Besok, Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin Cuti Menjelang Bebas

Kompas.com - 07/05/2019, 18:34 WIB
Warga binaan Lapas Sukamiskin yang juga mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin memasukkan surat suara ke dalam kotak suara saat memberikan hak suaranya di TPS 51 Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/6/2018).  Lapas Klas I Sukamiskin menggelar pemilihan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat serta Calon Walikota dan Wakil Walikota untuk 201 warga binaan yang berada di Lapas tersebut. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISIWarga binaan Lapas Sukamiskin yang juga mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin memasukkan surat suara ke dalam kotak suara saat memberikan hak suaranya di TPS 51 Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/6/2018). Lapas Klas I Sukamiskin menggelar pemilihan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat serta Calon Walikota dan Wakil Walikota untuk 201 warga binaan yang berada di Lapas tersebut.

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Lapas Sukamiskin Tejo Harwanto mengatakan, mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin, warga binaan yang terjerat kasus suap pengurusan izin lahan di Bogor, akan menjalani cuti menjelang bebas (CMB). Hal ini merupakan usulan dari lapas Sukamiskin

“Iya benar, Insya Allah besok saudara Rachmat Yasin melaksanakan cuti menjelang bebas,” kata Tejo yang dihubungi wartawan, Selasa (7/5/2019).

Baca juga: Disidang Kasus Korupsi, Rachmat Yasin Minta Pindah Berobat ke Bandung

Menurutnya, persyaratan administratif dan substantif Rachmat Yasin sudah memenuhi syarat.

Nantinya, saat CMB, Rachmat dapat pulang ke rumahnya namun masih dalam pengawalan dan pengawasan petugas Bapas Bogor.

“Kalau untuk bebas murninya nanti bulan Agustus 2019,” jelasnya.

Seperti diketahui, Rachmat Yasin resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Bogor, Jawa Barat. Luas kawasan hutan tersebut mencapai 2.754 hektare.

Baca juga: Rachmat Yasin Resmi Mengundurkan Diri sebagai Bupati Bogor

Rachmat Yasin divonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung selama lima tahun enam bulan penjara lantaran kasus suap tukar menukar kawasan hutan PT Bukit Jonggol Asri sebesar Rp. 4,5 miliar.

Yasin dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 (a) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaiman diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X