Real Count KPU, Jokowi-Ma'ruf Unggul di Bangka Belitung

Kompas.com - 09/05/2019, 16:27 WIB
Petugas saat membawa kotak suara dalam sidang pleno terbuka KPU Kepulauan Bangka Belitung di hotel di Pangkal Pinang. KOMPAS.com/HERU DAHNURPetugas saat membawa kotak suara dalam sidang pleno terbuka KPU Kepulauan Bangka Belitung di hotel di Pangkal Pinang.

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kepulauan Bangka Belitung merampungkang proses rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019.

Hasilnya, pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf unggul dengan perolehan 494.729 suara. Sementara pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga meraup 288.235 suara.

"Alhamdulillah tiga hari, meskipun sampai malam rapat pleno terbuka rekapitulasi selesai dilaksanakan. Selanjutnya hasil ini kami sampaikan ke pusat," kata Ketua KPU Kepulauan Bangka Belitung, Davitri kepada awak media, Kamis (9/5/2019).

Baca juga: KPU NTB Sebut Rusuh di Lombok Tengah Masalah Internal Partai

Laporan hasil pada KPU RI, kata Davitri, sekaligus bagian dari persiapan untuk rekapitulasi tingkat nasional.

"Nanti kan dijadwalkan untuk Bangka Belitung jadwal rekapitulasi tingkat nasionalnya," ujarnya.

Adapun proses rekapitulasi tingkat provinsi yang digelar di salah satu hotel di Pangkal Pinang berlangsung alot.

Baca juga: Real Count KPU: Jokowi-Maruf Menang di Seluruh Kecamatan di Surabaya

Dari tujuh kabupaten/kota, dua di antaranya yakni Belitung dan Bangka Selatan harus pembahasan ulang karena sejumlah data harus diperbaiki.

Setelah perbaikan dilakukan, KPU dan Bawaslu pun sepakat menyatakan rapat pleno selesai.


Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Regional
Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Regional
Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Regional
Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Regional
Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X