Gresik Mahendra Sulaksana, Kamis (9/5/2019).

Baca juga: Diduga Hadiri Kampanye Caleg, Komisioner KPU Kota Pariaman Disidang DKPP

Sementara Kasi Intel Kejari Gresik R Bayu Probo Sutopo membenarkan jika pihaknya telah menitipkan Mahmud, tersangka penipuan dan pemalsuan dokumen jual-beli tanah dengan PT BSB di Rutan Klas IIB Gresik. Langkah ini dilakukan oleh pihaknya karena beberapa pertimbangan.

Selain ancaman hukuman yang sudah memperbolehkan, tersangka juga dikhawatirkan akan merusak atau menghilangkan barang bukti, bahkan melarikan diri bila tidak ditahan.

Terlebih, Mahmud merupakan seorang tokoh di kampungnya, yang dikhawatirkan bakal mendapat dukungan massa dari mereka yang pro dan dapat menghambat proses hukum.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 2 Orang yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK, Petugas Dipukuli dan Mobil Digulingkan

Polisi Amankan 2 Orang yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK, Petugas Dipukuli dan Mobil Digulingkan

Regional
Jalan Kaki Mengelilingi Batas Desa, Tradisi Unik Masyarakat Indramayu

Jalan Kaki Mengelilingi Batas Desa, Tradisi Unik Masyarakat Indramayu

Regional
927 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Fasilitas Publik Pemprov Jabar

927 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Fasilitas Publik Pemprov Jabar

Regional
Wakil Ketua Komisi IV: Pemerintah Sebaiknya Ikuti Rekomendasi PBNU Hentikan Ekspor Benih Lobster

Wakil Ketua Komisi IV: Pemerintah Sebaiknya Ikuti Rekomendasi PBNU Hentikan Ekspor Benih Lobster

Regional
Satu Keluarga Guru SMPN 11 di Kota Madiun Positif Corona

Satu Keluarga Guru SMPN 11 di Kota Madiun Positif Corona

Regional
Tepergok Curi Sepatu, Seorang Pemuda Nyaris Diamuk Warga

Tepergok Curi Sepatu, Seorang Pemuda Nyaris Diamuk Warga

Regional
Saat Mbah Paniyem Terharu di Depan Ganjar: Seneng Sekali Pak, Dulu Gelap, Cuma Pakai Lilin

Saat Mbah Paniyem Terharu di Depan Ganjar: Seneng Sekali Pak, Dulu Gelap, Cuma Pakai Lilin

Regional
'Waktu Saya Kontraksi Bahkan Bayinya Sudah Terlihat, Petugas Tak Menghiraukan, Bilangnya Nanti'

"Waktu Saya Kontraksi Bahkan Bayinya Sudah Terlihat, Petugas Tak Menghiraukan, Bilangnya Nanti"

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Kacung WHO' dan Pengakuan Jerinx | Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh

[POPULER NUSANTARA] "Kacung WHO" dan Pengakuan Jerinx | Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh

Regional
PSI Ditawari Rp 1 Miliar untuk Dukung Pasangan Ini di Pilkada Solo, Bukan Gibran-Teguh

PSI Ditawari Rp 1 Miliar untuk Dukung Pasangan Ini di Pilkada Solo, Bukan Gibran-Teguh

Regional
'Masyarakat Yakin Ada Kerajaan Buaya, Perjanjiannya Tidak Boleh Saling Ganggu'

"Masyarakat Yakin Ada Kerajaan Buaya, Perjanjiannya Tidak Boleh Saling Ganggu"

Regional
Kesaksian Ibu Kehilangan Bayinya karena Tak Dihiraukan Petugas RS, Sudah Minta Tolong Berkali-kali

Kesaksian Ibu Kehilangan Bayinya karena Tak Dihiraukan Petugas RS, Sudah Minta Tolong Berkali-kali

Regional
Kisah Pilu Meliasari, 12 Tahun Terbaring di Kasur, Sejak Bayi Ditinggalkan Orangtua

Kisah Pilu Meliasari, 12 Tahun Terbaring di Kasur, Sejak Bayi Ditinggalkan Orangtua

Regional
Kampanye di Tengah Covid-19, Gibran: Saya Siap Datangi Rumah Warga Satu Per Satu

Kampanye di Tengah Covid-19, Gibran: Saya Siap Datangi Rumah Warga Satu Per Satu

Regional
Suami Jual Istri untuk Layanan Threesome, Tarifnya Rp 600.000 Sekali Kencan

Suami Jual Istri untuk Layanan Threesome, Tarifnya Rp 600.000 Sekali Kencan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X