Al Quran Raksasa di Masjid Tertua Polewali Mandar Sedot Perhatian Pengunjung

Kompas.com - 08/05/2019, 11:10 WIB
Al Quran raksasa di Masjid Nurut Taubah di Polewali Mandar yang dipertontonkan selama Ramadhan.  KOMPAS.com/JUNAEDIAl Quran raksasa di Masjid Nurut Taubah di Polewali Mandar yang dipertontonkan selama Ramadhan.

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – Sebuah Al Quran raksasa berukuran 1,5x2 meter yang dirawat Pengurus Masjid Nurut Taubah, di Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat menjadi objek wisata religi di bulan Ramadhan.

Al Quran legendaris ini disimpan rapih dalam etalase kaca di halaman masjid. Karena diletakkan di ruang terbuka, semua pengunjung masjid bisa melihat Al Quran tersebut. 

Masjid Nurut Taubah sendiri merupakan mesjid tertua yang telah berusia ratusan tahun, yang juga merupakan saksi sejarah peradaban perkembangan Islam abad ke-18 di Tanah Mandar.

Dengan ukurannya yang besar, Al Quran ini memiliki bobot 50 kilogram. Al Quran raksasa ini lengkap dengan 30 juz, 114 surah dan 6.666 ayat.

Baca juga: Tadarus dengan Al Quran Raksasa di Banyuwangi

Al Quran ini dicetak di salah satu percetakan di kota Kudus, Jawa Tengah, dengan lama percetakan hampir satu tahun.

Al Quran ini memiliki 610 halaman dengan jumlah surat sebanyak 305 lembar yang ditulis menggunakan tinta emas yang terbuat dari tinta campuran dari China dengan cairan teh kental.

Asrul Mulyadi, salah satu warga luar Campalagian yang berwisata religi ke Masjid Nurut Taubah takjub dengan besarnya Al Quran tersebut. 

Dia yang bisa diakses siapa saja yang ingin melihat langsung. 

“Bagus, menarik. Ini salah satu cara menyebar syiar Islam,” kata Asrul, Selasa (7/5/2019) kemarin.

Baca juga: Kisah Bocah Tunanetra Penghafal Al Quran yang Viral: Dikunjungi Pejabat hingga Ditawari Sekolah Gratis

Sengaja dipajang

Imam masjid, Samsul Mudir Muhsin Tahur mengatakan, setiap hari Al Quran raksasa ini jadi objek wisata religi yang menarik tidak hanya warga lokal kecamatan Campalagian tapi juga warga luar daerah.

Menurut Samsul, Al Quran raksasa ini sengaja dipajang di halaman masjid selama Ramadhan untuk memberi akses kepada warga untuk melihat langsung Al Quran raksasa ini.

“Sengaja kita pajang di halaman masjid agar memudahkan siapa saja mengaksesnya, terutama warga yang penasaran ingin menyaksikan langsung Al Quran raksasa ini,” jelas Samsul. 

Menurut dia, Al Quran raksasa ini hanya dikeluarkan pada momen khusus seperti bulan Ramadhan. 

"Agar tidak mudah rusak atau dijamah warga, Al Quran ini sengaja disimpan di dalam etalase kaca. Al Quran ini menjadi pusat perhatian bagi warga yang singgah melaksanakan shalat," katanya. 

Baca juga: Al Quran Raksasa Jadi Tontonan Jemaah di Masjid Raya Makassar



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Regional
Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Regional
Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Regional
Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Regional
'Fun Bike' Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

"Fun Bike" Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

Regional
Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

Regional
Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

Regional
Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
Gerakan 'Rakyat Bantu Rakyat' di Yogyakarta, Siapkan Makanan untuk Buruh Gendong di Masa Pandemi

Gerakan "Rakyat Bantu Rakyat" di Yogyakarta, Siapkan Makanan untuk Buruh Gendong di Masa Pandemi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 25 Oktober 2020

Regional
Dampak Gempa Pangandaran, 15 Rumah di Ciamis dan Garut Rusak

Dampak Gempa Pangandaran, 15 Rumah di Ciamis dan Garut Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X