Edy Rahmayadi: Saya akan Berbuka dengan Tukang Becak dan Petugas Pembersih Jalan

Kompas.com - 07/05/2019, 20:19 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi membantah pemberitaan yang menyebutkan dirinya akan mundur dari jabatannya, Kamis (2/5/2019) KOMPAS.com/MEI LEANDHAGubernur Sumut Edy Rahmayadi membantah pemberitaan yang menyebutkan dirinya akan mundur dari jabatannya, Kamis (2/5/2019)


MEDAN, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memilih berbuka puasa bersama anak yatim di awal Ramadhan.

Ratusan anak yatim dan piatu dari Panti Asuhan Al Jamiyatul Washliyah di Pulobrayan diundangnya ke aula gubernuran di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan Polonia, Kota Medan, Senin (6/5/2019).

Baca juga: Edy Rahmayadi: Saya Tak Pernah Bilang Mau Mundur...

Edy mengatakan, kali berikutnya tak hanya anak yatim, dia juga akan mengundang kaum dhuafa lainnya ke gubernuran.

"Bukan hanya pertama Ramadhan saja, besok saya akan berbuka dengan abang tukang becak, petugas pembersih jalan, dan lainnya. Akan saya undang," kata Edy, usai rapat paripurna di DPRD Sumut, Selasa (7/5/2019).

"Penting memperhatikan dan menyayangi anak yatim. Tidak ada gunanya ibadah kalau kita tak memperhatikan anak yatim," sambung dia.

Baca juga: Edy Rahmayadi: Saya Mohon Maaf kepada Rakyat Sumatera Utara...

Dia lalu berpesan kepada seluruh anak yatim dan piatu agar mandiri.

"Kalian harus belajar dan mengaji setiap hari. Orang yang hidup di dunia ini punya hak yang sama," ucap Edy.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam Semalam 2 Bentrok Warga Terjadi di Tapanuli Selatan, gara-gara Senjata Mainan dan Knalpot Bising

Dalam Semalam 2 Bentrok Warga Terjadi di Tapanuli Selatan, gara-gara Senjata Mainan dan Knalpot Bising

Regional
Mulai Juli, Siswa di Bukittinggi Kembali Belajar di Sekolah

Mulai Juli, Siswa di Bukittinggi Kembali Belajar di Sekolah

Regional
Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Regional
Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Regional
Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Regional
Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Regional
Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Regional
Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Regional
Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Regional
Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Regional
Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Regional
Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Regional
Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Regional
Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Regional
Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X