Penyidik Kejati Sulawesi Selatan Geledah Kantor PD Parkir Makassar

Kompas.com - 08/05/2019, 19:22 WIB
Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel saat menggeledah kantor Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya di Jalan Hati Mulia Kecamatan Mariso, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (8/5/2019). Kompas.com/HIMAWAN Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel saat menggeledah kantor Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya di Jalan Hati Mulia Kecamatan Mariso, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (8/5/2019).


MAKASSAR, KOMPAS.com - Penyidik bidang pidana khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) menggeledah kantor PD Parkir Makassar Raya di Jalan Hati Mulia, Kecamatan Mariso, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (8/5/2019).

Penggeledahan ini sehubungan dengan dugaan korupsi pengelolaan dana parkir tahun 2008-2017, yang kini dalam penyidikan Kejati.

Salah seorang penyidik bernama Mudatsir mengatakan, penggeledahan itu berdasarkan surat perintah penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi di PD Parkir Makassar Raya dan persetujuan Pengadilan Negeri Makassar.

Baca juga: Kasus Suap Hakim PN Balikpapan, KPK Telah Geledah 6 Tempat

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita dua boks dan satu koper berisi dokumen dari Kantor PD Parkir Makassar Raya.

"Jadi, hari ini kami lakukan penggeledahan. Yang disita sebagian besar dokumen-dokumen berupa kwitansi dan SK," kata Mudatsir.

Sementara, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Tarmizi memastikan pengelolaan anggaran pada PD Parkir Makassar Raya memang terindikasi korupsi.

Hal ini bermula dari hasil audit yang dilakukan lembaga audit independen yang menemukan adanya dugaan penyalahgunaan pengelolaan anggaran senilai Rp 1,9 miliar sejak 2008 hingga 2017.

Tarmizi mengindikasikan bakal melakukan penetapan tersangka dalam dugaan korupsi di instansi ini dalam waktu dekat.

Baca juga: KPK Geledah Rumah Kontrakan Bupati Talaud di Manado, Ada Apa...

 

Setidaknya sudah ada 20 lebih saksi yang diperiksa termasuk badan pengawas, auditor independen, mantan Dirut PD Parkir Makassar Raya PD serta Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar.

"Saya minta didalami, karena harus ada yang mempertanggungjawabkan terkait masalah uang. Karena ini berkaitan dengan uang, kami minta tambahan saksi sedikit lagi, baru diekspose tersangkanya," ujar Tarmizi.

Usai penggeledahan, jajaran direksi PD Parkir Makassar Raya enggan memberikan komentar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X