Atasi Banjir Kali Lamong, Pintu Air Ditambah, Aliran Diperlebar

Kompas.com - 09/05/2019, 15:32 WIB
Luapan akibat bocornya tanggul Kali Lamong ikut menggenangi sawah dan rumah warga di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Surabaya, Jawa Timur. Dok. Pemkot SurabayaLuapan akibat bocornya tanggul Kali Lamong ikut menggenangi sawah dan rumah warga di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Surabaya, Jawa Timur.


SURABAYA, KOMPAS.com - Kali Lamong kembali meluap dan membanjiri sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik belum lama ini.

Hingga awal Ramadhan lalu, banjir setidaknya masih menggenangi 18 desa di 4 kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng, Cerme dan Menganti.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik mencatat, setidaknya 4 warga yang meninggal akibat luapan sungai Kali Lamong tersebut.

Baca juga: Air Luapan Kali Lamong Surut, Warga Harap Tanggul Jebol Segera Diperbaiki

Keempatnya adalah Afandi (27) warga Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, meninggal dunia lantaran penyakit epilepsi yang diderita kambuh. Dia kemudian terjatuh dalam genangan air dan tidak tertolong.

Yudha Bima (14) warga Dusun Pulorejo, Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang. Bima yang merupakan seorang pelajar SMP tewas terseret arus air sungai saat membagikan makanan kepada korban banjir di desanya.

Dua korban lainnya, Nuri (21) dan Bagus Akbar Pratama (17), juga terseret arus Kali Lamong saat mencari ikan di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme, awal Mei lalu.

Informasi tentang Kali Lamong yang dihimpun Kompas.com dari Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air, Pemprov Jawa Timur, menyebut, aliran sepanjang 103 kilometer itu kerap meluap karena tingginya sedimentasi di dasar kali, khususnya di wilayah hilir yakni di Gresik.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air, Pemprov Jawa Timur, Rudi Noviyanto, menyebut, Kali Lamong melintasi 4 daerah di Jawa Timur, dari Mojokerto, Lamongan, Surabaya dan Gresik.

"Secara administrasi, sungai Kali Lamong dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, meski sungai ini bukan anak sungai Bengawan Solo," kata Rudi, Kamis (9/5/2019).

Hasil koordinasi pihaknya dengan BBWS Bengawan Solo, pemerintah memiliki rencana jangka panjang untuk pengembangan Kali Lamong, seperti penambahan lebar sungai dan penambahan pintu air dari 3 titik menjadi 5 titik di wilayah Kabupaten Gresik.

Baca juga: 2 Orang Tewas Terseret Arus Saat Menjaring Ikan di Luapan Banjir Kali Lamong

Lebar yang semula 70 meter akan ditambah menjadi sekitar 100 meter. Karena itu, dibutuhkan pembebasan lahan yang perlu dikoordinasikan dengan daerah, khususnya hilir kali seperti di Gresik dan Surabaya.

"Di Gresik lahan yang dibutuhkan 149 hektare, sementara di Surabaya 26 hektare dan sudah dibebaskan," ujar dia.

Dia menyebut, pemerintah melalui BBWS Bengawan Solo menganggarkan dana Rp 900 miliar untuk pengembangan Kali Lamong.

"Pemerintah daerah tugasnya hanya mengkoordinasikan pembebasan lahan," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tekan Pengangguran, Pemkot Surabaya Tawarkan 551 Lowongan Kerja

Tekan Pengangguran, Pemkot Surabaya Tawarkan 551 Lowongan Kerja

Regional
Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Regional
Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Regional
Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Regional
Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Regional
Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Regional
Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Regional
Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Regional
Aksi Pelajar yang 'Prank' Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Aksi Pelajar yang "Prank" Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Regional
Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Regional
Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali 'Narik'

Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali "Narik"

Regional
Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Regional
Pemutaran Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Pemutaran Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Regional
Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Regional
Risma Ingin Sirkuit Bung Tomo Digelar Kejuaraan Balap Internasional

Risma Ingin Sirkuit Bung Tomo Digelar Kejuaraan Balap Internasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X