Dideportasi, 4 Pria China yang Hendak Menikahi Gadis Tasik

Kompas.com - 08/05/2019, 14:54 WIB
Petugas Imigrasi Tasikmalaya, menunjukkan salinan keempat paspor pria China, hasil dari kerjasama antara pihak Indonesia dan Duta Besar China, Rabu (8/5/2019). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHAPetugas Imigrasi Tasikmalaya, menunjukkan salinan keempat paspor pria China, hasil dari kerjasama antara pihak Indonesia dan Duta Besar China, Rabu (8/5/2019).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tasikmalaya memutuskan mendeportasi sekaligus mencekal empat pria China tak berdokumen resmi yang ditangkap di Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, dua pekan lalu.

"Pada hari ini, berdasarkan keputusan pimpinan, empat warga China ini akan dideportasi sekaligus pencekalan. Mereka akan diberangkatkan ke Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 00.00 WIB nanti. Rencananya mereka berangkat dengan pesawat pukul 09.00 besok pagi," kata Kepala Subseksi Pengawasan Keimigrasian Kelas II Tasikmalaya, Sarial, di ruang kerjanya, Rabu (8/5/2019).

Baca juga: Polri Tangkap Pengunggah Hoaks 110 Juta Warga Negara China Bikin E-KTP

Selama ini, keempat pria China ini mendekam di sel tahanan kantor Imigrasi Tasikmalaya. Mereka pun tak dapat menunjukkan dokumen resmi paspor, sampai akhirnya bekerja sama dengan Kantor Kedutaan Besar China di Jakarta.

Keempat WNA asal China itu adalah Yuan Zhenshun (22), Zeng Xiangshun (27), Li Yadong (27), dan Sun Mingchao (22).

Mereka dinyatakan terbukti melanggar Pasal 71 huruf B Undang-Undang No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

"Kami sudah konsultasikan ke kantor Duta Besar China, dan mendapatkan salinan paspor mereka," katanya.

Baca juga: Selama 2018, Imigrasi Surakarta Deportasi 7 WNA Lebihi Masa Tinggal

Diberitakan sebelumnya, Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tasikmalaya mengamankan empat pria warga negara asing asal China di sekitar Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (29/4/2019).

Keempat WNA tersebut tak bisa menunjukkan dokumen resmi dan mengaku kedatangannya ke Tasikmalaya untuk mencari gadis perawan desa yang mau dinikahi.

Penangkapan keempat WNA ilegal ini atas laporan dari warga. Mereka diamankan terlebih dahulu oleh petugas Kepolisian dari Polsek Karangnunggal, Tasikmalaya.

Baca juga: Jual Lempengan Emas Palsu, Dua Warga Negara China Ditangkap Polisi

"Sesuai keterangan dan hasil investigasi kami, keempat WNA asal China ini belum bisa menunjukkan dokumen paspor kenegaraannya, visa kunjungan, dan lainnya. Mereka tak bisa bahasa lain kecuali bahasa negaranya, China. Mereka diduga mencari gadis Tasik dan akan melakukan kawin campur," ujar Sarial.

Ditambahkan Sarial, sesuai keterangan dari Polsek Karangnunggal yang menyerahkan keempat pria China ini ke kantor imigrasi, mereka diduga akan melakukan kawin campur dengan seorang gadis asal Karangnunggal dengan modus akan membayar biaya nikah Rp 35 juta.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seputar Aksi Tolak Omnibus Law, Nyaris Bentrok di UIN Sunan Kalijaga hingga Kantor Ganjar 'Disita'

Seputar Aksi Tolak Omnibus Law, Nyaris Bentrok di UIN Sunan Kalijaga hingga Kantor Ganjar "Disita"

Regional
'Saya Enggak Mau Bawa Virus ke Rumah, 3 Anak Masih Kecil-kecil'

"Saya Enggak Mau Bawa Virus ke Rumah, 3 Anak Masih Kecil-kecil"

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Dia Harus Bayar Air Susu Saya, Capek Jadi Ibu' | Efek Suntikan Vaksin Covid-19, Ada yang Mengantuk Tak Tertahan

[POPULER NUSANTARA] "Dia Harus Bayar Air Susu Saya, Capek Jadi Ibu" | Efek Suntikan Vaksin Covid-19, Ada yang Mengantuk Tak Tertahan

Regional
Kisah Pilu Selamet, Mata Melotot dan Kulit Melepuh, Dibawa ke RS dengan Uang Pinjaman

Kisah Pilu Selamet, Mata Melotot dan Kulit Melepuh, Dibawa ke RS dengan Uang Pinjaman

Regional
Kronologi Bocah 9 Tahun Terjebak dan Tewas Saat Rumahnya Terbakar di Muaro Jambi

Kronologi Bocah 9 Tahun Terjebak dan Tewas Saat Rumahnya Terbakar di Muaro Jambi

Regional
Pengakuan Relawan Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Badan Terasa Enak dan Nafsu Makan Tinggi

Pengakuan Relawan Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Badan Terasa Enak dan Nafsu Makan Tinggi

Regional
Detik-detik 2 Bocah Terjebak di Rumah yang Terbakar, 1 Anak Tewas dan Ibu Histeris Minta Tolong

Detik-detik 2 Bocah Terjebak di Rumah yang Terbakar, 1 Anak Tewas dan Ibu Histeris Minta Tolong

Regional
Putra Sulung Risma: Saya Sudah Siap Jika Direkom PDI-P Jadi Calon Wakil Wali Kota Surabaya

Putra Sulung Risma: Saya Sudah Siap Jika Direkom PDI-P Jadi Calon Wakil Wali Kota Surabaya

Regional
Bos Muncikari VS Ditangkap, Mengaku Sudah 5 Tahun Jalankan Prostitusi Artis, Ini Keuntungannya

Bos Muncikari VS Ditangkap, Mengaku Sudah 5 Tahun Jalankan Prostitusi Artis, Ini Keuntungannya

Regional
Seorang Bocah Tewas Terjebak Api Saat Rumahnya Terbakar, Ibu Histeris Minta Tolong

Seorang Bocah Tewas Terjebak Api Saat Rumahnya Terbakar, Ibu Histeris Minta Tolong

Regional
Ini Kata Suplier soal Daging Ayam Busuk Program BPNT

Ini Kata Suplier soal Daging Ayam Busuk Program BPNT

Regional
Polisi Dalami Kasus Daging Busuk Tidak Layak Konsumsi Program BPNT

Polisi Dalami Kasus Daging Busuk Tidak Layak Konsumsi Program BPNT

Regional
Pemuda Dibunuh Saat Pulang Nonton Orkes Dangdut, Polisi: Pelaku Balas Dendam

Pemuda Dibunuh Saat Pulang Nonton Orkes Dangdut, Polisi: Pelaku Balas Dendam

Regional
Video Merundung Temannya Viral, 9 Remaja Putri di Solo Diamankan Polisi

Video Merundung Temannya Viral, 9 Remaja Putri di Solo Diamankan Polisi

Regional
Risma Minta Fatayat NU Mengawasi Kondisi Ibu Hamil dan Balita Selama Pandemi

Risma Minta Fatayat NU Mengawasi Kondisi Ibu Hamil dan Balita Selama Pandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X