Polisi Tangkap 14 Tahanan yang Kabur, Salah Satunya Otak Pelaku

Kompas.com - 08/05/2019, 15:29 WIB
Para tahanan yang kabur kembali ditangkap oleh jajaran Polresta Palembang, Senin (6/5/2019). Mereka sebelumnya melarikan diri usai menjebol ventilasi udara. KOMPAS.com/AJI YK PUTRAPara tahanan yang kabur kembali ditangkap oleh jajaran Polresta Palembang, Senin (6/5/2019). Mereka sebelumnya melarikan diri usai menjebol ventilasi udara.

PALEMBANG, KOMPAS.com- Dua orang tahanan Mapolresta Palembang kembali ditangkap petugas setelah berhasil melarikan diri dengan menjebol ventilasi ruang sel.

Dengan tertangkapnya dua tahanan tersebut, sudah 14 yang diamankan, sementara 16 tahanan lainnya masih dinyatakan buron.

Kedua tahanan yang tertangkap tersebut yakni, M Arif Hidayatullah (24) warga Jalan Perintis Kemedekaan Lorong Produksim Kelurahan Duku Kecamatan IT III, Palembang.

Baca juga: 30 Tahanan Kabur di Palembang, Polisi Akui Kamera CCTV Rusak

Dan Andrian Kusuma Saputra (27) warga Jalan Sei Item Gang Angkatan 66 IV Kelurahan Bukit Lama dan Kecamatan Ilir Barat, I Palembang.

Arif ditangkap petugas ketika bersembunyi dikediaman keluarganya di kota Prabumulih Sumatera Selatan.

Ia diketahui adalah salah satu otak pelaku atas kaburnya 30 tahanan tersebut. Dimana ia menyelundupkan gergaji besi setelah memerintahkan istrinya yakni Indah Permata Sari (26).

"Untuk yang diamankan ada 14 tahanan, salah satunya adalah Arif yang merupakan otak dari kejadian ini," kata Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah, Rabu (8/5/2019).

Baca juga: Tak Tega Lihat Suami Dianiaya Dalam Penjara, Istri Selipkan Gergaji Besi ke Sel Tahanan Polresta Palembang

14 tahanan yang sudah ditangkap tersebut adalah, M Suhandri bin Malikur, M Iki Gunawan, Alvin Febriansyah, Hendri Romiyo, Zaim Fadli, Fahmi bin Zainal Abidin, Wahyu Budiman bin Kanalam.

M. Trisno als Aak bin Jhoni Sibarani, Zahri bin Ali Daid, Bimo Saputra, Rajab Semendawai dan Maulana Ismail,M Arif Hidayatullah (24) dan Andrian Kusuma Saputra (27).

Dengan tertangkapnya 14 tahanan tersebut, Kapolresta Palembang kembali mengimbau untuk yang masih dinyatakan buron agar menyerahkan diri, lantaran petugas tidak akan segan mengambil tindakan jika mendapatkan perlawanan.

Baca juga: 30 Tahanan Kabur, Kapolda Sumsel Tak Segan Berikan Sanksi Pidana ke Oknum Polisi Terlibat

"Pihak keluarga diharapkan tidak ikut membantu, jika memang ada perlawanan kami juga akan mengambil tindakan tegas tentunya," tegas Didi.

Sebelumnya, 30 tahanan di Polresta Palembang kabur usai menjebol ventilasi udara di dalam sel.

Dari kasus tersebut, tujuh orang anggota polisi telah dimasukkan ke ruangan khusus karena mereka diduga lalai dalam bertugas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Regional
Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Regional
Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Pengangguran Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Pengangguran Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta 'Saranghae' hingga 2,5 Tahun Menunggu

Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta "Saranghae" hingga 2,5 Tahun Menunggu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X