Terobos Palang Pintu Kereta Api, Sanksi Denda Rp 750.000 hingga 3 Bulan Penjara

Kompas.com - 07/05/2019, 18:42 WIB
Ilustrasi perlintasan kereta apiKOMPAS.com/M.AGUS FAUZUL HAKIM Ilustrasi perlintasan kereta api

KEDIRI, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun akan mengenakan denda hingga kurungan penjara bagi para penerobos palang pintu perlintasan kereta api.

PT KAI akan menggunakan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas sebagai acuan aturannya, terutama pada pasal 114 dan pasal 296.

Manager Humas Daops 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan, mengacu pada undang-undang tersebut, pengendara wajib berhenti jika sinyal berbunyi dan palang pintu mulai tertutup.

"Juga wajib mendahulukan kereta api," ujar Ixfan dalam rilisnya, Senin (6/5/2019).

Baca juga: Terobos Pintu Perlintasan Kereta Api, Sanksi 3 Bulan Penjara

Jika ada pelanggaran atas aturan itu, akan dikenakan denda paling banyak Rp 750.000 hingga tiga bulan penjara.

Ixfan berharap agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta mentaati aturan saat melintas di perlintasan yang berpintu maupun perlintasan yang tidak berpalang pintu demi keselamatan jiwa.

Baca juga: Selfie di Atas Rel, Tiga Pemuda Tewas Dihantam Kereta Api

Ada 382 perlintasan yang terdiri dari 270 perlintasan resmi, 67 perlintasan liar, dan 45 perlintasan tak sebidang di 3 flyover dan 42 underpass di wilayah Daop 7 Madiun.

Ixfan mengatakan, menjelang masa angkutan Lebaran dan aktifnya jalur ganda yang menghubungkan beberapa stasiun menjadikan jumlah perjalanan kereta api semakin bertambah.

"Hal itu agar menjadi perhatian bagi masyarakat yang akan melintas di perlintasan kereta api," ujarnya.



Terkini Lainnya

33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

Regional
Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Regional
Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Regional
Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali 'Warning' untuk Transportasi Laut

Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali "Warning" untuk Transportasi Laut

Regional
Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Regional
Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Regional
Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Regional
Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Regional
Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Regional
Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Regional
Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Regional
Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Regional
Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Regional
Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Regional
Viral Seserahan Fortuner untuk Pernikahan di Pati, Ternyata Barang Hasil Curian

Viral Seserahan Fortuner untuk Pernikahan di Pati, Ternyata Barang Hasil Curian

Regional

Close Ads X