Pasca-erupsi, Aktivitas Erupsi Gunung Api Sinabung Masih Fluktuatif

Kompas.com - 08/05/2019, 14:57 WIB
Suasana Gunung Sinabung pasca-erupsi, Rabu (8/5/2019). Gunung terlihat tenang dan sebagian besar puncak gunung tertutup kabut tebal. KOMPAS.com/HENDRI SETIAWANSuasana Gunung Sinabung pasca-erupsi, Rabu (8/5/2019). Gunung terlihat tenang dan sebagian besar puncak gunung tertutup kabut tebal.

KARO, KOMPAS.com - Pantauan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan 24 jam pasca- erupsi, aktivitas Gunung Sinabung mengalami penurunan aktivitas. Saat ini aktivitas Gunung Sinabung masih didominasi oleh hembusan dan gempa tektonik jauh,

Namun aktivitas Gunung Sinabung masih sangat fluktuatif. Hal tersebut ditandai dengan masih adanya aktivitas kegempaan yang menandakan adanya pergerakan dapur magma.

"Sejak 24 jam terahir pasca erupsi aktivitas Sinabung masih didominasi oleh hembusan dan gempa tektonik jauh. Kalo untuk aktivitas erupsi menurun dengan tidak adanya aktivitas maupun awan panas sejak 24 jam terahir. Namun demikian aktivitas Sinabung masih fluktuatif," ujar Deri Al Hidayat, Kepala Pos Pantau PVMBG Sinabung, saat ditemui Kompas.com di pos pemantau, Rabu (08 /05/2019).

Baca juga: PVMBG Sebut Erupsi Gunung Sinabung Terjadi Hanya Sesaat

Saat ini, Gunung Sinabung berada pada status level IV atau ‘Awas.’ Rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG–Badan Geologi yakni, masyarakat atau pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km untuk sektor Utara-Barat, 4 km untuk sektor Selatan-Barat, Dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara, di dalam jarak 6km untuk sektor Tenggara-Timur serta di dalam jarak 4 km untuk sektor Utara-Timur.

"Aktivitas Gunung Sinabung masih berada pada level IV dengan potensi letusan masih sangat tinggi. Warga dihimbau tidak memasuki zona merah Sinabung," ujarnya

Saat ini, Gunung Sinabung berada pada status level IV atau ‘Awas.’ Rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG–Badan Geologi yakni, masyarakat atau pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km untuk sektor Utara-Barat, 4 km untuk sektor Selatan-Barat, Dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara, di dalam jarak 6km untuk sektor Tenggara-Timur serta di dalam jarak 4 km untuk sektor Utara-Timur.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Erupsi Hingga 2.000 Meter", https://regional.kompas.com/read/2019/05/07/11022731/gunung-sinabung-kembali-erupsi-tinggi-kolom-erupsi-hingga-2000-meter.
Penulis : Candra Setia Budi
Editor : Candra Setia Budi

Saat ini, Gunung Sinabung berada pada status level IV atau ‘Awas.’ Rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG–Badan Geologi yakni, masyarakat atau pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km untuk sektor Utara-Barat, 4 km untuk sektor Selatan-Barat, Dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara, di dalam jarak 6km untuk sektor Tenggara-Timur serta di dalam jarak 4 km untuk sektor Utara-Timur.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Erupsi Hingga 2.000 Meter", https://regional.kompas.com/read/2019/05/07/11022731/gunung-sinabung-kembali-erupsi-tinggi-kolom-erupsi-hingga-2000-meter.
Penulis : Candra Setia Budi
Editor : Candra Setia Budi



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengemudi Speedboat yang Tabrakan di Muara Kubu Ditemukan Meninggal

Pengemudi Speedboat yang Tabrakan di Muara Kubu Ditemukan Meninggal

Regional
19 Tenaga Medisnya Positif Corona, RSUD IA Moeis Samarinda Ditutup Sementara

19 Tenaga Medisnya Positif Corona, RSUD IA Moeis Samarinda Ditutup Sementara

Regional
Wagub NTB: Jangan Pakai Masker di Dagu dan Bawah Hidung

Wagub NTB: Jangan Pakai Masker di Dagu dan Bawah Hidung

Regional
3 Bulan Dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Gubernur Lukas Enembe Kembali ke Jayapura

3 Bulan Dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Gubernur Lukas Enembe Kembali ke Jayapura

Regional
Lima Orang Tewas akibat Banjir Bandang Masamba

Lima Orang Tewas akibat Banjir Bandang Masamba

Regional
Angka Kesembuhan Covid-19 di Jatim Tertinggi 5 Hari Berturut-turut, Ini Tanggapan Khofifah

Angka Kesembuhan Covid-19 di Jatim Tertinggi 5 Hari Berturut-turut, Ini Tanggapan Khofifah

Regional
Setelah Diterjang Banjir Bandang, Akses Komunikasi Luwu Utara Terputus

Setelah Diterjang Banjir Bandang, Akses Komunikasi Luwu Utara Terputus

Regional
Cegah Klaster Baru, Kawasan Industri di Jateng Diminta Bentuk Gugus Tugas Covid-19

Cegah Klaster Baru, Kawasan Industri di Jateng Diminta Bentuk Gugus Tugas Covid-19

Regional
Kronologi Terbongkarnya Orangtua Angkat Nikahkan Gadis 12 Tahun dengan Pria 45 Tahun

Kronologi Terbongkarnya Orangtua Angkat Nikahkan Gadis 12 Tahun dengan Pria 45 Tahun

Regional
Nekat Terapkan Sekolah Tatap Muka, Wali Kota Jambi: Ini Keputusan Kami, Satgas Lebih Paham

Nekat Terapkan Sekolah Tatap Muka, Wali Kota Jambi: Ini Keputusan Kami, Satgas Lebih Paham

Regional
19 Tenaga Medis RSUD IA Moeis Samarinda Positif Corona

19 Tenaga Medis RSUD IA Moeis Samarinda Positif Corona

Regional
Anggota DPRD Makassar Ancam Kerahkan Massa Sebelum Ambil Jenazah Pasien Covid-19

Anggota DPRD Makassar Ancam Kerahkan Massa Sebelum Ambil Jenazah Pasien Covid-19

Regional
Cerita Yusuf Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Aceh, Bayar Utang Perjalanan Sampai Mati

Cerita Yusuf Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Aceh, Bayar Utang Perjalanan Sampai Mati

Regional
Seorang Ayah Ditangkap karena Hamili Anak Kandungnya Sendiri

Seorang Ayah Ditangkap karena Hamili Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Disdik: Tasikmalaya Masih Zona Biru Jadi Belum Ada Belajar Tatap Muka, Masuk untuk Daftar Ulang Saja....

Disdik: Tasikmalaya Masih Zona Biru Jadi Belum Ada Belajar Tatap Muka, Masuk untuk Daftar Ulang Saja....

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X