Jokowi-Ma'ruf Ungguli Prabowo-Sandiaga di Jepara

Kompas.com - 07/05/2019, 22:18 WIB
Ilustrasi pemilu. ShutterstockIlustrasi pemilu.

JEPARA, KOMPAS.com - Pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo - Ma'ruf Amin meraih suara terbanyak mengungguli paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Hal itu sesuai dengan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang telah dirampungkan KPU Kabupaten Jepara.

Berdasarkan data dari KPU Kabupaten Jepara, paslon Jokowi-Ma'ruf menang telak dari pesaingnya, paslon Prabowo-Sandiaga.

Baca juga: Dugaan Penggelembungan Suara PDIP di NTT, Saksi Gerindra Protes Saat Pleno KPU

Rinciannya, paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf meraih 595.368 suara. Sementara paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga hanya mengantongi 114.668 suara.

"Rapat pleno rekapitulasi tingkat kabupaten suara sudah selesai. Hasilnya paslon Jokowi-Ma'ruf unggul di Kabupaten Jepara," kataKetua KPU Jepara, Subchan Zuhrie, saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Selasa (7/5/2019).

Dijelaskan Subchan, sebelumnya di Kabupaten Jepara tercatat ada dua tempat pemungutan suara (TPS) yang telah melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU).

Di antaranya, TPS 16 Desa Welahan, Kecamatan Welahan, Jepara yang diulang pada 20 April 2019 dan TPS 05 Desa Lebuawu Kecamatan Pecangaan, Jepara yang diulang pada 27 April 2019.


"Alhamdulilah semua berjalan dengan baik meski ada pemungutan suara ulang," ujarnya.

Angka partisipasi pemilih 2019 meningkat

Komisioner KPU Jepara Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia Muhammadun menambahkan, angka partisipasi pemilih dalam pemilu 2019 di Kabupaten Jepara melampaui target nasional.

Bahkan, dibanding Pemilu 2014, angka partisipasinya lebih tinggi. 

KPU Jepara berharap partisipasi dalam pesta demokrasi ini tidak hanya berhenti pada saat pemungutan suara yang berlangsung 17 April lalu, namun bisa terus berlanjut dalam partisipasi bentuk lain untuk mewarnai demokrasi secara sehat dan positif. 

"Secara nasional, target partisipasi pemilih pada pemilu 2019 adalah 77,5 persen. Di Jepara, untuk lima jenis pemilihan umum, angka persentasenya melebihi target nasional tersebut," kata Muhammadun. 

Untuk pemilu presiden dan wakil presiden (PPWP), angka partisipasi pemilih 83 persen. Pada PPWP, surat suara sah sebanyak 674.280, dan suara tak sah 22.540. Sedangkan daftar pemilih tetap (DPT) di kabupaten Jepara 879.490.

Sementara itu, untuk pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) partisipasinya 82,94 persen, DPR RI (82,90 persen), DPRD provinsi (82,91 persen). 

Baca juga: Pleno KPU NTB Memanas, Bawaslu Usul Audit Logistik

Untuk pemilihan DPRD Kabupaten Jepara, dari lima daerah pemilihan (dapil), persentase partisipasi berbeda-beda, namun semuanya di atas 80 persen.

Di dapil 1 (meliputi Kecamatan Jepara, Karimunjawa, Tahunan, dan Kedung), partisipasinya 83,60 persen.

Di dapil 2 (Mlonggo, Bangsri, dan Pakisaji) partisipasinya 82,92 persen, dapil 3 (Kembang, Keling, dan Donorojo) partisipasinya 80,86 persen, dan dapil 4 (Mayong, Welahan, dan Nalumsari) di angka 81,34 persen.

Partisipasi tertinggi di dapil 5 (Kecamatan Pecangaan, Kalinyamatan, dan Batealit), yaitu 85,34 persen. 

"Angka partisipasi pemilih pada pemilu 2019 ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan pada pemilu 2014. Pada pemilu 2014, partisipasi pemilih pada pemilu legislatif 79,9 persen, sedangkan pada pilpres 73 persen. Perbedaannya, Pemilu 2019 ini berlangsung serentak, menggabungkan lima jenis pemilihan dalam satu waktu. Ini karena kesadaran masyarakat dan gencarnya sosialisasi," ujar Muhammadun.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X